
"Naik lah ke atas rumah semua, untuk acara walimatul ursy nya, ustad Khalid nan memberi khutbah nikah nya, seru nenek Maryam.
Sementara di belakang rumah, seluruh etek dan sanak saudara yang perempuan sibuk mempersiapkan jamuan makan bagi undangan yang datang di acara akad nikah mereka, sementara seluruh saudara laki laki aisha sibuk menating ( menghidangkan) makanan ke atas rumah.
Ustad Khalid berkata karena hari sudah menjelang magrib, alangkah baik nya shalat magrib dahulu, ba'da magrib makan bersama baru ba'da isya beliau akan memberi khutbah nikah untuk kedua mempelai.
Akhirnya semua undangan setuju
Sementara di dalam kamar Aisha yang saat ini sudah menjadi kamar pengantin mereka, Aisha terlihat sudah selesai mandi dan bersalin baju dengan baju gamis yang biasa dia pakai tak lupa hijab besar berwarna senada ia sudah bersiap siap untuk shalat magrib, ia berencana shalat di kamar nya saja sampai acara di rumah gadang nya selesai karena biasa nya ia shalat di mushala bersama anak anak mengaji nya, saat ini ia tidak mengenakan cadar nya karena Jose sudah menjadi mahram nya, hanya saja ia belum berani membuka hijab nya biar lah, waktu yang menentukan kapan ia akan membuka hijab nya di depan suami nya kelak.
Ia pun sudah menyiapkan baju teluk belanga (baju khas melayu yang sering di pakai untuk shalat) untuk Jose, terdengar ketukan pintu, bergegas Aisha memakai niqob nya dan membuka kan pintu, rupa nya Ridwan adik nya, Ridwan bertanya apakah ia akan shalat di mushalla karena mereka semua akan ke masjid untuk shalat magrib, Aisha mengatakan ia akan shalat di kamar nya saja. Tak lama kemudian terdengar lagi ketukan, saat Aisha membuka pintu terlihat Jose di depan pintu menunggu Aisha mempersilahkan nya masuk, sambil bertanya kemana Jose setelah akad tadi. Ternyata Jose kmbali ke kamar nya, dia awal nya ingin ke kamar Aisha, namun ia ragu, saat ia ingin mandi ketika dia lihat lemari nya ternyata tak ada satu pun bajunya dalam lemari itu, saat dia tanya pada mama nya ternyata seluruh baju dan perlengkapan diri nya sudah di pindah ke kamar Aisha, dan kamar nya akan di jadikan kamar untuk adik adik sepupu nya tidur.
Aisha tersenyum dia berkata memang benar sudah berpindah karena saat shalat jumat tadi etek Emi dan Melly sibuk memindahkan nya, karena saat ini mereka sudah sah menjadi mahram maka nya sekarang mereka sudah boleh sekamar.
__ADS_1
Saat Jose masuk, Aisha kembali menutup pintu dan membuka niqobnya. Alangkah terkejut nya Jose melihat paras wajah Aisha, ia sama sekali tak menyangka kalau Aisha serupawan itu, hal itu jauh di luar ekspektasi nya, dia menganggap seorang Aisha itu karena seorang gadis desa adalah gadis yang kampungan hitam jelek bibir tebal hidung pesek tak terawat ternyata seorang Aisha memiliki kulit wajah yang putih bersih kedua pipi nya kemerahan seperti memakai blush on, bibir Aisha tipis berwarna pink alami tanpa lipstik, alis mata Aisha tebal tertata seperti dicabut, padahal tanpa pernah sekali pun ia cabut, hidung Aisha bangir, mancung untuk ukuran hidung orang indonesia, mata Aisha indah bulat penuh pada nektra hitam nya seperti orang yang memakai kontak lensa, ia sampai ternganga tak percaya melihat wajah yang ada di hadapan nya. Sampai di sini dia sadar kenapa banyak pinangan yang datang meminta Aisha kepada makdang nya.Sangat jauh berbeda dengan Wenny bertahun tahun dia pacaran belum pernah sekali pun dia bertemu Wenny tanpa berdandan, dia selalu melihat Wenny begitu cantik dan modis dengan wajah full make up.
