
Semua terkejut dengan pernyataan Aisha, mereka tidak menyangka kalau Aisha akan menolak perjodohan ini. Terutama ayah nya pak Zul, karena sebetulnya pak Zul tau kalau dari dulu sesungguhnya Aisha menyukai Jose, dan sebenarnya bukan tak sampaikan nya pada anak nya tentang perjodohan itu, hanya mereka memang tak pernah berharap karena dari dulu Fatma adik nya tak pernah membawa anak anak nya pulang ke kampung, alasan nya mereka bersekolah, maka nya jika ingin bertemu hanya dia dan keluarga nya lah yang berkunjung.
"Kenapa Aisha tidak mau? Tanya nenek nya. Tak suka Aisha sama Jose?.
" Maaf kan Aisha buya, nenek, etek dan pak etek, tadi Aisha sebenarnya ikut menguping dari belakang, Aisha juga perempuan, alangkah sedih nya calon Uda Jose sudah lama mengenal berharap nak jadi istri rupa nya tak jadi, bagaimana pula perasaan orang tua nya, coba buya renungkan, baa raso hati buya kalau itu terjadi sama ambo. Jadi Aisha putus kan menolak, karena buya tau kan dalam islam anak perempuan yang akan di nikahi wajib di mintakan persetujuan nya, dan ia berhak menentukan ayah yang baik untuk anak anak nya kelak, itu termasuk hak anak dan kewajiban orang tua yaitu memberikan ibu atau ayah yang baik untuk mereka.
"Aisha berundur dulu, karena anak mengaji sudah menunggu di surau, assalamualaikum.
Diam diam Jose mengikuti Aisha ke mushala depan rumah nenek nya, dia penasaran apa betul yang dikatakan Aisha atau sekedar alasan nya aja supaya pergi dari majelis rapat itu.
Assalamualaikum, ondeh maafkan uni ya agak terlambat, kami sadang ado tamu, etek Fat dan keluarga nya datang dari Jakarta. Jelas Aisha pada anak didik nya tanpa diminta.
Aisha, selain mengajar tahsin dan tahfidz juga mendidik mereka dengan aqidah dan akhlak yang sesuai dengan ajaran dan sunnah Nabi, kebetulan Aisha anak yang beruntung bisa bersekolah di Pesantren namun dia tidak pelit untuk berbagi ilmu sehingga seluruh orang tua di kampung nya senang pada nya dan menyuruh anak anak mereka usia balita sampai sekolah lanjutan atas untuk mengaji pada nya. Bahkan orang tua orang tua di kampung mereka yang mempunyai anak laki laki tak segan segan menyuruh utusan mereka untuk datang pada nenek Maryam agar sudi datang ke rumah mereka untuk meminta anak laki laki mereka agar menjadi suami Aisha. Sayang nya tak satu pun permintaan itu yang di penuhi keluarga Makdang Zul, karena ada perjodohan antara Aisha dan Jose dan Aisha pun sebetul nya menyukai Jose.
"Hari ini kita tidak belajar tahsin atau setoran tahfidz ya, karena hari ini kita belajar fiqih wanita.
__ADS_1
Sementara Jose duduk di luar pintu sambil melihat dan mendengar Aisha mengajar.
Adik adik semua, karena saat ini adik adik sudah SMA, mana tau nanti ada yang setelah tamat SMA ada yang mendapat rejeki dari Allah berupa jodoh pendamping hidup, tidak apa apa, namun yang harus di perhatikan adalah sudah siap kah kita menjadi ibu?, siapa bilang menjadi ibu itu pekerjaan yang mudah, malah menjadi ibu adalah pekerjaan mulia yang kalau kita tidak ada ilmu nya akan menyebabkan hancur nya satu generasi.
"Tidak ada salah nya seorang ibu tetap memiliki karya atau bekerja di luar rumah asalkan ia bisa lebih mengutamakan keluarga nya terutama suami dan anak nya, untuk itu si ibu harus paham dan pintar karena ibu adalah madrasah pertama anak anak nya.
