
"Bos Vino, sejak kapan ada di sini?" tanya Dion berusaha untuk menutupi kegugupannya.
"Dasar anak buah bermuka dua, di depan baik di belakang menjelek-jelekkan ku!" sindir Vino tanpa sedikitpun ingin menjawab pertanyaan Dion membuat Dion menelan ludah susah payah.
"Dan kau tidak akan mungkin mampu interview di perusahaan ku, Aku rasa sebelum kau melakukan nya pikirkan itu baik-baik!" tambah nya lagi sambil menatap Alisa dengan penuh peringatan tatapan nya seolah menghunus tajam.
"Wah ternyata sudah ada kemajuan, akhirnya Lo mau berbicara dengan Alisa juga!" ucap Kevin yang baru saja datang.
"Bukan urusan Lo!" ketus Vino dengan tatapan malas saat melihat kedatangan Kevin.
"Ka Kevin Apa dia marah?" tanya Alisa saat melihat Vino keluar begitu saja.
"Cantik, kau itu pagi ini tambah cantik aja, Mas Radit bawa sesuatu untuk mu, jadi jangan pernah pedulikan perkataan dia, kalau dia ngomel pakai ini untuk menutup telinga dan aku juga membelikan Hp untuk mu, agar kau bisa menghubungi kami saat dia bertindak tidak baik!" ucap Radit panjang lebar tanpa mengizinkan Kevin untuk berbicara.
"Mas Radit kau baik sekali, apa ini ngga berlebihan? Aku jadi merasa tidak enak hati, sudah selalu merepotkan kalian, terima kasih!" ucap Alisa sambil menatap Keduanya dengan tatapan sendu.
"Tidak hanya itu, kau juga bisa menggunakan ini untuk bekerja, Aku rasa jika kau memakai pakaian ini jauh lebih bagus dan fresh!" tambah Kevin sambil memberikan paper bag yang tadi di bawanya.
"Terima kasih ka Kevin, tapi sepertinya itu tidak perlu deh!" tolak Alisa dengan halus karena merasa sangat begitu tidak enak hati.
"Harus di terima, tidak ada penolakan, Aku sudah repot-repot membeli kan nya, masa kau jahat sekali menolak nya!" bujuk Kevin dengan wajah yang terlihat sangat begitu memelas.
"Baiklah, sekali lagi terima kasih untuk kalian berdua sudah menyemangati ku," ucap Alisa dengan tersenyum tipis.
"Eh bukan berdua tapi bertiga Dion juga, terima kasih kau juga sudah mau menjadi teman ku!" sambung nya lagi saat melihat Dion yang baru di sadari nya.
Dion hanya mengangguk saja, dan segera berjalan untuk menghindari tatapan kedua bosnya itu, yang menatap nya dengan tatapan mata seolah ingin menerkam nya habis-habisan.
Setelah mengucapkan terima kasih Alisa segera berjalan menuju ke kamar nya untuk berganti pakaian.
Tak butuh waktu lama, Alisa sudah keluar menggunakan Dress yang terlihat sangat begitu cantik, tidak terlalu ketat atau bahkan seksi, namun terlihat sangat anggun membuat Alisa terlihat sangat begitu cantik.
"Apa Aku sudah terlihat lebih baik?" tanya Alisa saat sudah berada di depan semuanya, ternyata Vino belum pergi pria itu sedang duduk sambil makanan dan segera menengok ke arah sumber suara begitu pun dengan keduanya.
Vino sekejap terdiam tanpa sadar dia benar-benar terpukau dengan apa yang di lihat nya, bahkan dia tidak sedikitpun berkedip.
"Sial! kenapa Janda itu cantik sekali? membuat ku tidak bisa mengontrol mata ku ini untuk tidak terpesona, apa yang terjadi dengan diriku ini? bukan kah seharusnya Aku tidak pernah sedikit pun menghiraukan nya, tapi mata ku ini kenapa jadi berpikir untuk memiliki nya!" gumam Vino merutuki dirinya sendiri ada rasa gelora yang berkecamuk di dalam hati nya entah perasaan apa yang di rasakan nya.
__ADS_1
"Bagaimana Vin? cantik bukan? bahkan mata Lo tidak berkedip sedikit pun?" tanya Kevin dengan tatapan menyelidik ke arah Vino.
