
"Aduh...anak Mama kenapa pagi udah lemes begitu? kamu sakit sayang?" tanya mama kepada Fahri yang baru turun dari kamarnya.
Kini kedua orang tua Fahri, Bram Atmaja dan Siska Atmaja sedang melakukan sarpan di ruang makan " sini sayang kita sarapan" Siska memerintah.
Fahri duduk di hadapan sang Mama, " Pagi mah, pah". sapa Fahri.
" Kamu sudah lama tidak kesini !, mama kangen loh sama kamu"
"Aku sibuk mah" Fahri memulai menyodokkan nasi dan lauk ke dalam piring, saat ini Fahri sangat lapar, Ia belum makan sejak kejadian semalam.
Bram dan Siska saling melirik, ada hal yang ingin mereka bicarakan ke pada anaknya itu.
Bram meletakan sendok yang dipegangnya ke atas piring, " Fahri, papa dan mama akan menjodokan kamu dengan anak teman papa"
"Huk..huk..huk" Fahri tersedak, ia segera meminum air ya ada di gelasnya, "Apa pah? dengan kaget Fahri menoleh ke arah Bram.
"Iya, sayang kami akan menjodohkan kamu dengan anak teman papa"
Bukan tanpa alasan mereka ingin menjodohkan nya, Fahri sudah berumur 30 tahun. Tapi sampai saat ini Fahri tidak pernah sekali pun mengenalkan wanita ke pada mereka.
" Tapi mah"
__ADS_1
" Ga ada penolakan, umur kamu sudah 30 tahun Fahri ! teman teman kamu saja banyak yang sudah menikah, bahkan sudah memiliki anak. Semenjak wanita itu meninggalkan kamu, Samapi saat ini kamu tidak pernah mengenalkan wanita lain ke kami" Siska berbicara dengan emosi
5 tahun yang lalu Fahri sempat ingin melakukan pertunangan ke pada seorang wanita yang amat dia cintai, yang membuat hari hari Fahri semakin berwarna.Mereka menjalin kasih sejak masih duduk di bangku SMA, sampai dimana Fahri memergoki wanitanya sedang bercumbu dengan laki laki lain, laki laki yang amat Fahri kenal.
Fahri terdiam membisu, memikirkan perkataan orang tuanya. Padahal tanpa di ketahui kedua orang tuanya Fahri sudah melupakan wanita itu, sekarang Fahri sudah memiliki tambatan hati lain, bahkan ia sudah merenggut kesuciannya.
Bram masih diam membisu, menyaksikan perdebatan istri dan anaknya. " kamu lihat kakak mu sekarang ! Mereka hidup bahagia". Siska menghela nafasnya " padahal kamu tau kakak mu menikah Kerana kami jodohkan juga, bahkan sama sahabatnya sendiri."
Reno Atmaja, kakak Fahri yang telah di jodoh dengan perempuan bernama Alyra Diandra Sutowo sahabatnya sendiri mereka menikah sejak lulus kuliah. kini mereka telah memiliki seorang anak perempuan.
"sudah sudah tidak usah berdebat ! papa mau perjodohan ini segera di laksanakan." Bram beranjak pergi dari ruang makan.
Dengan nada sendu Siska ber ucap " Tolong kamu turuti permintaan kami nak, kami sudah tua. Mama takut tidak bisa melihat kamu menikah"
" Maka dari itu tolong kamu pikirkan rencana ini" setelah berbicara itu, sisak berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Fahri.
...****************...
"sayang...Luna" bunda yanti membuka tirai kamar Luna
"Eeugghh..."Luna bergeliat dari tidurnya dan menyipitkan mata untuk menyesuaikan cahaya matahari yang menyilaukan mata " jam berapa mah sekarang?"
__ADS_1
"Jam 7" ucapnya
Luna langsung terduduk " hah..aku kesiangan" Luna beranjak dari tempat tidur " aduh..sakit" baru saja kakinya ingin melangkah Luna sudah merasakan sakit di area pangkal pahanya
Bunda hendak keluar kamar Luna langsung memperhatikan Luna " kamu kenapa?"
" Engga apa apa Bun" Luna berjalan dengan pelan dan masuk ke kamar mandi.
Kini Luna sedang terduduk di depan meja rias yang ada di kamarnya, ia melihat pantulan wajahnya di depan kaca.
Bagai mana dengan hidupku selanjutnya setelah ini? aku harus apa ya tuhan.....
"Hhmmm" Luna membuang nafas kasar..
semangat !! Jagan lemah, anggap saja tidak pernah terjadi apa apa.
setelah merasa penampilannya cukup fresh Luna pun keluar dari kamarnya, menuju ruang makan. Di Sana sudah terpadat ayah bundanya.
Luna menarik bangku yang ada di sebelah sang bunda " Ayo, sarapan dulu sebelum berangkat ". kata bunda.
mereka sarapan dalam keadaan hening. Setelah menyelesaikan sarapannya Luna pun berpamitan " aku berangkat dulu yah, Bun" Luna bersalaman kepada orang tua nya
__ADS_1
"Iya, hati hati nak" kata Yanti.
" Jang pulang terlalu malam, Karena ada yang ingin ayah bicarakan" kata Aditia ayah Luna.