
Bu Susi menghela nafas panjang, dan mencoba meyakinkan zavic. “ bagaimana nanti kalau infeksi? “ tanya bu Susi “ infeksi?” Tanya zavic heran. “ aku kan tidak terluka”. Ujarnya sambil memperlihatkan bokongnya kearah bu Susi. “ memangnya kamu bisa melihatnya?” Tanya bu Susi “ tidak hanya saja sekarang memang sudah mulai sembuh.” Ucap zavic meyakinkan. “ baiklah tapi aku ada permintaan” . Ucap bu Susi sambil memegang bahu zavic. “Apa? Tanya zavic. Bu Susi kemudian masuk ke dalam rumahnya dan mengambil sesuatu.”boleh aku ke rumahmu?. Tanya bu Susi “ tentu jawab zavic.
__ADS_1
Mereka masuk ke rumah zavic yang begitu besar dan mewah di rumah itu tidak ada siapa-siapa. “ bisa tunjukkan kamarmu, kamar ayahmu dan dapur”. Pinta bu Susi zavic menunjukkan semuanya. “ tidak ada siapa-siapa disini” ujar bu Susi “ art kami datang sekali 3 hari” jawab zavic. Sambil jongkok bu Susi memeluk zavic. “ boleh saya meletakkan bunga ini disini?” Tanya bu Susi “ oh iya boleh” jawab zavic sedikit ragu. “ bagaimana nanti kalau di tanya ayahmu?” Tanya bu Susi lagi. “ dia tidak akan peduli” jawab zavic tenag. “Kita akan kembali setelah ayahmu pergi ke luar kota lagi” ujar bu Susi . Zavic hanya mengangguk dan mereka bermain di taman rumah zavic.
__ADS_1
Dua hari kemudian ayah zavic kembali dari luar kota sambil membawa mainan baru untuk zavic seperti biasa. Dan seperti biasanya juga zavic merasakan sakit yang selalu di rasakan nya ketika ayahnya dirumah. Kali ini zavic mencoba menanyakannya kepada ayahnya. “ ayah aku tidak tau kenapa bokongku terasa sakit sekali” ujarnya sambil menangis. “ apa ?! Masih sakit?” Tanya ayahnya sambil melirik zavic.” Iya masih sakit” katanya sambil mengusap air matanya. “ itu karena kamu terlalu sering bermain” ucap ayahnya kasar. Zavic hanya terdiam dia tidak berani melawan ayahnya karena dia takut di tinggalkan. Tidak seperti biasanya kali ini ayahnya zavic harus keluar kota lagi karena mengurus proyek barunya dan dia hanya tinggal dirumah hanya beberapa hari. Setelah keberangkatannya zavic segera memberitahu bu Susi kalau ayahnya sudah pergi. Segera keduanya ke rumah zavic. Sesampainya di sana dia segera melepas dan mengambil bunga yang pernah dia letakkan di campuran bunga lainnya. Karena kondisi zavic semakin parah bu Susi langsung membawa zavic ke rumah sakit. Benar seperti apa dugaan bu Susi apa yang terjadi pada zavic itu ulah ayahnya sendiri. Dan dokter berkata itu sudah terinfeksi jauh sekali karena dari luka pertama tidak diobati dan mengakibatkan infeksi tersebut semakin lama dia akan menular ke tempat yang lain hal ini juga di sebabkan karena sisa ****** tidak dibersihkan dengan benar sehingga sisa-sisa nya menyebabkan bakteri berkembang dengan sangat cepat. Bu Susi sangat menyayangkan kondisi ini tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Setelah zavic sembuh dia berusaha menemui bu Susi. Namun dia tidak pernah menemukannya hingga suatu saat dia memberanikan diri masuk ke rumah bu Susi melalui jendela belakang rumahnya saat masuk dia tidak melihat siapa-siapa di situ. Kemudian dia menuju kamar di dekat dapur disitu ada sebuah kertas dengan tulisan tangan “ zavic kalau kamu melihat kertas ini mungkin ibu tidak lagi ada di rumah. Ibu hanya ingin menunjukkan sesuatu kepadamu, lebihnya ibu serahkan kepada mu”. Dia meletakkan tulisan tersebut dan mengambil sebuah flashdisk dan meninggalkan rumah itu. Setelah sampai dirumahnya zavic naik ke lantai atas karena mendengar kegaduhan diatas rumahnya. Dia perlahan membuka pintu dan melihat ayahnya sedang memarahi dua orang polisi. Zavic dengan perlahan mendekati nya karena sadar ada zavic disitu ayahnya memintanya keluar. Zavic dengan perlahan keluar dari ruangan itu. Dia langsung menuju kamarnya, pada saat mau ke kamar mandi dia melihat beberapa orang mencoba masuk ke rumah bu Susi . Zavic mengintip kedua orang itu dari balik tirai rumahnya, dan memperhatikan mereka. Mereka mencoba masuk lewat jendela belakang sama seperti zavic. Tidak lama kemudian mereka keluar dari rumah bu Susi dan datang ke rumah zavic. Mereka langsung menekan bel rumahnya zavic dengan sekuat tenaga masuk ke kamarnya tanpa sepengetahuan ayahnya dan langsung pura-pura tidur. Mereka