
Novel ini Sudah pernah Aku publish sebelum nya karena waktu itu terkendala oleh waktu jadi Aku hapus dan Aku ganti dengan judul yang berbeda semoga sekarang bisa update rutin yah, sebelum baca jangan lupa subscribe nya yah agar Kalian tidak ketinggalan update nya 🙏
...****************...
"Apa ini? kita baru nikah tiga minggu, tapi kamu sudah hamil lima minggu, Aku, nggak nyangka ya kamu bermain di belakang ku, anak siapa ini?"
Suara Marvel terdengar marah pada Alisa yang sedang duduk di ruang pemeriksaan sambil melempar hasil pemeriksaan yang di berikan dokter ke wajah Alisa.
Alisa yang bingung lalu mengambil hasil pemeriksaan nya dan membaca nya.
"Mas, pasti ini salah paham, Aku, nggak mungkin mengkhianati kamu, Aku sangat mencintai kamu," jelas Alisa pada Marvel sambil memegang tangan suaminya itu.
"Aku perlu waktu!" jawab Marvel, langsung pergi meninggalkan Alisa begitu saja, tanpa memperdulikan panggilan istri nya itu.
Alisa segera keluar ingin bertanya pada dokter, tentang hasil pemeriksaan nya karena merasa dirinya benar-benar bingung sendiri pasal wanita itu tidak pernah sedikit pun terbesit untuk selingkuh sedikitpun, apa lagi dekat dengan pria mana pun, karena bagi nya Marvel adalah yang pertama bagi nya.
Dokter pun menjelaskan bahwa perhitungan kehamilan berdasarkan dari hari pertama haid terakhir .
Alisa pun mengerti, lalu segera keluar dari ruangan dokter dan segera bergegas untuk memberitahu suaminya, rupanya suaminya sudah bener-bener meninggalkan nya, dengan raut wajah panik, Alisa mencoba menghubungi suami nya, namun yang di telpon justru tidak menjawab.
Sekuat hati Alisa berusaha positif, lalu segera mencari taxi untuk pulang .
Beberapa saat kemudian
Alisa sudah sampai di depan rumah nya, segera mencari suami nya kesana kemari, namun yang di cari ternyata tidak ada .
"Kemana Mas Marvel? ko dia belum pulang sih? di mana dia? telpon nya juga ngga bisa di hubungi," gumam nya dengan khawatir terus saja mondar-mandir.
Jam Menunjukkan Pukul 18.30
Alisa yang sedari sore terus khawatir dengan suaminya, kini hendak memasak untuk makan malam karena tidak ingin berlarut-larut dalam pikiran nya.
"Aaaaw sith!" pekik nya saat tangannya terkena pisau.
"Perasaanku ko tidak enak ya?" gumamnya di dalam hati nya sambil membersihkan luka nya dan membalut tangan nya.
Beberapa saat kemudian
Suara telpon berdering ....
Alisa segera mengangkat telpon saat tau siapa penelepon nya? nama suaminya, orang yang sedari tadi dia khawatir kan .
"Hallo Mas, kamu kemana saja? Aku menghawatirkan mu?" tanya nya dengan dengan beruntun sambil tersenyum senang.
"Hallo, maaf, apa ini dari keluarga korban? kami dari kepolisian?" ucap suara di seberang telepon membuat Alisa kaget.
"I-iya saya Isteri nya, apa yang terjadi dengan suami saya?" tanya nya sambil bergetar, namun dari seberang memberitahu bahwa suaminya mengalami kecelakaan dan kini berada di rumah sakit.
Alisa yang mendengar semua itu syok tanpa sengaja menjatuhkan HP nya .
"Mas Marvel, tidak mungkin?" tangis nya dengan terduduk lemas.
"Aku harus segera ke rumah sakit, semoga dia tidak kenapa-kenapa!" lanjut nya lagi berusaha untuk menyemangati diri nya, lalu bergegas untuk bersiap dan mencari Taxi menuju rumah sakit.
Tak beberapa lama kemudian
Alisa sudah sampai di depan rumah sakit, sekuat hati Alisa berusaha tenang, lalu segera bertanya kepada petugas yang berjaga di ruang resepsionis, petugas itu memberitahu di mana ruangan tersebut, Alisa berjalan dengan hati yang tak karuan terlihat ibu mertua nya ternyata sudah berada di sana sedang menangis .
