
Leaz pulang dengan membawa luka “ sampai kapan mereka akan selalu percaya pada nya, mau sampai kapan aku bisa dilihat nya lagi” ucap leaz dalam hati sambil menangis. Di perjalanan pulang leaz tidak langsung pulang menemui rean, leaz berhenti ditengah-tengah perjalanan. Dia memarkirkan mobilnya tepat dipinggir danau. Leaz turun dari mobil sambil mendekati pinggiran danau tersebut. Leaz hanya melihat sekeliling dan menikmati pemandangan yang ada di depan matanya. Dia hanya melihat dan memperhatikan riak ombak kecil yang sesekali menggapai ujung kaki leaz. Tidak terasa airmatanya mulai turun lagi, leaz mengeluarkan isi hatinya” Aaaaahhh..Aaaaaahhhh” ucap leaz sambil berteriak menangis. “ apa itu adil buat ku?” Terdengar suara leaz yang terisak” aku tau aku bukan orang yang sempurna, tapi ibu.. apa kau tidak bisa melihat sedikit kebenaran dibalik itu semua..dia .. dia bahkan mencoba membunuhku tapi ibu kau tidak bisa melihat itu” ucap leaz sambil berteriak.” Ayah kau juga sekarang membenciku tanpa tau yang sebenarnya?” Suara leaz terkadang tersamarkan oleh ombak danau yang sesekali terbentur ke dinding penghalang jalan.” Ibu .. ayah… aku sangat merindukan kalian” ucapnya terisak sambil menghapus air matanya dan mengelus perutnya” aku tidak akan pernah buta terhadapmu” ucap leaz mengelus perutnya.
__ADS_1
Adnan sedari tadi hanya memperhatikan leaz setelah melihat kesedihan leaz sedikit mereda adnan menghampirinya sambil menyodorkan minuman mineral. Leaz yang tidak memperhatikan adnan terkejut saat adnan mulai bicara” bayimu membutuhkan air” ucap nya sambil meletakkan di samping leaz. Hampir setahun mereka tidak berjumpa sehingga leaz benar-benar malu dengan keadaannya saat itu dilihat oleh adnan” aku tidak apa-apa” jawab leaz.” Iya kau tahu kamu tidak apa-apa sedari tadi kamu menangis menurutmu bayimu akan baik-baik saja?” Ucap adnan. Leaz hanya terdiam dan mulai meminum seteguk dua teguk air yang diberikan adnan. Adnan berdiri hendak berlalu “ apa kau akan mengatakan kepada semua orang bahwa aku orang yang menyedihkan?” Ucap leaz dengan suara parau. Adnan kembali duduk dan mulai melempari kearah danau.” Untungnya apa bagiku” jawab adnan.
__ADS_1
“ ya aku tidak tahu keuntungan apa yang akan kau dapatkan” ujar leaz.” Aku akan menikah dua minggu kedepan, aku tidak tahu apa itu yang terbaik atau bukan.. bagaimana nanti kalau semua tidak berjalan semestinya?” Tambah leaz.” Semua akan baik-baik saja” jawab adnan.” Apa kamu mau membesarkan bayimu tanpa seorang ayah?” Tambah adnan.” Tidak aku rasa tidak itu bukan pilihan yang tepat” sahut adnan sambil mencari batu-batu kecil untuk di lemparkan kearah danau. “ aku mencintainya” ucap leaz” binggo” jawab adnan.” Jadi apa lagi yang kau tunggu?” Tanya adnan” kedua orang tuaku tidak menganggap ku sebagai anak mereka” ucap leaz sambil air matanya bercucuran. “ aku akan menggantikan mereka” ucap adnan sambil bermain dengan air. Leaz tau itu hanya sebuah lelucon yang sengaja dibuat untuk menemaninya bercerita.” Kalau kamu tidak memberitahukannya padanya menurutmu apa dia akan baik-baik saja atau dia tidak akan menikahimu?” Tanya adnan. Leaz hanya diam, “ dia akan menikahiku” ucap leaz. “ kalau begitu ayolah kau