DIA MENGAMBIL SEMUANYA

DIA MENGAMBIL SEMUANYA
Episode 06


__ADS_3

Satu-satunya alasan Seokjin menyisakan dirinya adalah untuk menghukumnya dengan sansi sosial karena telah menjadi gadis ******. Bukan tak pernah, Ruby telah memohon sambil menangis dan berlutut pada Seokjin agar mempercayainya seolah mereka sedang mempertahankan sebuah hubungan. Tapi, Seokjin tetap saja bersikap seperti seorang kekasih yang cintanya telah di khianati. Dia tidak pernah mau mendengarkan ruby karena bukti yang di miliki nya. tentang hubungan yang menjijikan itu juga tidak dapat terbantahkan. Tidak peduli rumor itu benar atau tidak, Ruby akan terus menyandang gelar penggunaan itu.


Beginilah rasanya berkerja di tempat yang bagus tapi diterima lewat jalur orang dalam. Mati, rasanya tidak akan lebih baik untuknya. Walau semakin umurnya bertambah, semakin pikiran untuk mati tumbuh meski kadang takut. Dan kenapa alasan ruby tidak cukup nekat untuk bunuh diri, ia tahu buka itu caranya akan mati. Pikiran itu selalu berputar-putar bahkan saat ia naik bus malam menuju pulang setelah hari-hari di kantor yang berat dan menyebalkan. Sakin lelahnya batin dan pikirannya, ruby sampai ketiduran dan tahu-tahu dia sudah tiba di pemberhentian terakhir kalau penumpang lain yang tidak cukup baik tidak membangunkan ruby sebelum tersasar lebih jauh lagi.


Begitu ruby tiba di rumah dia langsung melompat keranjangnya yang dingin, dengan pakaian utuh. Lalu paginya terbangun dengan bitis yang pegal yang berlangsung selama seharian di kantor di mana ia lebih sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari mereka yang mencemooh seakan dirinya adalah makhluk Paling hina. Hanya ada beberapa orang di kantor yang mau mengajaknya mengobrol dan duduk di kafetaria bersama saat makan siang, namun karena ia selalu bertemu dengan orang yang memanfaatkan dirinya, ruby berusaha untuk tidak terlalu akrab dengan mereka.


Setiap pulang entah dari mana, ia selalu kembali lagi ke jembatan penyeberangan itu untuk menangis, berharap kali ini ia memiliki keberanian untuk melompat. Tapi tidak. Ruby hanya terdiam di sana cukup lama dan menangis terisak-isak. Mengingatnya pada saat seperti ini lah Tuhan mempertemukannya dengan jessica sumber dari segala hal yang terjadi padanya kini.


Tapi sebelum kehidupan ruby bertemu dengan orang-orang toxic seperti mereka, ruby adalah seorang putri yang baru saja terhempas dari kerajaannya.


Masa dimana pada Bulan Juli 2021.


"yah, Aku pergi balet dulu". Ruby berpamitan dengan hati-hati di belakang sosok ayahnya yang duduk di sofa yang menghadap ke arah poto keluarga mereka yang terpajang besar di dinding tepat di hadapannya.


Pria itu sudah memandangnya sejak beberapa jam yang lalu. Ruby sering menemukannya seperti itu sejak hari ketiga orang lain selain ruby dan ayahnya di foto itu dimakamkan, ibunya, adik perempuannya dan adik laki-laki nya. Mereka bertiga mengalami kecelakaan lalu-lintas di mana hanya ruby yang berhasil selamat.


Ayah ruby tidak menjawabnya tapi ruby tahu kalau ayahnya mendengarnya. Jadi dia langsung pergi saja. Semakin hati, ruby semakin terbiasa dengan sikap ayahnya itu yang mendingin dan bahkan cenderung acuh terhadap ruby. Kerabatnya bilang ayah hanya perlu waktu untuk menerima kehilangannya. Ruby yang tidak ingin menambah kesedihan ayahnya dan membiarkannya sebagaimana kemudian juga berusaha untuk melanjutkan kehidupannya.

__ADS_1


Ruby berusaha tidak menangis, paling tidak di depan ayahnya. meski katanya ruby menangis juga tak tahan karena merindukan ibu dan kedua adiknya, itu adalah masa-sama tersulit bagi ruby dan ayahnya.


