
Suara itu mengejutkan leaz sontak leaz berbalik arah kearah sumber suara tersebut. Dengan muka heran leaz menaikkan alisnya. “ kamu tidak mengingatku?.” Tanya pria itu sambil berdiri di hadapan leaz, tangan pria itu melambai-lambai di depan wajah leaz.” Siapa?.” Tanya leaz seraya menjauh. “ kamu benar-benar tidak mengingatku?.” Ujar pria itu lagi sambil melepaskan topinya. “ kamu menolongku beberapa waktu yang lalu di taman ini juga.” Ujarnya sambil duduk di samping leaz. “ oh”. Ujar Leaz, “ kamu yang mabuk waktu itu” lanjutnya lagi. “ iya”. Jawab pria itu singkat. “ rean “ ujarnya sambil mengulurkan tangan ke arah leaz. “ leaz” jawabnya sambil menerima uluran tangannya. Saat matanya bertemu mata rean untuk sesaat leaz terkagum melihat pria yang ada di hadapannya itu. Mata hijau rean seakan memiliki mistik yang membuatnya semakin menyukainya. Leaz mencoba melawan dengan memalingkan wajah kearah kirinya. Rean tau dan menatap leaz lebih dalam lagi.” Ehhem”. Ujar leaz untuk menyadarkan keduanya. Sesaat rean menunduk dan tersenyum tipis. “ aku ingin mengucapkan terima kasih”. Ujarnya “ apa kamu ada waktu luang aku ingin mentraktirmu makan malam”. Ujar rean sambil tersenyum tipis.” Bagaimana kalau hari ini?. Tanya nya lagi “ tidak bisa “ ujar leaz “ aku ada janji dengan temanku” lanjutnya “ baik kapan kamu ada waktu bisa kabari aku.” Ujarnya Leaz hanya mengangguk “ bolehkah aku meminta nomor mu?” Tanya rean. Dengan sedikit tersipu leaz memberikannya. Leaz merasakan indahnya pandangan pertama. “ apa dia tetap terlihat setampan ini kalau malam itu aku melihatnya dengan seksama.” Gumam leaz dalam hati.” Terima kasih “ ucapnya sambil berdiri. “ aku akan menghubungimu kalau aku ada waktu” ujar leaz dengan senyum. Leaz jatuh hati pada pandangan pertama. Rean senyum lebar sambil berlalu.
__ADS_1
Sambil menari-nari kecil leaz kembali ke apartment nya. “ Waqtugh rubesy syams waaqif 'el bahr ba'eed,Aamal bahkiiluh wesyrah we a'eiid, Fag-ah laaeetha we kunt fakerhaa 'arustil bahr,Kharga min maaiah we thalethaa akwa min sah, Lammaa syuftahaa albii dá tsalats daáát, Watthabla dakhalit la'ibtu gwa dmaaghii haagaat.” Dan membuka pintu rumah dan langsung berlari menuju tempat tidur setelah meletakkan barang yang dia bawa tadi dari minimarket. “ ya ampuuunn.. “ serunya sambil berguling-guling di tempat tidur “ bagaimana bisa ahahaaha”. Terdengar leaz tertawa bahagia. Tidak lama terdengar suara bel berbunyi “ ahh “ sahut leaz dengan kesal dan bergegas untuk membuka pintu. “ kamu datang di waktu yang tidak tepat” ujarnya kesal. Citra yang tidak tau apa-apa merasa bingung dengan ucapan leaz.” Ada apa tanya citra” bingung.
__ADS_1
” Menu kita sederhana” ujar leaz “ nope” ujar citra sambil menggantungkan jaketnya.
