DIA MENGAMBIL SEMUANYA

DIA MENGAMBIL SEMUANYA
Episode 04.


__ADS_3

Bagian HRD berada di lantai bawah. Kantor kepala departemen itu berada paling ujung. Dan untuk menuju kesana ia harus melewati kubikel yang berjejer di sepanjang ruangan yang luas itu, juga penghuninya yang cukup ramai.


Begitu keluar dari elevator Ruby sudah mengumpulkan perhatian pegawai yang menemukannya lewat, ini bukan sesuatu yang baru baginya. Ruby berjalan dengan tegak seperti orang penyintas yang berhasil selamat dari krisis yang baru berlalu di Athlon pemecatan masal oleh Seokjin.


Dulu di sekolah balet. di mana ia berlatih sejak umur empat tahun ia juga mendapatkan tatapan penuh penghinaan ini atas apa yang tidak ia lakukan, karena itu lah dia berhenti dari balet. Gadis yang cantik mudah di sukai oleh lawan jenis di saat yang sama, gadis lain bisa saja merasa iri. Persaingan di dunia perempuan memang mengerikan.


Saat kebanyak orang mengeluhkan kecantikan karena biasanya yang cantik bernasib baik. Itu tidak berlaku bagi Ruby. Cantik baginya adalah kutukan. Karena wajah ini dia banyak mendapatkan masalah dari orang-orang yang menganggap bahwa dia memanfaatkan itu untuk mendapatkan apa yang dia mau. karena wajah ini pula kemudian dia dibenci.


Sekilas dia memperhatikan kubikel yang dulu sempat kosong, sekarang sudah terisi lagi. Dua Minggu bolos, ternyata banyak sekali yang berubah.


Sambil menarik napas panjang, Ruby mengetuk pintunya lebih dulu. Tidak lama, samar-samar dia mendengar perintah untuk masuk dari balik pintu.


Setelah berada di dalam, Ruby cukup terkejut menemukan bahwa yang duduk di kursi manajer HRD bukan lagi wanita yang sama yang pernah menerimanya masuk, bukan lagi wanita yang bernama Mimi yang berwajah datar dan berusia akhir tiga puluh tahunan yang agak judes. Melainkan seorang pria berkacamata yang usianya mungkin sekitar awal tiga puluhan.


Tapi di mata Ruby dia terlihat tidak seperti manajer HRD biasa. Penampilannya jauh lebih klimis dari bos mereka sendiri yang mengecat rambutnya jadi abu-abu yang jangan-jangan juga punya tato di badannya. Seokjin tidak pernah berpakaian formal saat kekantor, favoritnya adalah Jersey baseball atau jaket kulit retro yang begitu lekat dengan imejnya yang bebas. kembali ke pria di depan Ruby yang potongan rambutnya rapih. Ia mengenakan kemeja putih lengan panjang dan dasi. jasnya yang tergantung di sudut ruangan.


Rautnya terlihat serius saat ia memandangi layar komputernya sebelum Ruby menyapanya.


"Selamat pagi, pak." Ruby tetap berdiri di depan pintu dan pria itu menoleh sejenak di balik kaca matanya.

__ADS_1


"Pagi." Dia menyahut dengan cukup dingin dan masih mengetik di komputernya beberapa saat. "Silakan duduk."


Ruby mengantuk dan kemudian duduk di salah satu kursi di depan mejanya. Ia sempat menyadari bahwa suasana kantor ini jauh berbeda dari terakhir kali ia masuk untuk mengantar kan surat. Jauh lebih rapi dan juga lapang, seingatnya dulu ruangan ini agak sempit karena banyak lemari file. sekarang hanya ada satu lemari minimalis di dinding sebelah kanan. sama seperti kantor Seokjin, banyak ruangan yang interior dan tata letaknya sudah di ganti sejak perusaan di ambil ahli.


"Saya, Min Yoongi." Ia memperkenalkan dirinya setelah meninggalkan layar komputernya. Suaranya datar dan tenang, seperti tatapan mata di balik bingkai kaca mata tebalnya. "Saya chief HR Officer yang baru. Untuk sementara ini saya bertugas untuk mengurus perjanjian kerja baru."


