DIBAWAH LANGIT SENJA

DIBAWAH LANGIT SENJA
episode 7


__ADS_3

Authors pov


hari-hari pun berlalu, hubungan senja dan dika pun makin hari semakin dekat, meskipun banyak mahasiswa dikampus yang memandang bahwa senja tidak pantas untuk dika, namun dika tidak pernah mempermasalahkan itu. namun yang jadi masalah ketika senja selalu merasa malu saat bersama dika, ia merasa tidak pantas, padahal dika sudah menegaskan bahwa dia tidak peduli terhadap pandangan orang lain.


"ayolah ja, kenapa harus nunduk gitu sih," ujar dika


"aku malu dik, apa kamu nggak lihat tatapan mereka itu, apalagi para gadis itu, mereka seakan ingin mencabik-cabik tubuhku" jawab senja yang masih belum mau menatap dika.


dika pun menggenggam tangan senja, dengan langkah cepat dia mengajak senja menuju taman belakang kampus, tanpa memperdulikan teriakan senja yang meminta dika untuk berhenti, sesampainya ditaman dika pun menyandarkan tubuh senja di sebuah pohon besar, dika menatap senja tajam .

__ADS_1


"kamu kenapa dik? " ucapan senja yang sedikit gemetar karena canggung menyadari posisi mereka yang terlalu dekat


dika memposisikan kedua tangannya disamping tubuh senja, lalu salah satu tangan dika bergerak meraba pipi senja yang halus, senja yang merasakan sentuhan dari dika memalingkan wajahnya karna malu, tapi dengan gerakan cepat dika meyentuh dagu senja dan mengangkatnya untuk menatap dika.


"senja, bukankah sudah kubilang bahwa aku tidak peduli dengan ucapan orang lain tentang kamu, jadi kumohon jangan lagi merendahkan dirimu sendiri," ujar dika masih dengan mata yang lekat menatap senja tajam.


"tapi dik , hmmmm mmhh" belum sempat senja menyelesaikan ucapannya dika sudah terlebih dahulu membungkam bibir senja dengan bibirnya, senja yang masih kaget hanya bisa terpaku, senja dapat merasakan lembutnya ciuman dari dika, lalu tanpa sadar senja pun membalas lumatan demi lumatan yang dika berikan, bibir dan lidah mereka saling beradu, saling menyesap menikmati rasa yang tercipta, senja pun semakin lama semakin terbuai , senja mengalungkan kedua tangannya dileher dika, begitupun sebaliknya, dika mendorong tengkuk senja untuk lebih memperdalam ciuman mereka.


"dika, kau mengambil ciuman pertamaku!" kata-kata itu keluar tanpa sadar dari mulut senja, ia pun secara refleks menutup bibirnya dengan tangannya. namun dika menyingkirkan tangan itu dari bibir senja, ia tersenyum menatap senja yang merona karna malu,

__ADS_1


"aku tau, maafkan aku yang dengan lancang mengambil ciuman pertamamu, tapi kupastikan akan ada yang selanjutnya dari ku, dan ini hanya untuk ku " ujar dika sambil tangannya mengusap bibir mungil senja yang sedikit membengkak karena ciuman mereka tadi.


"apa maksudmu dik, aku tidak mau!" senja hendak membalikan badan untuk pergi, namun dengan cepat dika menahan senja agar tetap pada posisinya


"lepaskan aku dik aku mau ..."


" senja maukah kau menjadi kekasih ku? menjadi wanita satu-satunya dalam hidupku?" belum sempat senja melanjutkan ucapannya , dika sudah terlebih dulu memotong ucapan senja,


senja pun yang mendengar pernyataan dari dika itu hanya bisa melongo tak percaya dengan apa yang dika ucapkan,

__ADS_1


"apa kau bercanda dik? apa kau sedang mengerjaiku?"


tanya senja yang masih ragu dengan ucapan dika, ia hanya takut bahwa yang ia dengar tadi adalah halusinasi semata, ia tak yakin dengan apa yang ia dengar barusan.


__ADS_2