"Apa yang terjadi Mah? katakan Mah, mas Marvel baik baik saja kan?" tanya alisa pada ibu mertua nya .
Ibu mertua nya hanya diam dan menangis, tanpa menjawab sedikit pun, dokter yang keluar dari ruangan tersebut mengatakan bahwa pasien tersebut sudah meninggal.
__ADS_1
Alisa segera masuk berjalan dengan kaki yang gemetar, wanita itu sekuat hati berusaha untuk menahan diri agar kuat dan tegar, setelah sampai di depan ranjang yang tertutup kain putih, Alisa segera membuka penutup kain yang katanya suaminya, benar saja suaminya terbaring lemah tak berdaya wajah nya sudah pucat pasi.
"Tidaaaak.....
Mas kau sudah janji tidak akan meninggalkan aku, Mas aku tidak punya siapa-siapa lagi selain kamu, kenapa secepat ini kau meninggalkanku? bangun Mas, Aku nggak bisa hidup sendirian tanpa kamu, bagaimana anak kita, bangun mas!"
Alisa berceloteh panjang lebar menggoyangkan tubuh suaminya, dengan badan yang lemas karena merasa tidak kuat dengan apa yang di lihat nya namun detik berikutnya .
Bruuuuuughh....
Alisa ambruk pingsan beberapa petugas segera membawa Alisa ke ruang perawatan .
Pagi Menyapa
Alisa terbangun dari pingsan nya, dia mengerjapkan matanya perlahan, rupanya dia masih di rumah sakit, Alisa melihat suster yang menghampirinya.
"Sus kenapa aku ada di sini? bukan nya aku sedang berada di depan suami ku dia...." tanya Alisa sambil menangis tidak sanggup untuk melanjutkan ucapannya.
"Jenazah suami Anda akan di pulangkan pagi ini, dan Anda semalam pingsan," terang suster tersebut panjang lebar .
"Antar kan Aku kesana," ucap Alisa berusaha untuk bangun.
"Tapi kondisi anda masih lemah mba," jawab suster tersebut dengan khawatir .
"Saya tidak peduli, ayo antarkan saya kesana!" pinta Alisa tidak bisa di bantah.
Suster pun akhirnya menuruti nya, Alisa berjalan mengikuti suster tersebut dan ternyata jenazah sudah di pulangkan, Alisa yang mendengar hal tersebut segera bergegas pergi menaiki taxi menuju ke kediaman mertua nya.
Tak lama taxi yang di tumpangi Alisa sudah sampai di gerbang rumah mertuanya, Alisa berlari secepat mungkin, semua orang menatap Alisa dengan heran.
Alisa tidak memperdulikan orang-orang yang menatap nya dengan aneh bahkan ada yang iba, wanita itu menangis ketika melihat jazad suaminya yang sudah di bungkus kain kafan hendak di sholatkan.
Beberapa saat kemudian .
Setelah pemakaman selesai Alisa menangis di atas pusara suaminya hatinya merasa pilu, ibu mertua nya menghampiri nya .
"Puas kamu! dasar menantu pembawa sial, putra ku harus meninggal begitu cepat, ini semua karena menikah dengan mu!" ucap ibu mertua sambil menangis menunjuk-nunjuk menantunya itu.
"Mah, ini semua takdir, Aku juga ngga tau semuanya akan jadi seperti ini," jawab Alisa menahan kesedihannya berusaha untuk kuat.
"Tapi kalau bukan karena menikah dengan mu? putra ku tidak akan menderita seperti ini, dan bahkan harus tinggal di kontrakan sempit, hanya demi wanita seperti mu!" ucap ibu mertuanya dengan marah .
"Mah, sudah cukup! ini di makam Mas Marvel, tidak seharusnya Mama berkata seperti itu!" jawab Alisa sambil menangis, ibu mertuanya yang tau langsung pergi begitu saja tanpa memperdulikan Alisa .
Alisa duduk terkulai lemah badan nya tak sanggup menopang tubuhnya, sekuat tenaga berjalan pulang menuju rumah nya dengan hati yang hancur .
Setelah beberapa saat kemudian
Alisa sudah sampai didepan rumah kontrakannya wanita itu segera membuka pintu kontrakan nya dengan hati yang sedih.
kenangan nya bersama sang suami yang tiga minggu ini menemaninya, teringat jelas di pikirannya, semenjak menikah suaminya memang sering salah paham, sering marah-marah tidak jelas, kadang membuat Alisa heran dengan sikap suaminya yang berubah, mudah salah paham, bahkan sifatnya sangat sensitif, setiap Alisa berbicara dengan pria lain pasti suaminya akan marah itu membuat Alisa heran dengan perubahan suaminya .