terlalu lama berada disini.” Ucap adnan mengulurkan tangannya ke arah leaz. Leaz menatapnya dengan dalam saat matanya bertemu mata adnan. Adnan merasakan sesuatu merobek, menghancurkan hatinya. Seakan dia tenggelam dalam lautan yang sangat dalam dan susah bernafas. Sesaat kemudian adnan mengeluarkan suara terengah-engah dan seperti orang sesak nafas. Leaz yang melihat terheran” kamu tidak apa-apa?” Tanya leaz sedikit khawatir kemudian adnan menunduk menutupi wajahnya diantara kedua kakinya.seolah-olah adnan yang berada di bawah arus air tidak bisa bernafas. Kemudian adnan mencoba berdiri meski dia masih gemetaran dan mencoba tidak melihat wajah leaz. Leaz yang sedikit terkejut mengikutinya dari belakang.” Maaf aku tidak bermaksud untuk membuatmu tidak nyaman dengan mengucapkan kata-kata ku tadi” ucap leaz” kamu tidak salah hanya saja aku tadi tidak memperhatikan ucapanku” jawab adnan” aku akan datang di hari jadimu nanti dan menjadi pengiringmu itu pun kalau kamu tidak keberatan” jawab adnan. “ datang saja itu sudah cukup “ jawab leaz.
__ADS_1
Malam itu adnan merokok di balkon di samping kamarnya, mengenakan celana training dan memandang wajah gadis yang sedang tersenyum di layar hp nya” sepertinya aku tidak bisa” ucapnya sambil mengelus layar hp nya “ tapi aku sudah berjanji” ucapnya sambil menutup rokoknya. Adnan kemudian memasak ala kadarnya untuk dirinya sendiri dan mulai membersihkan rumahnya. Setelah beberapa jam adnan keluar dengan Kawasakinya dan menuju sebuah tempat bordir pakaian, tidak lama dari situ adnan berhenti di sebuah toko perhiasan. Dan memilih sebuah anting yang sangat bagus dan memiliki ukiran yang sangat rapi setelah memperhatikan beberapa type adnan memutuskan memilih anting dengan type yang sangat sederhana berukuran sedang dengan motif drop earring yaitu sparkly earring. Dengan itu saja adnan membayangkan wajah leaz yang sedang tersenyum mengenakan anting yang diberikannya. Dengan senag hati adnan membungkus dan menjadikan sebagai hadiah untuk hari jadinya nanti.
__ADS_1
Beberapa hari setelah leaz menjelaskan semua yang terjadi pada rean. Rean merangkul leaz dengan sangat erat dan meminta maaf atas kelalaiannya membiarkan leaz pergi sendiri. Leaz sebenarnya memiliki keraguan dengan menikah dengan rean namun dia mencintai rean. Hari itu rean dengan senang mengajak leaz untuk persiapan pernikahannya, mereka menyesuaikan gaun yang akan digunakan leaz dan mengatur lokasi resepsinya. Leaz tidak begitu antusias karena kedua orang tua rean tidak begitu perduli pada mereka seolah-olah mereka dilepaskan begitu saja sedangkan leaz berharap orang tua rean bisa memperlakukan leaz sebaik mungkin bukan untuk tidak dianggap. Leaz hanya mengiyakan apa yang rean pilihkan dengan alasan capek leaz pulang terlebih dahulu di tengah perjalanan leaz bertemu adnan dan adnan memberikan hadiahnya dahulu “ maaf aku tidak tahu aku bisa datang atau tidak karena akhir pekan ini aku akan keluar kota aku tidak tahu bisa sampai atau tidak pas hari jadimu” ucap adnan sambil menyodorkan hadiahnya leaz menerimanya dan merasa sedikit kecewa. Dan hanya tersenyum melihat adnan berlalu leaz hanya memandangnya jauh seiring bayangan adnan semakin menjauh.
__ADS_1