Dia Anakmu

Dia Anakmu
Menikah...


__ADS_3

Jumat pagi di kampung...


"Zul, tolong bilang sama adik adik kau semua yang laki laki, berkumpul di sini ba'da shalat jumat ya, kita rapat di surau.


Kau Fat, tugas mu menyampaikan pada istri istri nya, waktu lah sempit hanya tinggal seminggu lagi.


Di Mushalla rumah gadang...


"Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuhu, amak disini selaku yang di tuakan dan satu satu nya orang tua kalian yang tersisa, menyampiakan kalau kamanakan kalian si Jose ka manikah jo anak kalian si Aisha, mungkin kalian lah tau juo kalau dari dulu anak anak tu memang lah berencana kita jodohkan, Alhamdulillah qadarallah semua nya berjalan sesuai izin Allah.


Jadi amak rencana membuat acara nikah sajo dan mendoa sa urang siak sajo karena kalian kan tau lah banyak bana kito menolak pinangan yang datang untuk Aisha, amak takut kalau kita membuat acara gadang kanai sawan anak daro pula anak kemanakan kalian tu beko, karena orang ko rambut yang sama hitam hati jo pikiran nyo kito nda tau.


"Tapi mak, Aisha tu, kamanakan paling gadang padusi, ini pula baru ambo ba minantu (di daerah kami, kemenakan perempuan sama kedudukan nya dengan anak perempuan, bahkan kalau kemenakan nya dapat suami org hebat yang harus memberi jwmoutan besar, mamak atau saudara laki laki ibu nya akan ikut memberi uang jemputan tersebut). Ambo nio baralek, timpal Mak ongga Bahktiar sepupu ibu nya.


"Betul tu mak, biar dari kami biaya pesta nya semua, selaku bako anak daro (bako itu keluarga dari pihak ayah). timpal Pak Ambo, sepupu pak Zul.


Ayah dari umi nya Aisha adalah abang kandung Nenek Maryam nenek nya Aisha dan Jose, maka nya paman dari pihak ibu dan ayah nya semua ingin mengadakan pesta yang meriah, apalagi selama ini belum pernah ada pesta di dalam keluarga mereka.


"Bantuak iko sajo lah, mendoa kita tu sekalian baralek ketek sajo, nda usah ba orgen orgen bagai (ga usah pake pake band), nanti kita panggil nasyid kawan kawan si ridwan, kito buat hidangan prasmanan sajo, nda usah di hidangkan di atas rumah, baa lai setuju, kata nenek Maryam lagi.


"Tapi mak, saran ambo kita tetap mambantai jawi saikua (memotong satu ekor sapi), amak tau lah seperti apa, mendoa di keluarga kita ni, sedangkan kita mendoa sukuran setelah hari raya qurban sajo, dari ba'da asar sampai isya. ujar Pak Ambo.


"A, jadi lah kalau seperti itu, undangan nda usah wak antar antar kan, lah nda sempat lagi, umum kan sajo di Musajik Gadang (Mesjid Raya), minta tolong mereka menyampaikan kepada seluruh dunsanak atas nama keluarga besar Alm Buya Marganti dan Amak Maryam. Itu tugas kau tu Zal.


"Kau Siti, selaku menantu paling tuo, dan yang paling paham, kau bertanggung jawab dengan dapur, jangan sampai dunsanak tak ber sambal makan, malu kita.

__ADS_1


"Kau Lina, tugs kau bagian pelaminan, keluarkan lah punya almh umi si Aisha tu.


Kau Ani, bertanggung jawab dengan alat alat pesta, minta kunci sama Aisha, bersih bersihkan lah dulu sebelum dipakai terakhir sudah di sewa wali nagari kampung sebelah, kalian susun lah siapa siapa yang nak kalian tunjuk untuk menolong kalian ya.


"Zul, kau koordinasi saudara saudara laki laki kau, kalian kan sudah biasa. Ini amak anggap sekalian duduk ninik mamak acara baralek Aisha ya, waktu kita sempit.


H - 4


"Aisha, boleh kita bicara? Jose tetiba menghampiri nya.


"Nda usah dulu da, tunggu kita sah aja lah, lain pandangan urang beko, kita ni saudara serumah pula, nanti lain pandangan orang di sangka orang yang tidak tidak pula.


