
DI dalam mobil tampak tiga orang pria sedang saling pandang .
"Vino Lo menabrak orang?" tanya Kevin pada sahabat nya yang duduk di sampingnya kemudi.
"Sepertinya sebelum gue ngerem orang itu udah jatuh deh," jawab Vino dengan santai .
"Jangan-jangan hantu ini kan jam kunti," ucap Radit yang duduk di jok belakang kemudi menakut-nakuti.
"ish, Lo ini nakut-nakutin aja!" ucap kevin sedikit takut ,tapi tiba-tiba membuka pintu mobil .
"Hai, Lo mau kemana? katanya takut!" panggil Radit yang panik saat Kevin keluar, sementara vino masih santai .
Kevin keluar sendiri tanpa memperdulikan kedua sahabatnya, dan melihat seorang gadis pingsan lalu segera mengetuk pintu mobil belakang .
"Bagaimana?" tanya Radit penasaran .
"Tolongin gue, ayo kemari!" ajak Kevin menarik tangan Radit untuk keluar, sementara Vino masih tetap di dalam mobilnya, cuek .
"What cewe bro?" pekik Radit merasa kaget saat melihat seorang gadis pingsan .
"Iya, ayo buka mobil depan!" Kevin mengangguk mengiyakan sambil menggendong gadis tersebut, Radit pun sigap membuka kan pintu depan samping kemudi tepat di samping Vino duduk .
"Hai, apa yang kalian lakukan?" tanya Vino dengan terkejut saat melihat kedua sahabatnya meletakkan gadis itu di samping dirinya.
"Tidak ada pilihan lain, kalo di tidurin di belakang nanti Radit ngga bisa duduk, disini kan aman, ada safety belt," jelas Kevin panjang lebar, membuat Vino geram .
"Terus mau di bawa kemana dia?" tanya Vino tanpa menoleh ke belakang .
"Ke rumah sakit," jawab Radit dengan cepat.
"Tidak, ke base camp aja," balas Kevin membuat Vino dan Radit saling pandang .
"Lo gila ya? base camp itu tempat kita nongkrong, kumpulan laki-laki, masa buat penampungan seorang gadis sih," pekik Radit dan Vino berbarengan merasa tidak terima dengan saran Kevin.
"Terus, mau di tempatin di Apartemen Lo? apa di hotel Radit?" tanya Kevin kepada keduanya membuat keduanya heran.
"No, kalo di hotel gue, yang ada nyokap bokap gue ngomel-ngomel lagi," sahut Radit menggeleng dengan cepat merasa panik.
"Di Villa lo aja," jawab Vino dengan santai membuat Kevin geleng-geleng kepala .
"Villa gue jauh, perlu 5 jam nyampe kesana, emang Lo mau nganterin ke sana?" tanya Kevin dengan kesal.
"Lagian kenapa? kalian repot-repot bawa dia kemari? nyusahin tau!" gerutu Vino dengan kesal.
"Kalo kita ngga bawa dia kasihan tau, Lo ngga punya peri kemanusiaan banget sih? Lo kan yang nabrak, Lo mau di penjara karena tabrak lar?" jelas Kevin panjang lebar berusaha untuk membujuk sahabatnya itu .
__ADS_1
"Terserah deh!" jawab Vino yang tidak ingin berdebat lagi, sementara Radit lebih memilih untuk diam saja daripada harus ikut pusing sendiri. Dengan terpaksa Vino pun melajukan mobilnya ke base camp .
SETELAH BEBERAPA SAAT KEMUDIAN .
Mobil Vino pun sudah sampai di depan sebuah bangunan yang cukup besar, Kevin segera turun membuka pintu mobil dan membawa gadis itu masuk, sementara Radit membawakan koper dan tas gadis tersebut .
Berbeda dengan Vino yang turun dengan santai nya tanpa sedikitpun ikut serta.
Kevin pun sudah masuk .
"Bos, ko balik lagi siapa dia bos?" tanya salah satu anak buah yang masih nongkrong di situ .
Kevin pun diam tak sedikit pun berniat untuk menjawab begitu pula dengan Radit dan Vino membuat anak buah tersebut hanya diam tanpa sedikitpun ingin bertanya lagi. Mereka bertiga memang membangun sebuah base camp tempat nongkrong para pria ketika malam hari, menghabiskan malam saat merasa kosong, tujuan nya untuk menghibur saat sedang sepi .
Kevin sudah membaringkan gadis tersebut, ke sebuah tempat tidur, yang biasa mereka tempati untuk istirahat, tempat tidur yang cukup luas, cukup untuk tiga orang, sementara Radit meletakkan koper dan tas di lantai .
"Bagaimana ini?" tanya Kevin bingung sambil memandangi ke dua sahabatnya.
"Telpon saja, kekasih Lo, dia kan dokter," jawab Vino dengan datar .
