Diantara 3 Pria (Cinta Janda Muda)

Diantara 3 Pria (Cinta Janda Muda)
Mulai Mencari Perhatian


__ADS_3

"Bagaimana kalau Alisa menjadi sekertaris Lo bukan kah itu ide yang bagus!" ucap Kevin menjelaskan .


"Tidak ada, gue tidak butuh sekertaris dan jangan pernah membawa dia ke dalam urusan perusahaan gue!" jawab Vino sambil menatap Alisa dengan tatapan tajam, membuat Alisa yang di tatap hanya menunduk saja karena tidak berani sedikitpun untuk menjawab.


"Vino, Lo bilang ingin melupakan apa yang terjadi? Kenapa Lo masih saja sinis? jika gue membahas masalah sekertaris, jangan bilang Lo masih belum bisa melupakan nya? makan nya kau masih seperti itu!" Kevin berusaha untuk membujuk Vino dengan mengingatkan apa yang membuat Vino trauma.


"Tidak, siapa bilang begitu!" jawab Vino berusaha untuk biasa saja.


"Kalau begitu terima Alisa sebagai sekertaris Lo, kita buktikan sendiri, jika sahabat gue ini sudah benar-benar melupakan apa yang terjadi!" ucap Kevin sambil menepuk pundak Vino membuat Vino mendengus kesal.


"Baiklah, kita buktikan sendiri, tapi tidak semudah itu masuk ke perusahaan gue, jika dia tidak lolos interview, maka jangan paksa gue untuk menerima dia sebagai sekertaris gue, karena posisi sekertaris itu hanya akan di tempati oleh orang yang tepat!" ucap Vino dengan penuh penekanan dan segera melangkah keluar karena merasa sangat begitu kesal dengan sahabatnya itu.


"Ka Kevin, dia pergi apa yang terjadi? apa aku sudah bisa bekerja besok?" tanya Alisa dengan raut wajah bingung.


"Benar cantik, sekarang kau tinggal siapkan mental untuk menghadapi si jutek itu, ingat selama kau mampu pasti kau bisa, karena si tampan Radit pasti akan selalu mendukung mu!" jelas Radit sambil tersenyum tipis membanggakan dirinya sendiri.


"Mas Radit bisa aja, bikin orang baper, he-he-he!" Alisa yang mendengar penuturan Radit tiba-tiba jadi cengengesan.


"Gitu dong, kalau mau ketawa jangan di tahan, tunjukkan saja tawa mu, biar lebih kelihatan kecantikan nya!" Radit sudah mengeluarkan rayuan mautnya, sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda.


"Jangan mau di baperin sama dia, yang ada nanti kamu bakal sakit hati dia itu play boy karat!" ucap Kevin sambil menoyor kepala Radit karena merasa sangat begitu kesal dengan sahabatnya itu.


"Ish Lo itu, bicara nya sembarangan, enak saja sudah tampan begini di bilang play boy karat, bilang aja Lo iri, melihat gue lebih menarik perhatian Alisa!" sarkas Radit merasa tidak terima dengan ucapan sahabatnya itu dan membalas menoyor kepala Kevin dengan kerasnya.


"Aduuuuh! Lo ingin membuat kepala gue pecah!" pekik Kevin dengan wajah di buat sedramatis mungkin.


"Ka Kevin ngga papa kan? pasti sakit?" tanya Alisa dengan tatapan khawatir.


"Mas Radit, jangan galak-galak, ka Kevin kan tadi hanya menoyor kepala mas Radit dengan pelan!" tambah nya lagi sambil menatap ke arah Radit dengan tatapan mata yang membasahi wajahnya.

__ADS_1


"Cantik, jangan mau kau di bohongi oleh nya, dia hanya pura-pura, sebegitu khawatir nya kau dengan nya? sampai kau menangis segala?" ucap Radit sambil memegang tangan Alisa dengan tak habis pikir.


"Mas Radit, jangan begitu, Ka Kevin tidak mungkin berpura-pura," Alisa tidak menghiraukan perkataan Radit dia segera berjalan membantu Kevin dengan penuh khawatir.


"Emang enak, Alisa lebih percaya ama gue ketimbang sama Lo," gumam Kevin dengan tersenyum mengejek ke arah Radit penuh kemenangan.


"Ka Kevin, Aku panggil kan Mba Ketrin yah, dia kan dokter!" tawar Alisa hendak mengambil hp milik Kevin.


"Tidak! tidak usah, dia sedang sibuk, kau saja yang menemani ku, nanti juga lebih baik!" cegah Kevin sambil memegang tangan Alisa dengan penuh harap, karena pria itu hanya berpura-pura saja.


"Baiklah, tapi lepaskan tanganku tidak baik seperti ini!" ucap Alisa dengan gugup karena merasa sangat begitu tegang dengan pegangan tangan Kevin.


"Eh maaf, Aku tidak bermaksud untuk seperti itu!" ucap Kevin dengan tidak enak hati.