langsung melapor pada ayahnya zavic mereka semua langsung bergegas keluar rumah. Setelah memastikan mereka semua keluar zavic langsung mengunci pintu kamarnya dan keluar menuju ruang kerja ayahnya. Disana dia mencari laptop dan menemukannya. Dia membuka file yang ada di flasdisk tersebut sontak matanya terbelalak saat melihat dirinya di perkosa ayahnya saat dia tertidur dan tak sadarkan diri. Tubuhnya gemetar, airmatanya jatuh tanpa dia sadari hatinya sakit tanpa bisa mengungkapkan rasa sakitnya seperti apa. Dia tidak melanjutkan menontonnya tubuhnya langsung lemah lunglai hingga dia jatuh ke lantai. Dia mencoba untuk tidak melanjutkan dia melemparkan laptopnya hingga layar dan keyboardnya hancur. Dia langsung pergi keruangan rahasia milik ibunya dulu dia disana menangis sejadinya tidak lama kemudian dia berdiri sambil membawa hair pin kesukaan mamanya berwarna silver motif tulip panjang 15 cm, dia menyelinapkan nya di belakang bajunya dan berlalu. Perlahan dia menuju ke ruangan ayahnya tapi ayahnya tidak ada di rumah. Beberapa jam kemudian ayahnya pulang dan mendapati zavic di kamarnya.” Apa yang kamu lakukan disini?!” Tanya ayahnya jutek.” Oh ayah kamu sudah pulang?” Tanya zavic sambil mengucek matanya. “ pergilah ke kamarmu” ujar ayahnya. Dengan muka sedih dia berjalan berlahan sebelum keluar ayahnya menghentikannya.” Tunggu kamu disini saja tidurnya” ucap sang ayah sambil menyeringai. “ aku memiliki banyak pekerjaan sehingga aku tidak punya waktu untukmu” ujar ayahnya sambil membelai rambut zavic “ hehe” tertawa kecil zavic membalas ucapan ayahnya. Pada saat ayahnya mandi zavic memasukkan sesuatu kedalam minuman ayahnya dan berpura-pura tidur. Setelah selesai mandi ayah zavic mendekatinya” kamu tau itu hair pin kesukaan ibumu.” Ujarnya seraya mengambil hair pin yang sengaja di jatuhkan zavic. “ oh ayah maafkan aku, aku tidak sengaja membawanya kemari karena aku kangen dengan ibu jadi aku lupa meletakkannya kembali” ujar zavic dengan wajah sedih. Ayahnya zavic berdiri sambil meletakkan hair pin tersebut di dekat minumannya dan mulai menikmati minumannya beberapa saat kemudian dia merasakan sakit kepala . Dia berpikir mungkin dia hanya kecapean dan segera berbaring sambil menutup matanya. Beberapa menit kemudian dia mulai mendengar seseorang memanggilnya tapi tidak terdengar jelas dia bicara apa kemudian dia merasakan ngilu di area perutnya dia berpikir itu akibat kebanyakan minum alkohol dan dia berjanji akan menguranginya. Dia mencoba meraba perutnya dan terasa basah sekali, dia pikir itu minuman yang dia tumpahkan. Tapi semakin lama sakitnya semakin menjadi dia merasa ususnya ada yang menarik keluar tetapi matanya tidak mau terbuka.” Bukankah ini yang kamu lakukan pada ibu , kau bilang ibu mati kecelakaan tapi sebenarnya kau yang membunuhnya, kau mencekik dia hingga tidak bersuara, kau juga yang mengoyak isi perutnya karena dia melahirkanku bukan anak perempuan seperti apa yang kamu inginkan”. Ucap zavic sambil menarik isi perutnya keluar. tempat tidur itu bersimbah darah. Ada beberapa bercak darah di wajahnya “ oh iya kamu tidak bisa bangun?” Tanya zavic sambil memotong ***** ayahnya.” Benda kotor ini yang kamu masukkan kedalam tubuhku” ujarnya seraya memasukkannya kedalam mulut ayahnya. Mata ayahnya menggeliat, darah keluar dari mata dan hidungnya, tangannya masih bergerak tidak menentu. “ oh kamu ingin bertanya aku mengoyakmu dengan apa?, tentu dengan benda yang sama yang kamu gunakan untuk membunuh ibu”. Ujar zavic sambil mengarahkan hair pin tersebut kearah tubuh ayahnya. “ kau yang mengajariku untuk membuatmu tertidur dan melakukan sesuatu semauku” ujarnya seraya membasuh hair pin tersebut. “Sepertinya sudah waktunya”. Ucap zavic sambil melangkah menuju jendela kamar dan membukanya “ kenapa tidak kulakukan dari awal” ucapnya sambil memegang hair pin itu “ dua langkah” kemudian dia menatap kebawah dari lantai atas tempat tidur sang ayah. kalimat itu terucap begitu saja namun zavic tau maksud dari kalimat itu. Dia menatap ke atas langit melihat warna langit malam tidak ada bintang yang kelihatan karena tertutup awan “ apakah ini warna langit setelah senja” ucapnya sambil terus menatap langit
__ADS_1