"Uda, da, ujar Aisha sambil mengibaskan tangan nya di depan wajah Jose.
"Uda mau mandi? sebentar lagi Magrib, bukan kah uda harus shalat ke masjid?
Uda kenapa, tanya Aisha sambil memegang tangan Jose, ia terlihat kuatir melihat wajah Jose pucat seperti hendak pingsan.
Jose pun terkejut melihat Aisha yang memegang tangan nya, dia tak menyangka jika Aisha berani menyentuh nya.
"Ai, boleh kan uda mencubit pipi kamu?,
"Tidak boleh uda, itu akan menyakiti Aisha, lagian kenapa uda ingin melakukan nya?.
__ADS_1
"Uda hanya ingin memastikan kalau yang di hadapan uda sekarang memang betul Aisha, bukan bidadari, gombal Jose.
"Aisha tertawa, tak sedikit pun muka nya memerah, sampai sampai membuat Jose heran, terbuat dari apakah gadis nya, bahkan saat di puji pun tidak ada terlihat dia malu atau pun bangga.
"Uda, uda, kalau mau merayu tak usah berlebihan, inshaallah tak akan mempan pada Aisha. sebelum uda sudah banyak yang mengatakan nya, bahkan bukan hanya sekali namun berkali kali, uda tak percaya?, sambil menarik tangan Jose, kemudian dia menunduk seperti menarik sesuatu dari bawah tempat tidur nya.(tempat tidur nya sebuah dipan berukir dari kayu jati dengan dua kasur kapuk besar)ternyata sebuah kotak air mineral ketika dia buka rupanya berisi tumpukan surat berbagai bentuk dan warna sampul dan wangi wangi lagi, lalu Aisha berkata, itu isi nya semua surat dari ntah siapa siapa yang datang setiap hari melalui etek, Ridwan, Dody, Jun bahkan di teras rumah 😊, tanpa tersirat sedikit pun bangga saat mengatakan nya.
Jose yang penasaran memgambil satu surat yang ada dalam kotak itu, entah berapa banyak surat di dalam nya, saat dia lihat tanggal nya rupa nya 4 hri sebelum mereka akad, bergesa ia membuka sampul nya, ternyata pengemar baru yang dia ingat belum tercetus nama nya dari cerita yang ia dengar sebelum ini.
"Nanti kita lanjutkan, sekarang uda mandi bersiap sholat jumat ya.
---
Alangkah ramai nya sanak keluarga di luar rumah, Jose tak menyangka sukuran ba'da walimahan sekalian khutbah nikah lebih ramai dari pesta pernikahan anak pejabat.
__ADS_1
Dalam khutbah nikah nya Ustad Khalid memberi petuah, bahwa menikah itu bukan hanya berdua suami istri saja, menikah itu berarti menikah dua keluarga, selaku suami istri hrus bisa memilah mana yang keluarga besar boleh tau mana yang hanya suami dan istri saja yang tau, surga istri adalah suami sedang surga suami adalah ibu nya, jika kedua belah pihak bisa berlaku adil maka inshaaallah semua akan baik, berlaku dan bertindaklah seperti yang di anjurkan Rasulullah, karena sesungguhnya dalam diri Rasulullah uswatun hasanah. Istri yang baik adalah yang bisa menjadi penyejuk bagi suami nya, menjadi teman saat suami kesusahan dan bisa menyimpan apa pun keburukan suami nya.
Nenek Maryam tampak sibuk melihat perjamuan karena ia kuatir hidangan yang di sediakan tidak cukup, dia tidak menyangka jika seluruh sanak saudara di kampung mereka datang dengan antusias. di saat yang bersamaan pun nenek Maryam mengundang mereka untuk datang kembali esok dalam acara sukuran setelah akad nikah.