"Ya, menjelang akad nikah biar lah Aisha tidur di rumah Melly, supayo rancak pandangan urang. (Melly anak mak ongga Bachtiar)


"Nda usah lai nak, biar Jose buya suruh pindah ka rumah bawah, biar dia di paviliun ujung, nanti biar Ridwan yang mengawani dia. Awak mau baralek ni, darah tu manis bak kata orang tua tua dulu, kalai lah dekat akad tu sebaik nya tinggal di rumah, memang semua nya itu qadarallah, tapi kita wajib ikhtiar memelihara diri, jadi biar lah Aisha di sini saja dengan buya, lagian kan dirumah ramai saudara saudara kita, bukan hanya kalian berdua, bilo lagi Aisha nak sama buya, nanti setelah menikah Aisha nak di bawa jauh dari buya, nanti ter kangen kangen pula 😊, canda makdang Zul pada puteri nya.


"Rancak juga, kalau baitu sesuai dengan Buya tu, a masuk lah ke kamar ya.


Ibarat kata menjelang hari H akad nikah nya Aisha di pingit, mengurung diri di kamar, sebetulnya tidak ada yang menyarankan nya, hanya ia saja yang berkehendak, untuk menghindari fitnah, karena dia dan jose berada dalam satu rumah.


Untungnya kamar nya di fasilitasi lengkap oleh buya nya, jadi dia tidak perlu repot repot, di sediakan juga dapur kecil dan tempat seperti ruangan tempat dia bekerja. Awal di buat nya dapur di kamar nya dikarenakan dulu dia merajuk pada nenek nya saat di jodohkan dengan teman Ridwan, dia unjuk rasa tak keluar keluar kamar, akhir nya mintuo (istri paman) Emi menyarankan pada buya nya untuk di buat kan selengkap lengkap nya semua kebutuhan Aisha di kamar nya, karena mintuo Emi tau bagaimana keras nya Aisha, karena dia ikut merawat Aisha dari kecil sebab dia tidak punya anak perempuan di tambah lagi dia sudah tinggal di rumah itu sejak dia pertama menikah dengan pak Ambo paman Aisha.


Hari Akad Nikah


"Ma, Yah, aku gugup, gimana nanti ni jika harus berulang ulang,

__ADS_1


"Kalo sampai tiga kali ga betul kamu bakal di mandiin nanti sama penghulu nya loh, kata ayah nya menakuti nakuti Jose.


"Uda ni apa ni, masak anak sendiri di kerjain, ujar bu Fatma geram.


Maka nya, kamu yang taat, ini ujian terbesar loh buat kamu.


"Kalo liat di tv kayak nya gampang aja mereka mereka itu ma, aku nanti pake teks aja ya ma.


"Beda lah Jose...itu sinetron, kamu coba aja nanti, alangkah baik nya kalo kamu wudhu dulu dan shalat sunat dua rakaat, mohon pada Allah agar lidah dan pikiran mu sejalan nanti nya. sekarang bersiap lah ke masjid sholat jumat.


"Zal, jan lupa saru (undang) orang di masjid nnti ya, untuk sukuran nikah Aisha besok.


----


"Kita tes dulu ya, mana mempelai laki laki nya? mana wali nikah nya? mana dua orang saksi nya?. O iya sebelum nya, tolong salah satu dari etek anak daro tanyakan ke anak daro apakah dia bersedia menikah dengan saudara Jose. (Secara syariat nya penghulu wajib bertanya kepada mempelai wanita apakah dia bersedia di nikahkan dengan mempelai laki laki tanpa tekanan dan paksaan dari siapa pun)


Ba'da Asar di mushalla depan rumah gadang keluarga nenek Maryam, mereka sudah berkumpul untuk menyaksikan akad nikah antara Jose dan Aisha, sudah duduk berhadap hadapan Jose dan Makdang Zul, di sebelah makdang duduk pak penghulu dari KUA setempat, ada Inyiak Zainal Abidin adik bungsu Nenek Maryam sebagai saksi dari pihak mempelai wanita dan ustad Khalid imam masjid raya saksi dari pihak mempelai laki laki.


"Dengar kan dulu ya, nanti baru di ikuti, ini tes, kata Ustad Zainun, petugas KUA di kampung Aisha.


"Ya Muhammad Jose Akbar, aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung ku Parmato Puti Aisha binti Zulkarnain dengan mas kawin gelang, kalung dan cincin emas seberat 25 gram di bayar tunai.


" Nah, Jose saat pak Zul menghentakan jabatan tangan nya, kamu harus menjawab nya dengan mengatakan "Saya terima nikah dan kawinnya puteri buya Parmato Puti Aisha dengan mas kawin tersebut tunai.


"Bisa?. kita test sekali dulu, sudah tu kita lanjut ya.

__ADS_1


Akhir nya setelah pengulangan dua kali, selesai lah prosesi akad nikah Aisha dan Jose, Aisha di bawa keluar dari kamar nya untuk di sandingkan dan menandatangani surat nikah nya.


__ADS_2