__ADS_1
Rean duduk lama menatap layar hp nya dia seperti menunggu sesuatu. “ apa yang kamu lihat?.” Tanya zavic. “ mereka baru saja keluar”. Ujarnya lagi. Zavic berpikir rean ragu terhadap kliennya yang baru saja mereka bahas. “ tidak bukan apa-apa”. Jawabnya sambil mengambil hp nya. “ kalau mereka berani macam-macam kamu tahu aku yang akan bertanggung jawab”. Ucap zavic sambil menyodorkan sebuah map kuning ke arah rean.” Bagaimana pengirimannya?” Tanya rean. “ mereka sudah sampai di gudang tapi sepertinya ada seseorang yang mencoba menyelundupkan senjata dari gudang lama”. Jawab zavic. “ gudang lama?” Tanya deon. “ iya aku baru mendapat kabar dari geon”. Ujarnya sambil melemparkan hp kearah deon. “ itu pasti keluarga atau pemerintah”. Ucap rean “ mereka melakukan itu sebagai peralihan” tambah rean. “ apa maksudmu peralihan, jelas-jelas mereka mencuri dan menjualnya di pasar gelap.” Ujar deon. “ iya aku menemukan bukti transaksi beberapa minggu yang lalu”. Jawab zavic.” Mereka sengaja melakukan itu sehingga kita tidak fokus pada acara lelang minggu depan, bahkan mereka mencuri list ku”. Ujar rean. “ aahhh mereka benar-benar menguji kesabaranku”. Keluh zavic sambil mengusap wajahnya. “ jangan melakukan tindakan gegabah hanya karena mereka memancingmu”. Ujar deon. “ bagaimana dengan kedutaan?” Tanya deon. “ mereka tidak akan bisa lari”. Jawab rean. “ apa kau yakin?” Tanya zavic heran. “ mereka membunuh perdana mentri kuwait, dengan memanipusali media. Dan mereka ingin mengambil seluruh saham yang ada di pasar”. Ujar zavic.” Untuk sekarang mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa”. Jawab rean sambil berdiri. “ aku yang akan mengurusnya”. Ujar rean sambil menutup pintu ruangan. “ apa kau yakin dengannya?”Tanya zavic. “ jangan sesekali kamu mencoba ikut campur urusan itu”. Pertegas deon. “ dia pasti memiliki rencana tapi aku tidak tau kali ini dia menggunakan metode apa.” Jawab deon. “ bukankah kamu ingin menyingkirkannya?” Tanya zavic. “ benar cepat atau lambat tapi sekarang aku masih bisa memanfaatkannya. Dan ayah masih percaya padanya.” Bukan hanya itu dia bahkan membuat suatu organisasi tanpa sepengetahuan keluarga”. Tambah deon “ bagaimana kalau acara lelang minggu depan kita hancurkan?” Tanya zavic sambil tersenyum terangsang. “ singkirkan sifat mu itu. Kamu pikir dia hanya akan duduk diam. Tidak.. hal itu tidak pernah ada di kamusnya.” Ujar deon. “ kamu benar, aku sama sekali tidak berniat menyentuhnya” jawab zavic sambil menjilati pistolnya. “ ohhh apa kamu bisa berguna untukku?” Tanya deon sambil menyeringai.
__ADS_1
Deon dan zavic bukan saudara sedarah tapi mereka bersaudara setelah bertemu di panti asuhan. Deon orang pertama di panti asuhan kasih mulia. Deon dari bayi sudah berada di panti asuhan. Sedangkan zavic dia berada di panti asuhan dikarenakan orang tuanya selalu mencoba membunuhnya. Ayahnya berubah seperti itu saat ibunya meninggal gara-gara kecelakaan dan untuk menyelamatkan zavic. Pada saat itu zavic berusia 5 tahun. Pada saat itu setiap terbangun pagi badan zavic merasa sakit sekali terutama di bagian anusnya. Hal itu berlangsung lama sekitar 2 bulan. Hal itu membuatnya terganggu untuk duduk, sehingga jalanpun dia susah. Ada seorang tetangga yang memperhatikan tingkah laku zavic. Karena kasihan, dia mencoba mengobrol dengan zavic.” Kamu kenapa berjalan seperti itu? Tanya bu Susi tetangganya. “ aku tidak tau setiap kali aku bangun badanku pasti begini” jawab zavic dengan posnya. “ apa ayahmu di rumah?” Tanya bu Susi. “ tidak dia ada di luar kota sekarang”. Jawab zavic. “ kalau kamu tidak keberatan boleh aku memeriksanya?” Tanya bu susi sambil mengulurkan tangan. “ ohh tidak apa-apa nanti juga sembuh” jawab zavic dengan yakin. Karena sebelumnya juga begitu zavic merasakan sakit hanya ketika ayahnya di rumah dan rasa sakitnya hilang ketika ayahnya pergi keluar kota.
__ADS_1