"Tentu saja cantik, Alisa ini kan cantiknya alami Udah dari sononya!" timpal Radit sambil tersenyum tipis menatap ke arah Alisa.
"Biasa saja, mau cantik atau tidak yang di nilai adalah pekerjaan nya, bukan kecantikan nya!" sanggah Vino sambil menghabiskan makanan nya dan segera beranjak dari duduknya.
"Ayo berangkat, tidak ada waktu untuk mengobrol, tugas mu itu bekerja, jangan jadi orang lelet dan suka bercanda, karena di perusahaan ku itu orang nya serius semua!" tambah nya lagi sambil menatap Alisa dengan penuh peringatan.
"Alisa, belum sarapan, biarkan dia sarapan dulu!" ucap Kevin menghentikan langkah Vino.
"Tidak papa ka Kevin, Aku bawa roti ko, kalau begitu Aku pamit dulu, semoga Aku berhasil ya, ka terimakasih semuanya, Mas Radit aku duluan yah!" Pamit Alisa sambil tersenyum tipis menatap ke arah semuanya dan segera melangkah keluar untuk mengejar Vino yang sudah keluar terlebih dahulu.
Belum sempat kedua nya berbicara Alisa sudah keluar terlebih dahulu membuat keduanya menghela nafas panjang berusaha untuk tenang.
"Semoga dia tidak kena mental yah!" ucap Kevin sambil menghela nafas panjang menatap ke arah Radit.
"Iya bro kita cabut!" jawab Radit mengangguk dan segera berjalan keluar karena merasa sudah telat.
"Naik belakang, Aku tidak ingin duduk bersampingan dengan mu!" ketus Vino saat Alisa hendak duduk didepan.
"Maaf Mas Vino, sudah lancang mau duduk di depan!" ujar Alisa sambil tersenyum tipis dan segera masuk untuk membuka pintu mobil belakang.
"Iya ma-maaf Sudah lancang memanggil anda seperti itu!" jawab Alisa dengan terbata-bata karena merasa sangat begitu tegang.
Setelah itu Alisa segera masuk ke dalam mobil, sepanjang perjalanan hening tidak ada yang berbicara, Alisa selalu saja menatap ke arah jendela samping namun terkadang Alisa merasa ada yang curi-curi pandang.
"Aneh tadi pas Aku menengok ke sana seperti nya dia melirik ku? tapi pas Aku menengok ke arah spion tidak ada!" gumamnya dalam hati sambil menatap ke arah kaca spion mobil dengan heran.
"Apa yang kau pikirkan? kau pikir Aku sedang memperhatikan mu apa? jangan melihat ke arah kaca spion, jika kau ingin selamat!" Suara Vino membuat Alisa bergidik ngeri, apa lagi tatapan tajam yang menghunus membuat nya merasa ketakutan segera mengalihkan pandangannya dari kaca spion.
"Dia sudah seperti hantu saja, tahu isi pikiran ku!" gumam Alisa di dalam hati nya merasa heran dengan pria di hadapannya itu.
"Iya aku memang hantu, jadi jangan pernah sedikitpun mengusik ku dan mengumpati ku, jika tidak rasakan akibatnya!" Ucap Vino dengan tersenyum seringai, membuat Alisa heran kenapa pria di hadapannya itu bisa mendengar isi hatinya.
Vino tiba-tiba mengendarai dengan kecepatan tinggi, karena merasa sangat begitu ingin mengerjai gadis di belakang nya itu sambil tertawa terbahak-bahak.
"Tuan Vino hentikan! aku mohon jangan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, Aku takut!" teriak Alisa dengan ketakutan, tiba-tiba kejadian kecelakaan yang dulu teringat jelas di pikiran nya, tangis Alisa sudah pecah, keringat dingin nya mulai membasahi wajahnya, namun Vino tidak sedikit pun menghiraukan nya, karena pria itu belum menyadari kondisi Alisa. hingga sampailah di depan gedung perusahaan milik nya itu.
__ADS_1
"Turun! Aku tidak ingin semua karyawan ku melihat mu keluar dari mobil ku!" perintah nya namun Alisa tidak kunjung turun.
