Diantara 3 Pria (Cinta Janda Muda)

Diantara 3 Pria (Cinta Janda Muda)
Bercerita


__ADS_3

SEMiNGGU BERLALU


Hari yang di lakukan gadis itu hanya menangis dan makan, membuat tiga pria itu kebingungan, membuat Kevin lebih sering peduli pada gadis itu, sementara Ketrin akhir-akhir ini memang sibuk di rumah sakit, membuat dia lupa menanyakan tentang gadis itu. Vino dan Radit selalu biasa saja meski sesekali Vino sering kesal pada Kevin yang menurut nya terlalu baik, dan Radit sesekali sering berusaha menghibur gadis tersebut dengan sering menampilkan wajah cool nya dan merasa dialah yg paling tampan .


Sore itu seperti biasanya, setelah pulang kerja Kevin langsung ke base camp. Kevin masuk melihat gadis tersebut sedang duduk, kali ini infus sudah tidak terpasang lagi, membuat kevin mendekati gadis tersebut .


"Apa kau tidak lelah menangis terus?" tanya Kevin tiba-tiba membuat gadis itu menoleh sebentar, lalu kembali mengalihkan pandangannya .


"Lelah, bahkan sangat lelah lelah dengan semuanya" jawab gadis itu tiba-tiba .


"Kalo begitu jangan menangis lagi, ingat hidup mu masih panjang" ucap Kevin berusaha menenangkan gadis tersebut, membuat gadis itu menoleh ke arah Kevin .


"Kau benar, hidup ku masih panjang, Aku yang terlalu terpuruk, sampai tidak bersyukur" jawab gadis itu pada Kevin, sambil menyeka air matanya. Tiba-tiba Radit dan vino datang mereka berdua menghampiri kedua nya lalu segera duduk di sofa yang tak jauh dari gadis tersebut .


Membuat Kevin pun ikut duduk di samping kedua sahabatnya, gadis tersebut melihat ketiga nya .


"Terima kasih, untuk kalian semua, yang sudah memberiku makan selama ini, padahal kalian tidak mengenal ku" ucap gadis itu melihat ketiga nya dengan tatapan tidak enak.


"Apa kau sudah lebih baik? siapa nama mu?" tanya Radit sambil tersenyum ke arah gadis itu, membuat gadis itu menatap ke arah Radit.


"Nama ku Alisa, panggil saja Alisa" jawab gadis itu dengan singkat, membuat Radit mendekat ke arah Alisa.


"Aku Radit, pria paling tampan di antar mereka!"ucap Radit mengulurkan tangannya ke gadis tersebut.


"Oh Mas Radit" gadis itu mengangguk saja, tanpa sedikit pun ingin menyambut uluran tangan Radit, hal itu membuat Radit akhirnya mengangkat tangan nya dengan berpura-pura, merapikan rambut nya lalu segera duduk kembali .


Setelah itu gadis itu menatap ke arah Kevin .


"Aku Kevin" ucap Kevin masih duduk sambil menunjuk dirinya .


"Oh, Mas Kevin" ucap gadis itu mengangguk mengerti.


"Dia?" tanya gadis itu menunjuk ke arah vino yang cuek .


"Dia Vino, pria jutek, kau jangan berurusan dengan nya, dia juga tidak suka dengan perempuan" jelas kevin panjang lebar, sambil memegang pundak Vino, sementara Vino yang mendengar penuturan Kevin hanya diam, tak sedikit pun ingin berbicara, gadis itu yang mengerti pun hanya mengangguk saja .


"Jadi, apa kau bisa menceritakan apa masalahmu?" tanya Kevin kepada angkat bicara, membuat gadis itu menatap ke tiganya dengan sedikit ragu .


"Tenang, kami bukan orang jahat" ucap Kevin berusaha untuk meyakinkan gadis tersebut, sementara Radit hanya mengangguk .


Alisa akhirnya membuka suara menatap nanar ke arah depan .


