
authors pov
senja dan dika pun akhirnya tiba disebuah warung mie ayam. dika yang melihat kondisi warung tersebut pun nampak ragu untuk turun dari mobilnya.
"sayang, kamu yakin kita akan makan ditempat seperti ini?" tanya dika menyakinkan dengan tatapan yang tak lepas dari kondisi warung didepannya.
"iya dong, kenapa? kamu nggak mau? yaudah biar aku aja sendiri yang makan, kamu tunggu aja didalam mobil" jawab senja yang sedikit sewot karna kelakuan kekasihnya itu. belum sempat senja turun dari mobil, dika lebih dulu menarik tangan senja
"sayang tunggu, aku ikut kamu oke" dengan gerakan cepat dika pun turun dari mobil, menggandeng senja menuju warung mie ayam tersebut.
"pak mie ayam 2 ya makan sini, yang 1 mie nya setengah mateng aja (btw ayo siapa yang lebih suka makan mie ayam tapi mie nya setengah mateng kayak author? 🤭)" pesan senja pada penjual mie ayam tersebut
"siap mbak "
suasana warung tersebut pun sedikit ramai hingga mereka harus duduk 1 meja dengan orang lain, senja pun melihat dika yang sedikit kebingungan .
__ADS_1
"udah duduk aja " ucap senja yang akhirnya membuat dika duduk
"kenapa nggak makan di restoran aja sih sayang, lebih enak dan nyaman juga tempatnya"
"ayolah dik, jangan kebanyakan ngeluh, rasain dulu makanannya, lagian banyak kok orang yang jauh dibawah kita, kita masih bisa makan aja itu udah bersyukur, nikmati dan jangan ngeluh, okey" ucapan senja membuat dika tertegun, merasa beruntung karna memiliki wanita yang mandiri, tangguh dan tidak pernah mengeluh, wanita yang mengajarkannya untuk selalu bersyukur dengan apa yang sudah ia miliki saat ini, senja memang berbeda, benar² berbeda dari wanita yang pernah ia kencani selama ini,
"maaf sayang" dika sambil menggenggam tangan senja, senja pun tersenyum dan mengangguk.
tak lama makanan dan minuman mereka pun datang, senja dan dika begitu menikmati makanan yang ada, dika yang awalnya ragu malah dia yang habis duluan dan tak henti² nya bilang bahwa mie ayamnya ternyata enak.
mereka pun sampai didepan kost'an senja. saat senja hendak membuka pintu mobil, dika menahannya,
"sayang makasih ya untuk hari ini" ucap dika
"aku yang harusnya makasih, aku bersyukur banget punya kekasih seperti kamu" jawab senja sambil tersenyum dan tangannya refleks membelai pipi dika.
__ADS_1
lalu tanpa sadar dab entah siapa yang memulai mereka sudah saling berciuman, bahkan ciuman mereka kini sudah berganti dengan lumatan, dika menindih senja ,mengatur posisi kursi agar membuat mereka sejajar, tangan dika pun sudah beraksi membuka kancing kemeja senja, ciuman dika pun turun keleher jenjang senja sambil tangannya menurunkan bra yang dipakai senja.
senja sempat mendesah sebelum kesadarannya kembali.
"stop dik!" senja mencoba menghentikan dika yang sudah dipenuhi hasrat, tangannya mendorong dika agar menjauh. dika sadar dan meminta maaf pada senja.
"sayang maafkan aku, aku janji tidak akan mengulanginya lagi" dika menatap senja yang masih sibuk membenarkan pakaiannya. senja pun mengangguk dan mengecup pipi dika sekilas.
"its okey sayang, yang penting kamu tidak melampui batas"
senja pun turun dari mobil, melambaikan tangan pada dika, senja baru masuk saat mobil yang dinaiki dika sudah tidak terlihat lagi.
to be continue...
jangan lupa like ya readers.
__ADS_1
btw selamat tahun baru buat kalian semua, tahun yang baru dengan hati yang baru