" Jangan sampai anak anak kita nanti mengetahui tentang kehidupan dunia di luar sana dari orang lain, ibu harus bisa pada satu ketika menjadi ibu yang siap menegur dan menasehati anak dia saat dia salah, menjadi teman di saat anak butuh tempat untuk bercerita, jadi dokter di saat anak sakit, menjadi koki yang baik agar makanan yang di makan anak benar dan sehat, menjadi guru di saat anak ingin bertanya apa yang mereka tidak tau, menjadi pengawal saat anak merasa membutuhkan perlindungan, pokok nya ibu harus bisa jadi apa aja yang anak inginkan.
"Namun ada satu hal juga yang sangat berperan penting agar anak anak kita kelak menjadi anak anak yang sholeh dan sholehah yaitu mencarikan ayah yang baik untuk mereka.
"Mau dengar sebuah kisah ga di zaman Rasul Muhammad dulu.
Serentak mereka semua memjawab mau, karena memang itu lah yang mereka tunggu tunggu saat Uni Aisha bercerita tentang Nabi Muhammad dan sahabat sahabat nya.
" Dulu di zaman Nabi datanglah seorang anak muda menghadap kepada Nabi untuk mengadukan ayah nya, dia berkata bahwa ayah nya sudah berbuat zalim kepada nya. Rasulullah bertanya kezaliman apa yang sudah di perbuat ayah nya pada diri nya. Dia berkata bahwa ayah nya tidak memberikan dia ibu yang baik, dan ayah nya juga tidak memberikan nama yang baik pada diri nya. Lalu Rasul bertanya kembali, memang siapa ibumu, ibuku adalah seorang budak dan namaku adalah hitam legam (jika diartikan dalam bahasa Indonesia), kita memang tidak bisa memilih dari orang tua mana kita akan lahir, namun saat kita dewasa kita bisa memilih pasangan yang baik untuk kita karena itu kewajiban kita dan hak anak anak kita.
__ADS_1
"Sampai disini dulu pelajaran kita ya, ada yang ingin bertanya?.
" Uni, kalau sudah terjadi bagaimana cara nya, apa kita harus mencarikan ayah atau ibu baru untuk anak anak kita?.
"Astagfirullah, Ani, bercerai maksud Ani?. Itu adalah pekerjaan halal yang di benci Allah.
" Dalam alquran Allah berfirman sesungguh nya laki laki yang baik itu untuk perempuan yang baik, begitu juga sebaliknya, nah jadi kalau sudah terlanjur seperti kisah tadi, sang ayah seharus nya membebas kan ibu si anak yang seorang budak tadi agar si anak mendapat harga diri di mata masyarakat. Ada pertanyaan lagi?.
"Uni, kalau memang bercerai itu di benci Allah, bagaimana dengan poligami, jika memang si suami ingin menikah lagi tanpa menceraikan istri nya.
" Berpoligami tidak dilarang dan tidak juga dianjurkan, dlm alquran surah annisa di katakan Allah nikahi lah oleh mu satu, dua, tiga atau budak, jadi pada zaman dahulu sebelum Rasulullah mendapat wahyu, di arab ada budak yang boleh di gauli oleh majikan nya tanpa di nikahi jika di nikahi akan lebih baik, namun jika kamu tidak bisa berlaku adil maka satu sudah cukup bagi mu.
"Sebetulnya dalam islam untuk berpoligami suami tidak perlu meminta izin istri nya, namun karena dinegara kita selain undang undang pernikahan secara islam kita juga punya undang undang pernikahan secara negara yang mengatur bahwa jika seorang suami ingin menikah lagi harus ada bukit tertulis dari istri pertama yang mengatakan bahwa sang istri mengizinkan, sudah? Kalau belum puas nanti di lain hari kita bisa membahas tentang bagaimana rumah tangga yang baik yang bercermin pada rumah tangga Rasulullah. Assalamualaikum.
Jose tertegun dengan cerita dan kemudian buru buru menghampiri Aisha ketika dilihatnya Aisha sudah keluar.
__ADS_1
"Maukah engkau di poligami?.