DIA MENGAMBIL SEMUANYA

DIA MENGAMBIL SEMUANYA
Episode 05


__ADS_3

"Kamu tidak perlu khawatir. Bukan hanya kamu. Kontrak kerja karyawan yang lain juga di Addendum. Ada banyak kebijakan dan peraturan baru yang sudah mulai diberlakukan." Tegas Yoongi seolah dia bisa membaca pikiran ruby.


Ruby hanya menatap lembaran kontrak kerjanya yang baru tanpa menyentuh apalagi membacanya, mengetahui isinya atau tidak, Seokjin akan tetap menahan dirinya di tempat ini.


"Boleh saya pinjam pulpennya, pak?" Tanya ruby pada akhirnya.


Yoongi memberikan pulpen yang ia pegang di tangannya. "Kamu tidak membacanya terlebih dulu?" tanya Yoongi heran.


Ruby hanya menggeleng dengan cuek lalu langsung membalik lembaran kontrak itu dan mencari halaman terakhir, bagian yang membutuhkan tanda tangan untuk menyetujui apa pun kebijakan perusahaan yang tidak akan pernah adil untuk ruby.


"Pengunduran diri saya sampai sekarang tidak disetujui." kata ruby saat ia menandatangani kontrak itu dengan cepat disaksikan Yoongi yang terhenyak dengan gerutunya. "Bagi saya itu lebih buruk dari semua pasal tambahan yang ada di kontrak kerja ini."


Pria yang duduk di depan ruby hanya memperhatikannya dengan heran sekaligus prihatin. Mungkin dia belum pernah bertemu dengan pegawai yang seperti ini, tepatnya yang diperlakukan seperti ini.


"Saya tetap berada di sini bukan untuk berkerja. Tapi, untuk jadi contoh yang paling buruk." Kata ruby lagi setelah menarik pulpen di atas lembar baling depan kontrak kerjanya. kemudian ia menarik napas panjang.

__ADS_1


Ruby tampak ingin menangis. rautnya terlihat sangat muram, ruby mungkin tidak sadar telah membuat ekspresi itu sakin sedihnya. Sampai ruby juga tidak melihat bahwa Yoongi sedikit kehilangan sikap tenangnya saat ruby langsung berdiri.


"Seperti seseorang yang di gantung telanjang di depan umum sebagai peringatan keras bagi siapa pun," ucap ruby lagi.


Kata-kata terakhir ruby cukup mengguncang Yoongi, karena itu tidak dapat dibantah. Sebenarnya Yoongi cukup kasihan pada gadis ini. Dia tahu apa alasan bos besar menahan gadis ini, tapi itu bukan urusannya.


Ruby menatapnya lalu tersenyum getir seakan tidak peduli dengan siapa ia berbicara. "Tidak adil..... " gerutunya lagi.


Tapi, sebagai profesional, tentu saja Yoongi tak bisa berbuat apa-apa ia juga hanya menjalankan perintah dari atasannya.


Ruby hanya gadis yang berusia dua puluh tahun. Sampai sejauh mana dia menerima hukuman dan menahan semua penghinaan yang dialamatkan padannya selama ini.


"Ada lagi, pak?" Tanya ruby tanpa mau mengangkat kepalanya lagi.


"Hmm, itu saja". jawab Yoongi di saat yang sama ponselnya yang diatas meja berbunyi.

__ADS_1


Ruby juga sempat melirik ke layarnya di mana nama Seokjin muncul. Tapi, kemudian tatapan dingin Yoongi membuat ruby ingin segera meninggalkan ruangan ini.


" Kamu boleh pergi," Kata pria itu dan ia menunggu ruby benar-benar pergi sebelum akhirnya Yoongi mengangkat teleponnya. "Halo?"


"Kamu sudah membereskannya?" Tanya suara di balik telepon dan Yoongi yang memandangi pintu yang baru saja tertutup oleh ruby.


Yoongi menarik napas lelah, terlihat aga gusar. "Seokjin, sebaiknya kamu memberi tugas yang sedikit masuk akal setelah ini," Celetuk Yoongi. "Dalam perjanjian kita, aku tidak di bayar untuk ikut menghukum seorang gadis yang kamu perebutkan dengan Jimin."


"Apa itu?" celetuk Seokjin yang protes. Sindiran itu sepertinya membuat ia cukup tersinggung.


Yoongi mendengus lagi. "Kalau kamu masih menyuruhku melakukan hal-hal yang berhubungan dengan urusan pribadi kamu, Kesepakatan kita akan berakhir."


Suara Seokjin yang terdengar dari ponsel terdengar tertawa, seakan tidak menganggapnya serius ancamannya. "Kenapa kamu begitu peduli?" Kata Seokjin yang masih saja tertawa seakan ancaman itu lucu.


"Aku hanya tidak ingin melakukan hal-hal yang bodoh dan kekanakan seperti yang biasa kamu lakukan," Ucap Yoongi. " ini bukan masa orientasi siswa di sekolah."

__ADS_1


Tawa singkat Seokjin masih terdengar. "Kamu tidak akan duduk di kursi itu selamanya, seperti perjanjian kita. Jadi tenang saja." ujar Seokjin pada akhirnya. "Soal gadis itu...... setelah ini, aku yang akan mengurusnya sendiri. Tapi satu hal Yoongi bersikaplah seolah kamu tidak melihatnya."


__ADS_2