Diantara 3 Pria (Cinta Janda Muda)

Diantara 3 Pria (Cinta Janda Muda)
Gadis Yang Rapuh


__ADS_3

"Kau aman di tempat ku," jawab Kevin sambil meletakkan teh di meja .


sementara gadis itu menatap Kevin dengan ketakutan, membuat mereka saling diam satu sama lain. Vino dan Radit tiba-tiba datang semakin membuat gadis itu ketakutan.


"Bro, bagaimana dia?" tanya Radit kepada sahabat nya lalu segera mendekati gadis tersebut .


"Hai cantik, siapa nama mu?" tanya Radit sambil tersenyum kepada gadis tersebut .


Sementara gadis itu hanya melihat Radit diam tak sedikit pun berbicara karena merasa takut, Vino pun mendekat .


"Dimana keluarga mu? biar kami antar pulang?" tanya Vino datar dan terlihat tak suka .


"Keluarga ku dia..." gadis itu menangis sambil menggelengkan kepalanya membuat ketiga pria itu heran .


Kevin pun langsung menarik kedua sahabatnya untuk keluar .


"Lo itu, dia masih sedih, jangan membuat nya tambah sedih!" Jelas Kevin pada Vino .


"Terus kita harus menampungnya sampai kapan? ingat gue tidak ingin gadis itu menjadi masalah di kemudian hari!" ucap Vino dengan marah .


"Lo, itu tidak punya hati sekali sih? setidaknya biar kan gadis itu menenangkan diri nya, setidaknya sampai gadis itu mau bicara!" jelas Kevin menjelaskan pada Vino agar sahabatnya itu mau mengerti.


"Kenapa harus nunggu dia bicara, suruh pergi-pergi aja!" jawab Vino dengan santai .


"Lo, ini dia sedang hamil, kalo dia kenapa-napa, apa tidak kasihan? gue tau lo sangat membenci perempuan, tapi tidak semua perempuan sama kan?" jelas kevin panjang lebar tidak habis pikir dengan sahabatnya itu .


"Bagi ku perempuan sama saja, mungkin dia hamil diluar nikah, terus di usir dari keluarga nya, makanya saat kita tanya keluarga nya dia menangis agar kita kasihan!" jawab Vino dengan enteng nya karena merasa kesal .


"Vino, kenapa Lo berkata seperti itu? jadi Lo anggap Ketrin, Gladis juga sama seperti Bela, begitu? dan jangan berburuk sangka dulu belum tentu apa yang Lo katakan itu benar!" pekik Radit dan Kevin bersamaan dengan marah .


"Gue tidak bilang Ketrin dan Gladis, tapi gadis itu!" jawab Vino dengan kesal sambil menunjuk ke arah kamar.


"Bayangkan saja, kalo ini ada di posisi Kiara adik Lo, bagaimana perasaan Lo? melihat adik Lo terluka, apa Lo tidak kasihan!" ucap Kevin dengan meluapkan kekesalannya karena sahabatnya itu sangat keras kepala. Sementara Radit hanya mengangguk setuju .


"Kenapa bawa-bawa adik Gue? nasib dia berbeda tidak mungkin begitu!" sentak Vino tidak terima dan merasa marah .


"Dasar keras kepala!" balas Kevin tak kalah marah nya.


"Sudah terserah Lo saja, gue tidak ingin di repot kan!" jawab Vino dengan kesal lalu segera keluar meninggalkan tempat tersebut.


"Bro, yang sabar ya, gue juga berangkat dulu ya, kalo ada apa-apa kabari." ucap radit sambil menepuk pundak kevin . Membuat Kevin hanya mengangguk saja, lalu kembali masuk .


Setelah masuk Kevin melihat gadis itu masih menangis, membuat Kevin segera mendekati gadis tersebut.


"Udah jangan menangis, kau bisa tetap tinggal di sini, seburuk apapun masalahmu, setidaknya pikirkan bayi yang ada di dalam kandungan mu," ucap Kevin pada gadis tersebut membuat gadis itu menatap ke arah Kevin .

__ADS_1


"Kau tau aku hamil?" tanya gadis itu pada Kevin .


"Iya dokter yang bilang," Jawab Kevin mengangguk mengiyakan.


"Terimakasih" ucap gadis tersebut pada Kevin .


"Oya, ini obat dan vitamin, ini juga makanan, Aku juga sudah membuat kan teh hangat untuk mu, jika kau tidak peduli pada diri mu, setidaknya anak yang ada dalam kandungan mu, dia tidak bersalah," jelas Kevin panjang lebar sambil tersenyum tipis.


"Terima kasih, Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, selain terima kasih," jawab gadis itu masih menahan kesedihannya .


"Baiklah, kalau begitu Aku pamit, Aku ada kerjaan, sore nanti Aku kembali, jika kau butuh apa-apa, kau bisa memanggil anak buah ku, siang nanti dokter akan kemari untuk mengganti infus mu!" ucap Kevin panjang lebar sementara gadis itu hanya mengangguk saja .


Kevin keluar dari tempat tersebut, lalu segera memberi tahu anak buah nya, untuk menjaga gadis tersebut dan mengawasi Ketrin nanti siang jika datang agar tidak berkata macam-macam pada gadis tersebut.


Kini Kevin sudah keluar dari Base camp tersebut. Pria itu melihat sebuah mobil putih, sudah terparkir tepat di depan base camp tersebut, seorang pria tampan turun dari mobil tersebut dengan raut wajah bingung.


"Tuan, kenapa? Anda menyuruh Saya menjemput di sini?" tanya pria tersebut dengan heran.