Orang ini kedengaran tegas dan tidak suka basa-basi. Mungkin pemarah juga. Tapi, setidaknya sekarang masuk ruangan HRD bisa sedikit cuci mata walaupun tampaknya Min Yoongi tidak lebih marah dari pada mimi.


Di mana Seokjin menemukan Chief HR Officer yang mirip aktor begini? dalam pikiran ruby. Kulitnya putih seperti bintang iklan produk perawatan kulit khusus pria.


Seokjin juga berkulit putih tapi tidak semenyilaukan ini.


Sejak Ruby memperhatikan wajahnya, ia merasa sedikit familiar dengan Yoongi, selagi pria itu mencari sesuatu di tumpukan berkas yang ada di sisi kanannya.


Ruby sempat gagal fokus karenanya sebelum ia sadar tujuannya ke sini bukan untuk cuci mata.


"Kalau boleh tahu kapan pengunduran diri saya di setujui?" Ruby bertanya lebih dulu, hanya itu yang ia ingin tahu saat ini.


Yoongi cukup terkejut, ia menatap ruby sejenak. Lalu memperbaiki posisi kaca matanya yang sedikit maju di pematangan hidungnya yang tinggi.

__ADS_1


Oke. Dia cukup tampan untuk ukuran pria dengan lebar 'nerd'. Penampilan dan gaya bicaranya sama, terlalu format. Harusnya dia yang jadi bos, karena berwibawa tenang dan kelihatan cerdas. Sedikit mengingatkannya pada Jimin, tapi Yoongi adalah versi yang lebih muda, dingin, agak sadis, namun praktis.


Mungkin dia hanya kalah nasib dengan Seokjin, pikiran ruby lagi.


"Saya tidak bisa memastikannya saat ini. Tapi, kamu tahu ada pasal dalam kontrak kerja yang masih mengingat kamu dengan perusahaan dengan jangka waktu yang belum bisa di tentukan," Jelas Yoongi, Ruby mendengarnya seperti basa-basi saja.


Suasana hati ruby kembali menjadi muram setelah beberapa saat lalu ia seperti melihat, Cahaya matahari yang indah di depannya.


Tidak ada alasan di perusahaan manapun untuk menolak pengunduran diri karyawannya kecuali ada masalah krusial yang harus di selesaikan oleh karyawan tersebut. Atau ada perjanjian tambahan lainnya untuk tetap menyelesaikan kerugian yang di timbulkan setelah karyawan bermasalah tersebut dirumahkan.


Ruby tahu pasal itu yang di jadikan alasan untuk terus menangguhkan pengunduran dirinya walaupun sebenarnya tidak ada masalah yang harus ia selesaikan pada perusahaan. Ruby tidak pernah melakukan kesalahan selama berkerja. Semua hadia yang dia Terima dari jimin sudah di rusak oleh Seokjin. predikat istimewa yang ia dapatkan dari jimin dulu karena ia berkerja dengan baik. Bukan karena ia cantik. Taruhlah ia dan jimin mempunyai 'affair', sebenarnya itu juga tidak ada hubungannya dengan perusahaan. itu urusan pribadi.


Bukankah ruby tetap berkerja secara profesional dengan atasan perintah Seokjin? Tak ada yang tahu dengan teror Seokjin di luar jam kerja yang harus ia tanggung. itu juga bukan hal yang ia ungkapkan untuk membalas dirinya, tidak pernah ada orang yang membalas dirinya baik atas rumor dengan jimin, ataupun perlakuan jahat Seokjin.


"Penyesuaian yang saya maksud di sini adalah Addendum kontrak kerja," jelasnya lagi saat ruby sudah lebih dulu berpikir buruk.


Pekerja kantor ini juga bahkan sudah lebih dulu membuatnya muak.


Yoongi menyerahkan lembaran yang dimaksudnya ke hadapan ruby yang baru ia temukan di antara berkasnya yang lain.

__ADS_1


__ADS_2