DIBAWAH LANGIT SENJA

DIBAWAH LANGIT SENJA
Eps 12


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻


"Naila melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 5 sore"


"Mah Naila pamit yah mah udah sore..."


"Iya sayang lain kali kalau datang ke sini ajak Gibran"


"Iya ma...sampaikan salam Naila sama papa yah mah"


"Iya sayang"


"Assalamualaikum mah"


"Waalaikumsalam..Hati hati nai"


"iya mah"


"Malinda pun melihat kepergian putrinya...jujur saja ada kecemasan dalam hatinya..."


"Naila..Naila...gimana kalau suatu saat nanti Gibran mengetahui kekurangan kamu"Ucap Melinda cemas


🌻🌻🌻🌻


"Hei Gibran...Lama tak jumpa"Ucap Tomi yang melihat kedatangan Gibran


"Gibranpun hanya tersenyum tipis...jujur saja Kalau bukan karena pekerjaan Gibran Najis bertemu dengan Tomi"


Tomi pun memanggil seorang pelayan


"Tolong bawakan Minuman Istimewa buat Tamu istimewa saya"


"Maaf pak...Tuan Gibran tidak minum"Potong Syan


"Hhhhh....ayolah Gibran minuman itu tidak akan membunuhmu..."Cengir Tomi


"Sudah bicaranya...apakah Kita bisa mulai sekarang"Ucap Gibran tenang


"Wahh seperti nya anda sudah tidak sabar yah"


"Ok langsung saja saya menginginkan shiren yang menjadi model dari produk itu"


"Baiklah"Ucap Gibran dengan raut wajah tenang


"Tuan memang pintar mengatasi keadaan"Ucap syan dalam batinnya


"Wahh... kelihatannya anda begitu bersemangat mendengar saya menyebut nama shiren"


"Tentu saja...Apa cuma itu Yang membuat anda mengundang saya ketempat kotor seperti ini...yahh kalau di fikir fikir tempat ini memang pantas kalau hanya untuk membicarakan tentang wanita M*****n itu"ucap Gibran datar


Mendengar perkataan Gibran,Tomipun tercengang ia tidak mengira bahwa Gibran akan seperti itu


"Apa Lo benar Benar sudah melupakan dia Gibran"Tanya Tomi yang sudah mulai memunculkan watak aslinya


"Itu bukan Urusan anda..."


"Hahaha...Baiklah Pak Gibran yang terhormat"


"Saya rasa pembicaraan kita cukup sampai disini..."Ucap Gibran pergi meninggalkan Tomi


"Tomi Tomi......Ingin rasanya saya tertawa melihat usaha anda yang ingin membuat tuan Gibran marah...tapi sayang nya dia tidak terpancing sama sekali"Ucap Syan menertawakan Tomi


"Diam kau syan"bentak Tomi


"Syanpun pergi meninggalkan Tomi yang masih dengan amarahnya"


Di dalam mobil sesekali Syan melihat Gibran dari kaca Spionnya...namun Gibran masih terlihat tenang


"Apakah anda baik baik saja tuan"


"yahh...."Ucap Gibran singkat

__ADS_1


"Syan...kalau sewaktu-waktu wanita itu datang tolong ingatkan saya tentang kesalahan nya"Ucap Gibran mendadak


"Kenapa seperti itu tuan...apakah anda masih mencintainya"


"Ntahlah syan saya hanya takut saya akan mengulangi hal yang sama"


"Apakah anda tidak mencintai istri tuan"


"Kami bersama baru satu Minggu syan...kamu kira saya ini cowo apaan"


"Hhhh...padahal kan istri tuan cantik"


"Sekali lagi kamu mengatakan istri saya cantik di depan saya habis kau syan"ancam Gibran


"Tuan ini aneh... Istri nya di bilang cantik pun dia marah"Ucap syan dalam batinnya


"Kau tidak dengar syan apa yang saya katakan"


"Iya tuan saya tidak akan mengatakan hal itu lagi di hadapan tuan"


"Bagus"


Tak lama Gibranpun sampai dirumahnya


"seperti biasa Naila selalu menunggu Gibran di ruang tamu..."


"Mas Gibran sudah pulang"Ucap Naila mengembangkan senyumnya


namun gibran tidak menjawab dan langsung berjalan menuju kamarnya


"lahh...Naila dicuekin Guys...Kali ini kenapa lagi monster itu"Ucap Naila


Nailapun tetap menunggu Gibran di sofa karna dia tahu Gibran akan turun untuk makan malam..


