Dia Anakmu

Dia Anakmu
Pulang Kampung


__ADS_3

"Mama sudah selesai, sekarang mama ingin meminta pendapat mu,".


"Kalau menurut aku sih, kita carikan aja Aisha suami yang baik yang sayang sama dia, udah beres, lagian kan Makdang ga menuntut mama dan papa untuk menjodohkan Aisha sama Jose".


"Percuma kamu lulusan S2, tapi pikiran mu ga sampai kesana, kamu itu orang minang, kamu tau ga sih orang minang itu punya pepatah, "alun takilek lah takalam, alun nampak ikan si aia lah tantu jantan batino".


Arti nya, walau pun Makdang tidak mengatakan secara langsung, namun dari perkataan nya yang menitipkan anak anak nya, kami sudah tau kalau sesungguhnya Makdang mengingatkan kami akan janji yang pernah kami buat. Kamu ngerti ga Jose, pak Ismail mulai angkat bicara.


"Tapi aku udah punya Wenny pa, lagian mama dan papa kan tau kalo papa Wenny mempunyai kerjasama dengan perusahaan kita, apa kata dia kalo Jose sampai menduakan anak nya".


"Mama minta maaf kalo tidak memberitahu kamu sebelumnya dengan perjodohan ini, namun menurut mama, hubungan kamu dengan Wenny juga bukan lah hal yang baik, karena di dasari oleh hubungan bisnis, alangkah baik nya kalo memulai suatu hubungan memang murni di dasari atas perasaan cinta dan kasih sayang".


"Dari segi mana mama bisa mengatakan kalo aku dan Wenny tidak cocok?".


"Sudah lah, mama tidak mau beradu argument dengan mu, dan mama tidak mau dibantah, titik".


"Mama sudah mengajukan cuti, kita berangkat ke kampung minggu depan, bilang sama Andi untuk menghandel dulu semua pekerjaanmu, kita di kampung kurang lebih dua minggu".


"Terserah mama aja lah, tapi jangan salahkan Jose, kalo nanti pernikahan kami tidak bahagia, ancam Jose pada sang mama.


"Apa maksud mu?, mama ga pernah mengajarkan kamu jadi anak yang pembangkang ya".


"Kan sudah abang bilang kalo uda udah ada calon istri, dan uda udah janji untuk menikahi nya, ga mungkin uda meninggalkan dia, abang udah bersama dia sejak kami sama sama baru kuliah ma".


"Hai guys....,Tiara yang baru turun dari kamarnya, tetiba berteriak memecah suasana.


"Apa apaan kamu Ara, anak perempuan kok teriak teriak, tegur sang ayah.

__ADS_1


"Maaf my father, habis semua pada ngomong keras sampe kedengeran ke kamar uni. jawab nya sambil nyengir.


"Un, kami sabtu depan mau pulang ke kampung, sekalian ziarah ke makam inyiak, andung dan ungku, kamu kayak mana? mau ikut atau tinggal".


" Tinggal aja ma, minggu depan udah mulai co *** di RSPN ga nungkin kan ikut, lagian nanti aku lebih banyak di rs ma, mungkin jarang pulang nnti.


" Ok lah, persiapkan sebaik baik nya ya, usaha kan tamat sesuai target ya, pas dinas lakukan dengan benar biar ilmu nya manfaat.


"Siap kombes...hahahaha....


"Apa itu kombes,? segah sang mama.


"Tau deh, tanya aja sama si uda, aku pernah dengar dia bilang bilang kombes waktu ngomong sama bang Andi".


"Huh, dasar bocah, bisa bisa nya kamu nguping pembicaraan orang ya".


"Ga kok ma, kombes itu komisaris besar, mama kan emang komisaris di perusahaan kita, Jose berusaha beralasan sambil mengangkat dua jari nya membentuk piis (✌) 😃😃.


Jose duduk di ruangan nya sambil pandangan nya menerawang jauh, dia bingung apa yang akan di katakan nya pada Wenny, bagaimana cara nya menjelaskan kalo ini semua bukan keinginan diri nya, tapi karena perjodohan balas budi kedua orang tua.


