Di Penghujung Senja Di Langkah Keduaku

Di Penghujung Senja Di Langkah Keduaku
Di penghujung senja Di langkah keduaku


__ADS_3

Sore itu rean beranjak dari tempat duduknya, angin semilir menghantarkan langkahnya menuju persimpangan di seberang taman. Suara gemericik air menyapa halus tangan rean di permukaan. Rean menatap dalam kedalam air. Tidak terasa setetes demi setetes air matanya jatuh. Kemudian rean perlahan beranjak dari tempat itu. Tiba-tiba langkah kakinya terhenti dikala sorot matanya melihat tajam ke penghujung jalan di di atas jembatan. Dia sangat mengenali sosok itu. Dia menghentikan langkah dan berbalik arah.

__ADS_1


Di penghujung jalan terlihat leaz menahan senyumnya tatkala Adnan memperagakan gaya seorang orang tua yang memarahai anak nakal.” Kamu itu kalau tidak bisa membantu ya setidaknya mengurangi “ ujar adnan seraya melirik sayu ke arah leaz. Leaz menangkap tatapannya sembari melemparkan senyum manja. “ kamu tau tadi aku tidak sengaja” ujar leaz dengan lembut. Rambut hitam panjang sedikit bergelombang menambah manis senyum leaz. Dengan angin semilir menghentakkan rok yang di pakai leaz. “ sepertinya aku akan terlambat” ujar leaz. “ baiklah aku akan mengantarkanmu wahai yang mulia” sahut adnan sembari membungkuk. Terlihat adnan memegang erat tangan leaz sambil mencium tangannya. Mata leaz melirik warna senja yang mulai berubah. Tatkala leaz hendak mengutarakan kata tiba-tiba di berhenti saat mendengar adnan berkata. “ tolong lihat aku, aku ada disini” ujar adnan dengan tatapan tajam dan sedikit kepasrahan . Leaz melempar senyuman ke arahnya. “ aku tau” ujar leaz sambil melangkah berlalu.

__ADS_1


Tatkala senja mulai berlalu leaz meletakkan hand phone nya di atas meja sambil menghidupkan televisi sembari mengeringkan rambutnya. Leaz bergegas menuju suara yang baru di dengarnya dari belakang pintu” beib apa kamu tidak bisa membatalkan acara mu besok” tanya adnan. “beib bukannya kamu udah ngizinin tadi siang “ sanggah leaz.” Tapikan aku masih disini bey” pinta adnan. Dengan sedikit meng gels nafas leaz menghampirinya” aku tau, tapi aku juga g bisa melepaskan begitu aja, itu project ter besar aku beib, Dan kamu tau aku sangat mencintai pekerjaanku.” Rayu leaz sambil mencium bibir adnan. “ baiklah kalau terjadi apa-apa kamu langsung hubungi aku” ujar adnan. Bibir adnan mulai turun dari bibir leaz keleher dan terus mencumbuinya hingga ke dada leaz. Dengan nafas yang terengah- engag leaz berkata “ aku pikir kita kehabisan kondom”. Tapi adnan tidak menanggapinya bibirnya terus mengecup dada leaz hingga membekas. Adnan terus melihat ****** leaz yang menonjol karena leaz tidak mengenakan pakaian dalam. Lidahnya mulai menyentuh putingnya. “ aah “ ujar leaz . Adnan tau leaz sangat menyukai gerakannya itu dan adnan terus memainkan putingnya leaz di dalam mulutnya. “ aah agh hmm “. Erang leaz. Pada saat tangan kanannya memegang erat pinggang leaz, tangan kirinya terus meraba hingga keselangkangan leaz. Adnan terus meraba dan mempermainkan klistorisnya leaz. “ agh agh ahh ahhh hmm yeah” suara lirih leaz terdengar. Tidak lama kemudian suara dering hp adnan berbunyi di ikuti hp nya leaz sontak adnan menggerutu” apa-apa an sihh di waktu sekarang “. Ujar adnan sambil geram. Sebenarnya leaz sedikit kecewa tetapi dia tidak bisa melewatkan panggilan itu. Dia tau itu adalah satu-satu jalannya untuk terus maju Demi masa depannya. Dengan berat leaz mengangkat teleponnya begitu juga dengan adnan. Mereka berbalik arah satu sama lain. Leaz menuju ke ruang kerjanya sedangkan adnan menuju taman bunga di atas atap rumahnya. Dengan kesal adnan mengencangkan suaranya” ada perlu apa sampai menelponku “ .

__ADS_1


__ADS_2