"Sudah ku bilang kan dari tadi? dia itu cuma ingin mencari kesempatan dalam kesempitan, nyatanya dia itu baik-baik saja nggak ada yang terluka!" jelas Radit sambil menatap Kevin dengan tatapan sebal.


"Orang tadi beneran ko, Lo aja yang iri!" sanggah Kevin sambil menatap Radit dengan mengejek.


"Ka Kevin, sudah beneran baik?" tanya Alisa dengan menyelidik.


"Ni anak polos banget sih? sudah tahu di bohongi tapi masih aja percaya, kalau seperti ini Aku jadi ngga tega berbohong lagi deh!" gumam Kevin di dalam hati nya sambil menatap Alisa dengan penuh arti.


"Cantik, lebih baik tidak usah memperdulikan dia, dia sudah lebih baik, mending kita keluar, Dion sudah membelikan kita makanan!" ucap Radit sambil memegang tangan Alisa, tanpa banyak basa-basi pria itu langsung mengajak Alisa keluar, karena merasa sangat begitu tidak rela jika Alisa lebih peduli dengan Kevin ketimbang dengan dirinya.


"Ih mas Radit maksa banget sih? padahal Alisa kan lagi ngomong sama ka Kevin!" Alisa berbicara dengan ngedumel merasa kesal dengan Radit.


"Cantik, ha-ha-ha ternyata kau bisa juga ngedumel selain polos dan mudah di tipu, kalau ngedumel begini kau juga lucu!" Radit tiba-tiba tertawa terbahak-bahak karena mendengar Alisa ngedumel merasa sangat begitu lucu menurut nya, diikuti oleh Dion yang mendengar Alisa ngedumel juga ikut tertawa.


"Kalian kenapa asyik tertawa begitu apa yang lucu?" tanya Kevin yang baru saja keluar.

__ADS_1


"Tidak ada pembohong, lebih baik kita makan saja!" jawab Radit dengan tatapan sebal karena merasa Kevin sebagai pengganggu.


"Dasar Lo yah, berbicara sembarangan banget, dasar sahabat laknat!" cibir Kevin sambil menatap Radit dengan penuh arti masih melanjutkan aktingnya .


"Bos jangan berdebat lagi, mending kalian makan saja kasihan Alisa merasa bingung dengan kalian!" jelas Dion berusaha untuk melerai keduanya agar tidak terjadi keributan.


"Kau benar Dion, tidak ada habisnya untuk meladeni dia!" ungkap Kevin sambil duduk karena tidak ingin Alisa menjadi tidak nyaman.


Mereka pun makan dengan hening tak ada yang berbicara, karena tidak ingin terjadi keributan.Setelah makan Alisa langsung di suruh masuk ke dalam kamar karena Kevin tidak ingin Alisa di perhatikan oleh banyak orang, malam hari Alisa habiskan dengan belajar tentang menjadi sekertaris karena gadis itu ingin menampilkan kesan yang baik saat bekerja.


PAGI HARINYA


Alisa pagi ini sudah bangun dan sudah rapi, karena tidak ingin telat saat bekerja, gadis itu benar-benar merasa bersemangat. kehamilan nya tidak sedikitpun membuat nya susah seperti mual dan muntah pun bahkan tidak dia rasakan.


"Anak mama yang kuat yah? jangan membuat mama susah, hari ini kita harus berjuang bersama, biar Mama bisa di terima bekerja, terima kasih selama hadir di perut Mama kau tidak membuat mama repot, meskipun mama selalu menyalahkan kehadiran mu, Mama juga minta maaf, tapi sekarang mama janji tidak akan menyalahkan kehadiran mu lagi!" Alisa berceloteh panjang lebar sambil mengelus perutnya yang masih rata itu berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri .


"Alisa pagi? sudah rapi aja mau kemana nih?" sapa Dion yang baru saja datang.


"Pagi juga Dion, mau kerja, jadi hari ini Alisa Minta maaf ngga bisa bantuin Dion lagi, tapi tadi Alisa sudah bantuin sedikit ko!" jawab Alisa sambil tersenyum tipis.


"Wah bagus dong, tidak masalah, lagian juga ini memang sudah pekerjaan ku, di bantuin sukur ngga di bantuin juga ngga papa!" ucap Dion sambil tersenyum tipis.


"Mau kerja di mana?" tambah nya lagi karena merasa penasaran.


"Di tempat Mas Vino, doain yah semoga Aku bisa lulus interview!" jawab nya sambil tersenyum tipis.


"Semoga mental mu kuat yah, soalnya si bos jutek biasanya suka ngomong pedes, meskipun aku tidak tahu kau itu sebenarnya saudaranya siapa? tapi yang kulihat seperti nya bos jutek itu tidak menyukai mu!" jelas Dion berusaha untuk menyemangati Alisa.


"Wah ternyata ada yang sedang menjelek-jelekkan ku !" suara nyaring itu membuat Dion menelan ludah nya sendiri.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2