Sebelum menikah suaminya lebih dewasa tidak terlalu bersikap posesif dan kekanakan, tapi setelah menikah sikap nya berubah drastis, namun walaupun begitu dia tetap menyayangi Alisa dan berusaha membahagiakan nya dengan kesederhanaan nya .
Alisa mengingat jelas canda tawa mereka berdua, Alisa menangis sejadi-jadinya lalu mengambil foto pernikahan nya bersama sang suami dan foto keluarga nya .
"Kalian cepat sekali meninggalkan ku Ayah, Ibu, kakak, Mas Marvel, kenapa kalian pergi secepat ini?" ucap Alisa di depan foto keluarganya.
Keluarga Alisa meninggal karena akibat kecelakaan yang di alaminya beberapa tahun yang lalu, kecelakaan tragis itu merenggut nyawa kakak dan kedua orang tua Alisa, namun kenapa hanya dirinya yang selamat dari kecelakaan itu,? membuat gadis itu hidup sebatang kara, bahkan harta peninggalan kedua orang tua nya juga ikut habis untuk membayar hutang perusahaan.
Selama ini Alisa hidup sendirian di rumah kontrakan nya, bekerja sebagai buruh cuci pakaian dan serabutan untuk memenuhi kehidupan nya dan melanjutkan pendidikannya dengan beasiswa, karena berkat kepandaiannya membuat gadis itu hanya kuliah selama Dua tahun, dan setelah lulus kuliah Alisa memutuskan untuk bekerja di salah satu perusahaan terbesar di kota nya, dan di situlah Alisa mengenal sosok Marvel Saputra Adi Jaya CEO Perusahaan Adi jaya Group, pria yang cukup membuat hati nya kembali ceria dan jatuh pada pesona nya.
__ADS_1
Perlu waktu setahun Alisa berpacaran dengan Marvel dan pria itu mengajak nya untuk menikah, meskipun di awal hubungan nya tidak pernah di restui oleh orang tua Marvel, tapi akhirnya mereka berdua menikah meskipun harus tinggal di kontrakan sempit. Namun sekarang seakan takdir mempermainkan nya merenggut kebahagiaan nya hanya dalam waktu sekejap, Alisa terus saja menyalahkan kehamilan nya.
Dua Minggu berlalu
Sudah dua Minggu Alisa mengurung diri di kontrak nya, namun dia merasa perlu bangkit kembali karena tidak mungkin juga dia terus terpuruk karena masih ada sosok yang perlu di perjuangkan nya yaitu bayi dalam perut nya, dengan berusaha untuk bangkit gadis itu mencoba untuk mencari pekerjaan ke sana kemari namun hasilnya nihil, semuanya menolak diri nya karena mendengar desas desus tentang kehamilan nya tanpa seorang suami, bahkan seluruh warga di sekitar nya kini terus saja menyindir-nyindir Alisa terlebih para suami mereka yang terkadang menggoda gadis tersebut sehingga menyebabkan kemarahan para istri-istri mereka.
Malam Hari nya tepat pukul 19.00
Terdengar suara warga menggedor-gedor pintu kontrakan Alisa dengan sangat begitu keras.
Alisa yang sedang terduduk sendiri langsung keluar dengan sangat begitu heran dan kaget.
"Ada apa ini rame-rame?" tanya Alisa yang sudah berada di depan pintu.
"Keluar kau dari rumah kontrakan ku! Aku ngga mau kontrakan ku jadi sial karena wanita Jal*ng seperti mu!" ucap Ibu kontrakan sambil berkacak pinggang.
"Tapi Bu, suami ku sudah membayar nya selama Dua bulan? masa belum dua bulan Aku sudah di usir dari sini." jelas Alisa berusaha untuk membujuk wanita di hadapan itu.
"Alah ngga perlu banyak alasan, usir saja Bu wanita pembawa sial, penggoda, nanti yang ada suami ibu-ibu di rebut oleh nya, apa lagi denger-denger dia bunting bukan anak suaminya." ucap yang lain memanas-manasi membuat Alisa yang kini tidak punya pegangan lagi, akhirnya kalah gadis itu kini pergi dari rumah kontrakan nya karena warga yang sangat begitu marah, meskipun berulang kali Alisa memohon namun tidak ada satupun yang peduli dengan tangisan nya.