"Semua orang menganggap ku wanita pembawa sial, Aku di usir dari rumah kontrakan, karena mereka bilang tidak ingin kena sial, di tambah kehamilan ku, setelah suami ku meninggal. bahkan ibu mertua ku dia juga sama menganggap ku wanita pembawa sial, wanita murahan, wanita kotor karena dia tidak pernah menyukai ku, sejak Aku menikah dengan putranya. di tambah kesalah pahaman atas kehamilan ku, hingga menyebabkan suamiku meninggal, dia terus menyalakan ku atas semua nya, karena menikah dengan ku. kami baru menikah tiga Minggu, Aku baru saja merasakan kebahagiaan, tapi semuanya hancur dalam sekejap. Sebagai seorang pasangan suami istri kehamilan adalah hal yang di harapkan oleh semua nya, tapi berbeda dengan ku kehamilan membuat hidup ku hancur" jelas Alisa panjang lebar sambil menangis, lalu memalingkan pandangannya ke samping .


Kevin dan Radit merasa kasihan dengan apa yang di cerita kan Alisa, sementara Vino hanya mendengarkan saja dengan ekspresi datar .


"Lalu di mana keluarga mu? Ibu mu Ayah mu?" Tanya Kevin lagi setelah melihat Alisa diam saja.

__ADS_1


Alisa menghela nafas panjang berusaha untuk tenang .


"kedua orang tua ku sudah meninggal, karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu, hal itu merenggut seluruh keluarga ku, Ibu, Ayah dan kakak ku. Terkadang aku berharap kalo Aku tidak selamat di hari itu, tapi kenapa? hanya Aku, yang selamat, Aku harus menanggung semua nya sendiri, hingga Aku baru saja menemukan kebahagiaan, tapi secepat itu dia juga pergi meninggalkan ku? dia juga kecelakaan, Aku rasa semua nya tidak adil untuk ku" jelas Alisa panjang lebar sambil menangis mengingat kenangan buruk hidupnya .


"Tidak, kau bukan wanita pembawa sial, mungkin kau sedang di uji, kau tidak boleh menyalahkan kehamilan mu, jika kau ingin kau bisa tinggal semau mu di sini" ucap Kevin dengan bijak berusaha untuk menenangkan, membuat Vino kaget dengan apa yang di katakan Kevin .


"kita bicara di luar!" ajak Vino menarik kevin keluar.


"Kami keluar dulu" pamit Kevin pada Alisa, membuat Alisa mengangguk saja .


"Lo gila? menyuruh dia tetap tinggal di sini!" sentak Vino dengan marah setelah sampai di depan.


"Kenapa? Lo tidak kasihan dengan dia? dia tidak punya siapa-siapa," tanya Kevin merasa tidak habis pikir dengan Vino .


"Iya Bro, kasihan dia" tambah Radit mengagguk setuju.


"Tidak bisa, dia tidak boleh tinggal disini, disini tempatnya para pria!" Jawab dengan penuh penekanan di setiap kata-kata nya.


Alisa yang berdiri di balik pintu tidak sengaja mendengar langsung keluar .


"Bener yang di katakan dia, Aku memang seharusnya pergi, terima kasih, kalian sudah memberi ku tempat tinggal selama seminggu ini" ucap Alisa hendak mengambil barang-barang nya untuk segera pergi .


Kevin langsung memegang tangan Alisa .


"Jangan pergi Aku mohon, tetap lah di sini, jangan dengarkan apa yang dia katakan, dia memang suka asal bicara, setidaknya Aku memohon sebagai seorang kakak kepada adiknya" ucap Kevin pada Alisa, membuat Alisa menatap ke arah kevin .


"Aku mohon, itu karena melihat mu Aku teringat Adik ku, setidaknya aku memohon sebagai seorang kaka" jawab Kevin berusaha untuk membujuk Alisa .


Vino yang melihat itu langsung keluar begitu saja .


"Tapi bagaimana dengan dia?" Tanya Alisa saat melihat Vino pergi .


"Jangan memikirkan dia, dia memang seperti itu" ucap Kevin menjelaskan pada Alisa, akhirnya Alisa pun setuju untuk tetap tinggal, Radit yang mendengar hal itu ikut senang apa lagi sering tebar pesona .


MALAM HARI NYA


Kevin mengajak Alisa keluar, Alisa menatap kaget saat melihat banyak nya para pria, ini pertama nya Alisa keluar setelah seminggu mengurung diri, Kevin pun menatap ke Alisa yang terkejut .