"saya mau makan"Ucap Gibran di atas tangga mengejutkan Naila


"Makan yah makan kan udah disiapin di meja"Ucap Naila dalam batinnya


"Kamu tidak dengar saya bilang apa"Ucap Gibran setengah teriak


"Jangan sampai saya mengulangi perkataan saya untuk yang ketiga kalinya"


"Ii..iya mas"Ucap Naila Setengah berlari menuju meja makan


"Selamat makan mas gibran"Ucap Naila mengembangkan senyum khasnya


Namun Gibran hanya cuek


"Dia kenapa sihh...apa Naila punya salah"fikir Naila


"Kamu kemana aja seharian ini?Ucap Gibran tiba tiba


Duk dak duk dak


"Tamat sudah riwayat mu hari ini naiii"Ucap nya dalam hati


"Jawabbb"Bentak Gibran


"Nai..Naila gak kemana-mana kok mas Naila dirumah seharian"ucap Naila berbohong


"Kamu yakin dengan jawaban kamu"Ucap Gibran


"Ya..yakin mas"


Brakkkk....Gibran pun melempar gelas yang dihadapannya kearah Naila...Namun Gibran sudah mengagak agar gelas itu tidak mengenai Naila


"Nailapun Terkejut dan perlahan ada keristal bening yang membasahi pipinya"


"Kamu tau Sayang Saya Benci dengan orang yang suka berbohong"Ucap Gibran mencengkram pipi Naila


"Sa...sakit mass"Rintih Naila

__ADS_1


"Ini belum sebanding dengan rasa sakit yang saya rasakan karna kebohongan mu"Ucap Gibran melepaskan cengkraman nya


"Ok...saya ulangi Kamu kemana aja seharian ini"


"Nai...Naila kerumah mamah mas...Maafin Naila mas Naila gak maksud buat bohongin mas gibran...Naila takut..mas gibran marah"Tangis naila


"kalau kamu takut kenapa kamu tetap keluar dari rumah ini....kamu tau alasan saya tidak mengizinkan kamu keluar dari rumah ini"


"Tentu saja Naila penasaran apa yang membuat Gibran tidak mengizinkan dia keluar dari rumah ini


"Naila pun menggeleng"


"Banyak di luar sana yang mengincar nyawa kamu..."ucap Gibran meninggalkan Naila yang masih menangis


"Maksud nya apa...siapa yang menginginkan nyawa Naila.."Tanya Naila dalam batinnya


Nailapun pergi menuju kamarnya


"Naila akui Naila salah tapi Mas Gibran kan gak harus gini in naila..."Tangis Naila dalam kamarnya


🌻🌻🌻🌻


"sialll.... Seharusnya saya tidak perlu sekasar itu....Ini semua gara gara wanita itu....saya jadi melampiaskan kemarahan saya kepada Naila"


"Gibran pun turun berniat ingin Mengambil air minum namun langkahnya terhenti melihat pintu kamar Naila terbuka"


"tumben pintu kamarnya terbuka"Ucap Gibran menuju kamar Naila


"Gibran mendengar isakan dari dalam kamar Naila dan Gibranpun berjalan masuk kedalam kamar Naila"


"Dasar bocah...Tidur sambil nangis"Gumam Gibran


Gibran pun melihat pipi Naila yang memar akibat ulahnya....


diapun mencari kotak p3k di kamar Naila dan mengambil salep


"Gibran Mengoleskan Salep tersebut di pipi naila"


"Mas Gibran"Ucap Naila terkejut mendapati Gibran berada di kamarnya


"Diam...Biar saya obati pipi kamu"


Naila pun menurut


"Maafkan saya..saya hanya tidak suka kamu berbohong..."Ucap Gibran tiba tiba mengelus lembut pipi Naila


"Naila pun terkejut melihat perlakuan Gibran"


"Iya mas...Naila juga minta maaf...Naila janji gak bakalan keluar rumah lagi "


"Hmmm...besok saya akan Carikan bodyguard buat kamu"


"Haahh...gak..usah mas...Naila gak mau di kawal kawal"


"Kamu mau bantah saya lagi"


"hmmm...maaf mas..."


"Sudah larut...Tidurlah..."


"Iya Mas..."


Gibran pun beranjak ingin keluar dari kamar Naila


"Mass"Panggil Naila


Gibranpun membalikkan badannya


"Makasih"Ucap Naila malu malu


Gibran pun tersenyum dan pergi meninggalkan Naila

__ADS_1


"Wahhh kacau kacau... Jantung Naila rasanya mau copot"Ucap Naila menutup seluruh tubuh nya dengan selimut


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2