Alisa berjalan membawa koper dan barang-barang nya hanya barang-barang nya saja karena seluruh barang-barang milik suaminya sudah di bawa oleh mertuanya.
Dengan hati sedih Alisa masuk ke dalam Taxi dan menyuruh supir Taxi itu menuju ke rumah ibu mertua nya, karena tidak ada tempat lain yang bisa iya minta tolong selain ibu mertua nya.
Tak beberapa lama kemudian Taxi sudah berhenti di depan sebuah gerbang rumah yang cukup besar, Alisa segera turun dan membayar Taxi tersebut, lalu berjalan untuk memencet bel rumah.
Selang beberapa menit menunggu cukup lama satpam penjaga sudah berada di depan gerbang membuat gadis itu tersenyum senang.
"Ada apa Nona? tumben sekali malam-malam begini kemari?" tanya satpam penjaga dengan sangat begitu ramah.
"Saya ingin bertemu dengan Mama Wanda, apa dia belum tidur?" tanya Alisa tak kalah ramah nya.
"Sebentar," satpam itu segera masuk menyuruh Alisa untuk menunggu.
Cukup lama Alisa berdiri sambil mondar-mandir menunggu ibu mertua nya itu keluar .
"Untuk apa kau datang kemari?" tanya seorang wanita baya yang sudah berada di depan pintu, sambil berkacak pinggang menatap menantu nya itu dengan tatapan sinis penuh kebencian.
"Mah,Aku di usir dari kontrakan, bolehkah Aku tinggal sementara di sini?" jelas Alisa dengan penuh harap.
"Apa tinggal? Enak saja, kau pikir Aku bakal menerima mu, selama ini Aku tidak pernah menerima mu sebagai menantu ku, kau lupa? dengan apa yang sudah terjadi!" jawab Wanita paruh baya itu dengan penuh peringatan.
"Mah, sekali ini saja Aku mohon ini sudah malam, Aku bingung harus tinggal di mana, hanya Mama keluarga ku sekarang," ucap Alisa sambil memegang tangan mertua nya itu.
"Pergi kau dari sini, mulai detik ini juga kau bukan mentantu ku, karena kau anak ku menunggal, kau hanya pembawa sial bagi kehidupan ku dan masa depan putraku!" sentak wanita paruh baya itu langsung mendorong Alisa hingga terjatuh.
"Mah, Aku mohon, jangan berkata seperti itu, tolong Aku malam ini saja besok Aku pergi, setidaknya demi bayi yang Aku kandung cucu Mama ini." Alisa berusaha untuk memohon sambil memeluk kaki mertua nya itu namun wanita itu justru malah semakin marah sehingga Alisa tersungkur.
"Aku tidak akan pernah mengakui cucu haram itu cucuku, karena kau itu sudah mengkhianati anak ku, ingat jangan pernah muncul kembali di hadapan ku dan jangan pernah hubungi Marcel karena dia juga tidak akan pernah peduli dengan mu!" Ucap wanita paruh baya itu tidak sedikitpun memperdulikan tangisan Alisa yang terus memohon kepada nya dan langsung menutup pintu gerbang dengan cepat.
"Apa yang kau rasakan tidak sebanding dengan penderitaan yang ku rasakan dulu," gumam wanita paruh baya itu di balik pintu gerbang sambil mengingat apa yang terjadi dulu.
Alisa yang terus menerus menggedor-gedor pintu gerbang kini akhir nya pergi, karena merasa sangat lelah, gadis itu berjalan sambil menarik koper nya entah bingung ingin tinggal di mana? dia sudah tidak punya apa-apa karena uang peninggalan suaminya sudah habis untuk memenuhi kebutuhan hidup selama dua minggu ini uang terakhir nya tadi untu membayar taxi, miris, hancur terpuruk itu yang Alisa rasakan.
Gadis itu terus saja berjalan tak tentu arah hingga menjelang pukul 11 malam Alisa bahkan masih berjalan tanpa memperdulikan sekitarnya yang ternyata sudah sepi, namun tiba-tiba kepalanya terasa pusing bertepatan itu ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan sedang.
Bruuuuuughh
Shiiiiit...
BERSAMBUNG
__ADS_1