Dia Anakmu

Dia Anakmu
Perjodohan tidak selamanya jodoh


__ADS_3

Setelah istirahat dan makan siang, bu Fatma ingin melanjutkan pembicaraan tadi siang, namun seperti nya dia tidak melihat abang nya itu, saat di tanya pada amak nya, amak nya mengatakan kalau uda nya itu pergi ke heller tempat menggiling padi, karena ada orang yang mau membeli beras, selama ini bu Fatma memang tau kalau udanya itu seorang sarjana pertanian dan peternakan namun bu Fatma tak tau pasti apa pekerjaan udanya itu, setau dia uda nya cuma mengelola sawah peninggalan alm ayah nya saja.


"Aisha dima mak, kok dari mulai kami datang kami belum ada melihat nya?.


"Memang seperti itu dia tu, dia pemalu, dia hanya mau berbicara kalau di ajak bercakap cakap saja, kalau tidak dia sibuk berdua dengan etek nya saja itu pasti di belakang.


"Biar lah sayo turun melihat dia ke belakang yo mak,.


"Dasar kampungan, masak dengan saudara sendiri saja malu, pantesan aja udah umur segitu belum ada pacar nya, dengus Jose yang rupanya terdengar dengan nenek nya.


"Sia yang kampungan nak?, Aisha maksud mu, dia tu tidak ada pacar bukan berarti tidak ada yang mau nak, semalam saja, sebelum kalian datang, ada tiba utusan kekuarga pak walikota rupanya beliau ingin meminta Aisha untuk anak nya yang dokter itu, alun ado kami jawab lagi, karena Makdang mu berjanji senin bisuak memberi jawabannya, kalau yang model itu alah banyak nak, nda awak yang pergi bertanya ke rumah keluarga laki laki tapi selalu nya keluarga laki laki yang datang bertanya, perwira, camat, dokter, pengusaha alah semua datang tapi adek kau tu tak mau juga, bingung nenek, ntah dia yang tak mau ntah makdang kau yang tak mau.


"Kok bisa ga mau nek, emang se cantik apa sih Aisha sekarang,.


"Hehehe, kau liat saja lah nanti sendiri, itu pun kalau kau berhasil bertemu dia.


 


Selepas Isya, mereka berkumpul kembali di ruang tengah, sambil memakan rebusan ubi, kacang hasil ladang mereka di temani kopi panas, makdang kembali membuka percakapan yang tertunda siang tadi.

__ADS_1


"A, jadi baa Fat, bilo uda pai ka Jakarta untuk melamar calon si Jose ko, jangan di lama lama kan juga lagi, nanti dosa yang terjadi awak orang tua yang salah.


"Kok jadi kayak gini da, bukan nya kami pulang ini mau membahas perjodohan Jose dan Aisha,.


"Uda itu bukan nda mau, cuma uda paham dengan kondisi anak anak kini, dengan lahir dan besar di rantau nda mungkin Jose indak bergaul maka nya uda tanya, jangan sampai karena perjodohan kito ko menyakitkan hati orang lain, dosa untuk awak, apalagi kalau hati dia sedih mendoa dia sama Allah jadi penyakit untuk kita selama nya.


"Barumah tanggo ko bukan sehari dua hari, kalau bisa sampai mati sampai di sarugo (surga) kalau bisa.


"A, jadi baa, duduk lah Jose sini dekat Makdang nak jelas semua nya, bagaimana yang rancak.


"Kalau dek amak, sa rancak nyo Jose tetap menikah dengan Aisha, karena kan lah ada perjanjian antara kalian dulu sewaktu si Aisha baru lahir. Orang yang datang belakangan tu buat apa kita peduli kan, janji ko utang sampai bila bila.


"Jadi sekarang secara agama saya terima janji yang telah terucap 24 tahun yang lalu itu, dan setelah saya terima, semua berarti kembali kepada kami, akan kami petimbangakan apakah kami akan melaksanakan nya atau kami menolak nya, jadi saat ini kami menolak nya, karena menyakiti hati orang termasuk dosa, bisa berbalik ke kita kalau mereka berdoa pada Allah akibat iba hati nya tu. Sampai dua kali Makdang Zul mengulang nya, karena kereligiusan keluarga mereka, mereka tak ingin jika sampai berbuat salah yang menyebabkan nnti buruk pula kehidupan anak anak nya, karena dalam ajaran agama semua perbuatan yang kita lakukan pasti kmbali kepada kita baik itu perbuatan baik apalagi perbuatan buruk.


"A, kini Makdang mau ngomong sama Jose, orang mana calon istri kemanakan makdang ni?.


"Orang Jawa, Makdang, tapi lahir di Jakarta dan semua keluarga inti nya sudah tinggal di Jakarta.


"Tapi makdang, mama dan ayah bilang perjodohan ini untuk balas budi sama makdang yg sudah membantu mama dan ayah waktu zaman susah dulu.

__ADS_1


"Astagfirullah, itu kecek mama Jose?, iyo baitu Fat?.


"Sungguh Lillah, indak terpikit sedikit pun sama makdang bahwa bantuan yang kami berikan dulu akan menjadi hutang budi di kemudian hari, kalau baitu makdang tidak setuju sama sekali akan perjodohan ini, itu bukan perjanjian nama nya jika ada penyebab nya,membuat murka Allah saja. Baa menurut amak.


"Kalau seperti itu amak juga tidak setuju Fat sangat tidak setuju, si Zul menolong kau dulu kan karena memang kewajiban dia sebagai abang dan saudara kau satu satu nya, dan sebenarnya itu juga karena perintah dari amak dan ayah, dahulu itu bukan kami indak sanggup membantu kalian hanya kami ingin melihat bagaimana keseriusan kalian berumah tangga walau pun tidak ada restu kami.


"Kini kito kembalikan pada di Jose, bagaimana nak, tanya makdang Zul.


"Jose menerima perjodohan ini makdang, walaupun awal nya mama dan ayah bilang karena balas budi namun seperti nya saya bisa menerima Aisha menjadi istri saya.


"Jun, tolong panggil saudara kau tu, apak nio batanyo samo inyo.


"Assalamualaikum, iya buya, buya memanggil Aisha?.


Alangkah terkejutnya mereka yang baru datang dari rantau, ternyata aisha memakai cadar. Sehingga Jose yang penasaran dari awal makin penasaran.


"Duduk sini nak dekat buya, buya mau bertanya, Aisha mau menerima perjodohan ini?.


"Maaf ya, Aisha tidak menerima.

__ADS_1


__ADS_2