"Riki, Aku semalam numpang mobil Vino, jadi Aku di sini, apa kau sudah membawakan apa yang aku minta?" ucap Kevin, panjang lebar, sambil menatap pria tersebut penuh harap.


"Sudah tuan, ini apa yang anda minta." Riki menunjukkan paper bag yang kevin minta, Kevin segera mengangguk lalu segera masuk kedalam mobilnya, setelah tuanya masuk, Riki segera melajukan mobilnya menuju ke sebuah perusahaan di mana Kevin bekerja .


SIANG HARI NYA


"Siang nona," sapa ketrin pada gadis tersebut dengan tersenyum tipis.


Dion masih terus mengawasi ketrin, sesekali ketrin melirik ke arah Dion, pria itu bergeming tidak bergerak sama sekali, Alisa yang merasa canggung kini menatap Ketrin .


"Siang ,dokter" jawab Alisa singkat .


"Maaf, ya saya akan mengganti infus nona" ucap Ketrin berusaha profesional .


Alisa hanya mengangguk saja, tanpa sedikitpun berbicara, setelah mengganti infus Ketrin menatap Alisa dengan lekat, gadis yang terlihat sendu dan matanya yang sebam terlihat jelas kalo gadis tersebut terus menangis .


"Jangan terlalu banyak pikiran, tidak terlalu bagus untuk ibu hamil," ucap Ketrin berusaha tersenyum dan berkata biasa saja, lalu segera melenggang pergi setelah selesai melakukan tugasnya, karena merasa dirinya tidak aman. Dion menatap yang melihat itu merasa lega karena Ketrin tidak berkata macam-macam .


SORE HARINYA


Sesuai apa yang Kevin katakan pria itu sudah datang lalu segera masuk ke dalam Kevin menatap lega setidaknya gadis itu mau makan .


"Aku datang!" ucap Kevin saat sudah sampai di dalam .


Gadis itu menoleh sebentar, lalu kembali melihat ke arah lain, Kevin mendekati gadis tersebut dan meletakkan makanan yang tadi di bawa di atas meja .


"Kau sudah baik-baik saja?" tanya Kevin saat sudah dekat .

__ADS_1


"Seperti yang kau lihat" jawab nya singkat .


TAK BEBERAPA LAMA KEMUDIAN


Vino dan Radit sudah datang, mereka memang selalu datang bersama karena kantor Radit dan Vino lumayan dekat .


Vino dan Radit hanya bengong melihat gadis tersebut yang masih diam tak sedikit pun berbicara .


"Makan lah, setidaknya Radit yang tampan ini membawakan makanan untuk Mu," ucap Radit sambil memberikan makanan yang di bawa nya berusaha terlihat cool .


Kevin segera menarik kedua sahabatnya untuk keluar, membiarkan gadis tersebut untuk tenang, rupanya di luar anak-anak sudah pada berkumpul .


"Bos tumben kesini lebih awal? biasanya aga malam?" tanya para anak buahnya yang melihat ke tiga bos nya sudah keluar .


ketiga nya duduk tak sedikit pun berbicara .


"Bos semalam siapa wanita itu?" tanya salah satu anak buah nya, yang semalam melihat bosnya menggendong seorang wanita .


"Hanya teman, sudah jangan di bahas, lebih baik kita menghibur diri saja, agar tidak sepi," jawab Kevin pada semua nya. sementara Radit dan Vino segera mengambil beberapa minuman kaleng dan anak buah nya mengambil beberapa makanan yang mereka bawa, mereka pun menikmati hiburan dengan musik yang cukup kencang untuk menghilangkan kepenatan saat setelah bekerja, hingga menjelang malam .


Sementara gadis itu tak sedikit pun berniat untuk keluar atau pun merasa terganggu dengan suara berisik yang ada di luar, gadis itu masih tenggelam dalam dunia nya sendiri, namun berusaha makan walaupun sebenarnya tidak nafsu makan .


Di luar tiba-tiba Ketrin datang melihat kekasih nya yang sedang duduk bersama kedua sahabatnya yang sedang menikmati makanan nya .


"Sayang aku merindukan mu,"ucap ketrin sambil memeluk Kevin dari belakang membuat Kevin kaget lalu segera berdiri.


"Kenapa kau kesini?" tanya Kevin sambil menatap kekasihnya dengan lekat tidak biasanya kekasih nya datang tanpa di suruh .


"Aku merindukan mu tidak boleh?" ucap ketrin dengan manja, Sementara Kevin melihat wajah kekasih nya dengan penuh selidik .


"Aku tahu, jika kaya gini kau pasti ada sesuatu?" Tanya Kevin menatap mata Ketrin.


"Kau tau saja, apa yang aku pikirkan," ucap ketrin sambil tersenyum .


"Cepat, apa yang ingin kau katakan!"ucap Kevin datar .


"Kau benar-benar, tidak ada hubungan apa-apa kan? dengan gadis itu?" tanya nya sambil memegang tangan kevin .


"Tidak, hanya itu saja yang ingin kau tanyakan?" ucap Kevin sambil kembali duduk, musik sangat kencang jadi tidak ada yang mendengar apa yang mereka bicarakan .


"Dia seperti nya mengalami masalah, dalam hidupnya, sehingga membuat gadis itu terus saja menangis, itu tidak baik untuk kandungan nya, ku harap kau segera mencari keluarga nya, agar bisa menyelesaikan masalah ini," jelas Ketrin panjang lebar .


"Benar, apa yg kau katakan, kalau begitu kau boleh pulang, ini sudah malam, tidak baik seorang gadis masih berkeliaran bersama banyak pria," ucap Kevin menyuruh kekasih nya untuk pulang karena merasa khawatir dengan kekasihnya itu, ketrin pun akhirnya pulang meskipun dengan cemberut .


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2