"Kau tuli yah? Aku bilang turun ya turun!" bentak nya karena Alisa belum kunjung turun .
Melihat Alisa tidak kunjung turun akhirnya Vino pun turun terlebih dahulu dan membuka pintu mobil belakang.
"Rupanya kau ingin menguji kesabaran ku yah! jangan mimpi aku bakal...!" ucapan Vini terpotong saat mendengar Alisa terlihat histeris.
"Ayah, ibu, kakak jangan tinggalkan Al, Aku tidak bisa hidup sendiri, Al masih membutuhkan kalian!" Alisa menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya, tiba-tiba kejadian itu memenuhi seluruh pikiran nya.
"Hay janda, kau sedang kerasukan apa? sampai kau menangis seperti itu !" Vino menepuk pundak Alisa dengan kerasnya, membuat Alisa tersadar dan kaget saat wajah Vino begitu dekat dengan nya, jantung nya kini berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Haaaah tua-tuan, saya tidak bermaksud, maaf untuk itu, sungguh tadi saya benar-benar takut, jangan pernah menyetir mobil seperti tadi lagi, jika mengingat itu pasti saya akan merasa ketakutan!" ucap nya terbata-bata sambil menghapus air mata nya.
"Baiklah kali ini aku maafkan, ku harap kau tidak mengacau di perusahaan, turun dari mobil ku, dan persiapkan apa yang perlu kau lakukan!" sinis Vino sambil mengibaskan tangan nya agar Alisa turun membuat Alisa menuruti nya.
"Teri..." belum sempat menyelesaikan ucapnya, mobil Vino sudah jalan terlebih dahulu, membuat Alisa menghela nafas panjang dan berjalan menuju ke arah gedung perusahaan tersebut
Alisa melihat ke sekeliling gedung perusahaan tersebut dengan takjub dan merasa sangat begitu senang disitu tertulis nama perusahaan 'Permai Group' perusahaan yang bergerak di bidang properti.
"Nona Alisa, benarkah itu nama anda?" tanya seseorang pria berjas hitam sambil tersenyum ramah.
"Anda mengenal saya?" Alisa bukan nya menjawab justru malah balik bertanya, karena merasa sangat begitu bingung dengan pria di hadapannya itu.
"Perkenalkan nama saya Doni, saya Asisten tuan Al-Vino Wiliam Bimantara, sekaligus yang akan memberikan tugas interview, semoga berhasil!" jelas pria itu panjang lebar menjelaskan dengan seramah mungkin .
"Oh Iya, terima kasih atas kerja keras anda, Saya akan berusaha yang terbaik," jawab Alisa dengan tersenyum tipis, berusaha untuk menutupi kegugupannya, dan segera berjalan mengikuti langkah kaki Doni, semua karyawan yang melihat nya merasa sangat begitu heran sambil berbisik-bisik.
"Apa itu sekertaris baru? Cantik juga, ku harap dia tidak kena mental dengan interview yang sangat begitu gila, seperti yang sudah-sudah, semua pada kabur, sebelum menyelesaikan interview karena tidak sanggup," Bisik-bisik karyawan yang melihat langkah Keduanya yang terlihat menarik Lift.
"Nama tadi seperti tidak asing bagi ku? tapi mana mungkin ka Al itu adalah tuan Vino yang galak, jelas-jelas dia dua orang yang berbeda, tidak ada kemiripan sedikit pun, mungkin hanya namanya saja yang mirip ,nama Al-Vino kan banyak," gumam Alisa sambil mengingat nama seseorang yang selalu di rindukannya.
Setelah menaiki lift Doni segera berjalan masuk di mana tertulis ruangan interview dan menyuruh Alisa untuk duduk, langsung meletakkan setumpuk berkas di atas meja.
"Tidak hanya modal cantik, tapi harus pintar juga, kerjakan itu dalam waktu satu jam, kalau dalam waktu satu jam kau tidak bisa mengerjakan nya, kau bisa undur diri!" ucap Doni sambil tersenyum seringai dan segera melangkah keluar meninggalkan Alisa yang terlihat mematung.
"Apa satu jam? gila sebanyak ini?" ucap Alisa sambil menatap berkas di atas meja dengan terkejut.
__ADS_1
BERSAMBUNG