Sementara waktu sudah semakin dekat, tinggal 4 hari lagi sebelum keberangkatan nya le kampung halaman nya di Sumatera Barat, di satu sisi dia sudah sangat nyaman dengan Wenny, karena mereka sudah bersama selama 7 tahun, sebetulnya sudah lama pacarnya itu meminta diri nya untuk melamar, namun entah kenapa diri nya selalu menunda nunda dengan alasan masih ingin membangun karir dan memajukan perusahaan nya, mengingat perusahaan ini adalah milik ayah nya, jadi dia ingin memiliki perusahaan nya sendiri, dari hasil usaha nya sendiri.


Sekarang di saat usaha nya mulai menampakan hasil, dan saat diri nya berkeinginan untuk melamar kekasih nya, dengan tiba tiba ibu nya menyodorkan calon istri dengan alasan mereka sudah di jodohkan sejak lahir.


Bunyi ponsel nya yang tetiba mengagetkan dan membuyarkan lamunan nya, sesaat dia liat kalo Wenny kekasihnya lah yang menelepon.


"Mas, kamu kemana aja, dari kemaren ga menghubungi aku, tanpa basa basi Wenny langsung merepek tanpa jeda.

__ADS_1


"Kita ketemuan yuk, pas makan sianv nanti, ada yang mau aku omongin ke kamu,".


"Asik, mau ke rumah ya, ngelamar aku?". di tempat biasa aku tunggu ya mas,". tanpa memberi jeda, Wenny langsung mematikan telepon nya.


"Wen, sabtu depan mas pulang kampung, ".


"Hmmm...,dalam rangka apa tu?", aku ikut ya, biar sekalian kenal sama saudara saudara kamu di sana.


"Aku mau di jodohin sama anak abang mama.


"Mas, jangan becanda deh, ini bukan April mop loh,.


"Aku serius, coba kamu liat wajah ku, keliatan kayak lagi becanda ga?, sebetulnya ini lah yang mau aku bicarakan sama kamu, aku udah berusaha menolak perjodohan itu, tapi g bisa, karena hutang budi mama dan papa yang ga akan terbalas dengan harga berapa pun.


"Jadi, kalo kamu menikahi anak nya hutang budi itu lunas?, kalo memang segampang itu mudah ajalah membuat budi baik, nanti tinggal nikahkan aja kalo anak keturunan nya udah kaya dan sukses selesai deh, emang begitu ya adat istiadat di kampung mu, dasar kampungan, lagian apa udah berubah seleramu jadi selera kampungan, udik dan ga berpendidikan. Wenny terus merepek tanpa memberi kesempatan pada Jose untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya.


"Pokok nya aku ga peduli ya mas, aku tetap harus menjadi istri kamu kayak mana pun cara nya, lagian kamu udah janji sama aku, dan kamu juga punya perjanjian kerjasama dengan papa, apa kamu ga mikir efek nya jika kamu berani nyakiti aku, ingat mas, aku bisa aja melaporkan hal ini sama papa, dan kamu liat nanti seperti apa kesudahannya. Ancam Wenny.


'Aku udah kenyang, aku mau balik ke kantor, ingat, terserah kamu mu seperti apa akhir nya". Tanpa makan Wenny meninggalkan cafe tempat mereka makan siang.


----


"Cepat da, Jose, nanti kita ketinggalan pesawat, pak Ujang udah nunggu tu,. Ara, mama berangkat ya, kamu hati hati di rumah, jangan lupa selalu kasih kabar ke mama ok,. Bi Kus, jangan pernah bukain pintu buat orang yang g di kenal ya, kunci selalu pagar, saya berangkat dulu ya".


"Pak Ujang, mampir ke klinik sebentar ya".


"Baik bu.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Ka, ibu berangkat ya, nanti koordinasi sama Tiara, dan jangan lupa kirim laporan rutin.


"Baik bu, sahut Rika, salah satu bidan yang bekerja di klinik Mutiara Hati milik Ibu Fatma.


__ADS_2