"Tenang, mereka bukan orang jahat, kami juga bukan pemabuk, kami di sini hanya pria saja, dan tujuan nya untuk mengurangi ke penataan saat pulang kerja" jelas Kevin panjang lebar, Membuat Alisa mengangguk mengerti. Kevin pun menyuruh Alisa duduk satu meja dengan Radit dan Vino, meskipun pria itu masih menatap tidak suka dengan Alisa tapi pria itu tetap makan dan menikmati kebersamaan nya .


Setelah makan, Kevin menunjukkan betapa banyak nya minuman bersoda dan kaleng pada Alisa.


"Ini semua?" tanya Alisa merasa takjub .


"Iya sekarang kau percaya kan?" jawab Kevin mengangguk mengiyakan.


"Cantik, jangan bersedih lagi yah? si tampan Radit akan selalu menjaga mu," goda Radit sambil mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"He-he-he, apa kebiasaan mu memang seperti itu? memuji di diri sendiri?" tanya Alisa sambil tertawa kecil. Sementara Vino hanya melihat nya dengan kesal dan para pria lainnya hanya melihat saja kedua bosnya tanpa bertanya siapa wanita itu .


"Rupanya jika kau tertawa kau sangat cantik, gitu dong senyum, Radit yang tampan ini janji akan membuat hari-hari mu berwarna" goda Radit lagi sambil mengibaskan rambutnya dan mengedip kan sebelah matanya .


"Dasar narsis so ke gantengan!" gerutu Kevin pada Radit, sementara Alisa hanya menahan tawanya saja rupanya Radit orang yang lucu menurut nya .


"Aku memang yang paling ganteng bilang saja iri" balas Radit sambil menepuk dadanya memuji diri sendiri, Kevin hanya mendengus sebal dan langsung mengajak Alisa kembali duduk .


TAK BEBERAPA LAMA KEMUDIAN


Kedua gadis cantik datang memeluk Kevin dan Radit, mereka tidak lain tidak bukan adalah Gadis kekasih Radit dan Ketrin kekasih Kevin.


"Sayang aku merindukanmu" ucap keduanya membuat Kevin dan Radit menoleh siapa yang memeluk nya .


"Ketrin tumben kemari?" tanya kevin datar, sementara Radit hanya diam saja .


"Memangnya tidak boleh aku merindukan mu" jawab Ketrin yang masih belum sadar dengan keberadaan Alisa, Alisa hanya melihat saja dengan tatapan bingung.


Gladis menoleh ke arah samping Radit di mana Alisa duduk, di tengah.


"Siapa dia sayang?" tanya Gladis pada Radit membuat Ketrin menoleh ke samping .


"Kau sudah baikan?" tanya Ketrin pada Alisa yang masih bingung .


"Dokter, Alhamdulillah saya lebih baik dok," jawab Alisa sambil berusaha tersenyum.


"Syukur lah kalo begitu, Aku juga ikut lega" ucap Ketrin berusaha biasa saja.


"Kau mengenal nya?" tanya Gladis pada Ketrin karena dari tadi Radit diam saja .


"Dia salah satu pasien ku" jawab ketrin dengan singkat .


Akhirnya mereka berdua pun duduk bersama meski sebenarnya Gladis ingin tau banyak hal namun niatnya di urungkan karena merasa suasana menjadi canggung, gadis itu mencoba mendekati Alisa .


"Minum ini, dari tadi kau tidak minum" tawar Gladis menyodorkan segelas minuman bersoda.


"Maaf, Aku tidak minum" Jawab Alisa mencoba, menolak halus.


"Kenapa?ini bukan minuman beralkohol?" tanya Gladis dengan heran .


"Aku tau, tapi Aku memang tidak ingin minum," jawab Alisa sambil masih berusaha untuk menolong halus gelas yang di sodorkan Gladis, agar wanita di itu mau mengerti .


Gladis bukan nya mengerti justru malah semakin mendorong gelas itu sehingga terjadila dorong mendorong gelas, reflek minuman itu tumpah mengenai baju Alisa .


"Aaaaaw! baju ku," pekik Alisa langsung berdiri karena merasa terkejut.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2