"Oh iya benar." Kevin pun mengangguk mengiyakan, langsung mengambil hp nya dan segera menghubungi kekasihnya .
Sementara Radit masih memandangi gadis tersebut .
"Hey awas ya, Lo jangan macam-macam!" ucap Vino memperingati .
"Gue nggak macem-macem, tapi gue cuma satu macem, cantik," jawab Radit sambil tersenyum.
Sementara Kevin yang sudah menelpon kekasihnya langsung segera masuk .
"Hai kalian lagi ngapain ?" ucap Kevin mengagetkan Vino dan Radit yang sedang saling pandang .
"Bagaimana? kekasih Lo mau kemari ?" Tanya Vino tanpa menjawab pertanyaan Kevin .
"Tentu" jawab Kevin singkat .
Setelah hampir setengah jam dokter yang di tunggu akhirnya tiba, Ketrin yang terburu-buru karena telpon dari kekasihnya langsung melajukan mobilnya dengan cepat, karena panik, Kevin tidak memberitahu siapa yang sakit .
"Sayang, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Ketrin sambil memegang dan meneliti Kevin dengan raut khawatir .
"Bukan aku tapi dia," jawab Kevin sambil menunjuk ke sebuah tempat tidur .
"Syukur lah" jawab Ketrin merasa lega.
"Ayo cepat periksa dia!" ucap Kevin pada kekasih nya .
__ADS_1
"Dia siapa?" tanya Ketrin sambil menatap ketiga pria bergantian .
"Sudah nanti aku jelaskan," jawab Kevin sambil menarik tangan Ketrin untuk memeriksa .
Ketrin pun menyuruh ketiga pria tersebut untuk keluar dan segera memeriksa kondisi gadis tersebut, setelah memegang denyut nadinya, Ketrin segera memasang selang infus, karena kondisi gadis tersebut sangat lemah, apa lagi saat Ketrin tau kalo gadis tersebut sedang hamil merasa curiga dengan ketiga pria tersebut termasuk kekasih nya .
"Bagaimana?" tanya ketiga nya setelah Ketrin keluar .
"Dia sangat lemah kondisi nya, makanya aku memberikan infus, agar kondisi nya tidak lemah, terutama bayi dalam kandungan nya," jelas Ketrin panjang lebar, tapi masih menatap ketiga nya dengan penuh selidik .
"Kau jangan salah paham, kami menolong nya tadi saat pingsan di jalan," jelas Kevin saat mengerti tatapan kekasihnya .
"Benarkah? terus kenapa tidak di bawa ke rumah sakit? malah di bawa kemari?" tanya Ketrin seperti sedang mengintrogasi .
"Kau itu cerewet deh, itu karena Vino yang menabrak nya," jawab Kevin sedikit kesal .
"Loh ko jadi marah sih?" tanya Ketrin memasang wajah cemberut .
"Udah berikan obatnya, terus kau boleh pulang, ini sudah malam," jawab Kevin tidak ingin berurusan dengan kekasih nya .
"Kau mengusir ku?" tanya ketrin dengan kesal .
"Kalo iya kenapa? sudah sana pulang," jawab Kevin sambil mengacak-acak rambut ketrin, akhirnya ketrin pun pulang karena tidak ingin berlama-lama berdebat dengan kekasih nya.
Sementara Vino dan Radit pun juga pulang, Vino yang tidak ingin di repot kan, sementara Radit yang takut di omeli orang tuanya. Kevin pun memutuskan untuk tetap menjaga di sana dan memutuskan untuk tidur di sofa yang letaknya berada di luar kamar tersebut .
PAGI MENYAPA JAM MENUNJUKKAN PUKUL 06.00 PAGI .
"Bos-bos, bangun!" panggil anak buah Kevin sambil menggoyangkan tubuh Kevin membuat Kevin mengerjapkan matanya .
"Bos, kenapa tidur di sini?" tanya anak buah tersebut dengan heran .
"Gadis itu bagaimana?" tanya Kevin yang mengingat seorang gadis .
"Gadis mana bos? saya nggak melihat seorang gadis di sini?" tanya anak buah tersebut dengan heran .
Kevin pun langsung bergegas masuk ke dalam, tanpa memperdulikan anak buah nya yang heran dan melihat seorang gadis masih terlelap .
"Rupanya kau belum juga sadar?" gumam Kevin saat melihat gadis tersebut masih terbaring tak bergerak, dan masih dengan selang infus nya .
Setelah itu Kevin keluar, tak beberapa lama kemudian, Kevin sudah membawa teh hangat, melihat seorang gadis mengerjapkan matanya perlahan, Kevin pun mendekati gadis tersebut, gadis itu mengerjapkan matanya perlahan melihat seorang pria mendekatinya merasa kaget dan ketakutan.
"Aku di mana? kenapa Aku ada di sini?" tanya gadis tersebut ketika sudah membuka matanya .
BERSAMBUNG
__ADS_1