Tapi ruby tetap datang ke kelas balet dan fokus pada seleksi Grub khusus profesional yang akan tampil di Rusia atau teater besar di Eropa lainnya. Ruby setelah mengikuti seleksi itu berkali-kali sebelumnya. Tapi setelah menampilkan yang terbaik dengan optimis, ia masih tidak mendengar namanya disebut untuk siswa yang berhasil lolos. Entah apa lagi yang kurang darinya, ruby karena kesal dan putus asa ia pun menemui manajer Eloise untuk protes.


"Dengar, ruby keputusan itu buka saya sendiri yang ambil. Ada dua lainnya yang merasa kamu belum cukup bisa untuk tampil secara profesional". jelas sangat Manajer pada ruby dengan nada yang frustasi.


Pria ini bernama jonny salah satu yang orang yang terdekat dengan yayasan seni yang menaungi kelas balet Eloise. Dia punya pengaruh yang besar terhadap apa pun keputusan yang di ambil oleh Eloise. Walaupun penilaian saat seleksi adalah yang utama, tapi dia bisa meloloskan siapa pun yang dia mau, sejenis wild card yang sepertinya hanya didapatkan dengan cara tertentu yang lain dari anak-anak perempuan yang nekat.


Salah satu teman baik ruby di kelas balet, frans sevanni, mengetahui sesuatu yang membuat dia di keluarkan oleh jonny sebelum dia berangkat ke Chelyabinsk untuk pertunjukan teater di sana. Frans sempat berkata pada ruby bahwa selagi ada jonny, jangan harap ada kesempatan yang adil untuk semua orang. Saat Frans keluar ruby merasa sedih, kabarnya tak terdengar lagi sejak itu. Frans sevanni adalah cinta pertamanya.


"Tapi, saya...... "


Ruby tertunduk menghindari tatapan jonny yang membuat ruby merinding sampai ia harus mundur beberapa langkah untuk menjauh.


" Apa-apaan orang ini". pikiran ruby.


"Atau kamu mau saya tetap meloloskan kamu tapi dengan satu syarat?" tanya jonny.

__ADS_1


"Sya..... syarat apa?" tanya ruby yang rabu-rabu dan tubuh ruby sudah lebih dulu merasakan hawa tidak mengenakan itu. Tiba-tiba jonny mengangkat dagu ruby yang langsung terkejut setengah mati. Ia langsung menepiskan tangan itu darinya.


"Saya kira kamu tahu apa yang saya maksud. itu hal yang mudah untuk gadis-gadis seperti kamu". Kata jonny yang menatap ruby dengan seringai laparnya. "Saya yakin kamu juga sudah pernah melakukan hal-hal semacam itu sebelumnya".


"Apa maksudnya." pikiran ruby yang polos.


"Lepaskan....." teriak ruby dengan sekuat tenaga mendorong pria itu saat dia mendekati wajahnya.


"Sialan....." umpat dia marah dan hendak meraih ruby lagi tapi terlambat.


Ruby langsung berlalu dari keluar ruangan dengan ketakutan. Semua orang yang berada di sepanjang lorong itu langsung memandangnya dengan heran dan saat itu lah pria itu juga keluar dari ruangnya dan berteriak.


"Kalau kamu belum lolos artinya kamu belum cukup pantas! Kamu pikir dengan merayu saya, kamu bisa mengubah keputusan saya!"


Ruby berdiri di keramaian, suasana setelah seleksi di mana semua penari Eloise berkumpul dan pria itu tampak menguasai keadaan. Dia baru saja menuduh ruby merayunya agar bisa lolos seleksi sialan itu. Hanya butuh beberapa detik u tuk reaksi yang besar dari orang-orang yang mendengarnya, mereka saling berbisik memandangi ruby dengan jijik pada detik yang sama seperti sekumpulan gagak yang kelaparan yang baru saja di lempar dengan bangkai yang langsung mereka santap dengan lahap.


"Kalau kamu ingin lolos seharusnya kamu berusaha lebih keras lagi. jangan manfaatkan wajah kamu dan menjual kesedihan seolah kematian keluarga kamu untuk mendapatkan apa yang kamu mau." Teriaknya lagi sementara ruby belum mengatakan sepatah kata pun untuk membantahnya.

__ADS_1


Tapi tatapan orang-orang di sini terlalu menakutkan, dan ruby berada dalam keadaan yang sangat tidak menguntungkan untuk membela dirinya. Lututnya terlalu gemetar, detak jantungnya terlalu keras sakin terkejutnya dan yang membuatnya terasa begitu sedih bukan lagi karena tidak lolos seleksinya, tapi tuduhan menjual kesedihan. Ruby baru tahu ternyata ada orang yang sekejam itu bahkan ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk dirinya sendiri.


__ADS_2