
"Hei... lo yang pakai jas merah kek poweranger"Teriak Marsya
" Sang pemilik jas berwarna merah tersebut pun menoleh"Yahh Manusia yang dimaksud adalah Syan
"Yah yah malah lanjut jalan... emang dasar yah tuh manusia satu gak punya akal fikiran"
"Woi... berhenti gak" Ucap Marsya memegang lengan Syan
"Apa-apaan ini" ucap Syan menepis kasar tangan Marsya
"Ehhh biasa aja kali...Lo tuh yahh gak ada perasaan gimana gitu udah salah minta maaf kek apa kek"
"Salah??emang saya saya salah apa? " Ucap Syan dengan wajah tak berdosanya
"Gila-gila lo bener-bener ga ada akhlak yahh... Udah nabrak gue sok sok an lagi gak punya salah"
"Syan pun mencoba mengingat ngingat dan mencerna perkataan gadis di hadapannya tersebut"
"owhhhh yang tadi... ya udah saya minta maaf, maaf saya buru-buru" ucap Syan melanjut kan langkahnya
"Whatttt itu doanggg.... woiiii!! Liat aja gue sumpahin lo sial hari ini" ucap Marsya setengah berteriak
"Marsyaaaaa! Panggil Gunawan
" Mati Guee...1..2...3....Lariii"Ucap Marsya
"Marsyaaa papa mau bicaraaaa! Teriak Gunawan
" Dasar anak gak tau di untungg"umpat Gunawan
🌻🌻🌻🌻
"Gimana miting nya syan" Ucap Gibran tiba-tiba menyadarkan syan dari lamunannya
"Lancar tuan kapan datangnya tuan..."
"Dari tadi... lo mikirin apa syan... cewek lo yah"
"Ahhh tidak tuan sejak kapan saya tertarik sama wanita"
"hahhh lu homo syan"
"sembarangan... ya tidaklah tuan saya normal... tapi untuk sekarang saya belum kepikiran mengenai itu tuan saya masih fokus untuk menjaga tuan"
"Lo kira gua bocah apa... sok dramatis loo..Syan kita ini seumuran dan lo juga udah waktunya cari pasangan"
"Hehe iya tuan nanti juga kalau udah saatnya datang sendiri"
"lo kira Tuhan sesayang itu sama lo syan.. biar kata jodoh di tangan Tuhan tapi bukan berarti lo gak usaha buat nyari jodoh lo"
"iya tuan.... " ucap Syan mengalah karna jika dilanjutkan bisa-bisa mereka bermalam di kantor
"Bagus"
"Syukurlah perlahan tuan sudah bisa kembali menjadi gibran yang dulu lagi" ucap Syan dalam batinnya
"tok tok"
"Masuk"
"Maaf Pak ini tehnya" Ucap slah satu OB di kantor tersebut
"letakin di meja aja"ucap gibran
"Ini teh nya Pak Syan"Ucap OB tersebut ke arah Syan
"burgggg"teh tersebut pun tumpah dan mengenai baju syan
"Maaf Pak saya tidak sengaja"
"Tidak masalah"
"Sekali lagi saya minta maaf Pak... saya mohon jangan pecat saya pak"
"Udah saya bilang tidak maslah yah tidak masalah" tegas syan
"te.. terimakasih pak"
"syan pun terdiam dan seketika ucapan gadis yang menyumpahi nya terngiang-ngiang do otaknya
"Gue sumpahin lo sial hari iniii"
"syan pun ngeri sendiri ketika mengingat perkataan gadis tsb"
"Syan... "
__ADS_1
"Syannnnn! "
"Iya tuan" ucap Syan terkejut
"lo kenapaa"
"tidak apa-tuan saya ke toilet dulu bersihin ini tuan" ucap Syan meninggalkan gibran
🌻🌻🌻🌻
"Terimakasih Syan... kamu bisa pulang sekarang" Ucap gibran
"Baik tuan"
"Gibran pun berjalan dan memasuki rumahnya"
"Dasar bocah... " ucap Gibran melihat Naila yang tertidur di sofa dengan memegang remot TV dan TV yang sedang menyala
"Naila..." Ucap Gibran membangunkan naila
"haaaaa udah pulang mas..."
"iya saya mau makan"
"Udah naila siapin kok mas si meja makan..."
"Trus kamu suruh saya makan sendiri"
"Mas... Naila ngantuk banget mass"
"Bodo...Kamu mau saya.... "
"Iya... iya... baik Suamiku tercinta"
"Gibran pun sontak terdiam mendengarkan kata-kata naila barusan"
"Tamat sudah riwayatmu naila...kenapa jugaa ngucapin kata-kata menjijikkan ituu"
"Kamu cinta sama saya" Ucap Gibran tiba-tiba
"Ha apaa... nggak mas naila gak cinta sama mas gibran"
"Apaaa.... lalu kenapa kamu mau menikah dengan saya kamu terpaksa!"
"Iyaaaa" Ucap naila dalam batinnya
" Saya mandi dulu... "
"Iya mas naila tungguin mas di meja makan yah"
"Gibran pun pergi menuju kamarnya"
"30 menit pun berlalu"
"Anak ini...." Ucap Gibran melihat naila yang kembali tertidur di meja makan
"Naila...Kebakaran" Ucap Gibran mengejutkan Naila
"Haaa kebakaran...Tolong.....apinya mana mas ayo keluar mass" Ucap naila manrik tangan Gibran
"Hahahaha.... dasar bocah gila"
"Mas Gibran ngerjain naila yahhhh.... mas tau gak naila hampir aja jantungan mas... kalau naila jantungan mas mau tanggung jawab"
"Mudah aja tinggal di kuburin... ya udah selesai... habis perkara" Ucap Gibran Enteng
"Haaaah Dasar Suami ga ada akhlakkk"ucap naila setengah tak terdengar
"kamu bilang apa barusan..."
"Nggak kok mas"
"Lagian siapa suruh kamu tidur disini"
"Habisnya mas Gibran lama banget mandinya, mas Gibran mandi kembang 7 rupa yah"
"Terserah saya...."
"Ini Nasinya mas"
"Naila udah masakin masakan yang gak terlalu pedas biar mas gak sakit lagi"
"elehhh sok perhatian kamu"
"Ya iyalah kan mas suami naila naila kan istri mas"
__ADS_1
deggggg..... "jantung Gibran pun berdetak tak beraturan mendengar kata kata sederhana Naila barusan"
"Kenapa Mas" Ucap naila
"Gak kenapa-napa"
"Mas makan nya bisa cepetan dikit gak sihh... sumpah naila ngantukkk banget mass"
"Gak bisa.... "
"Masss"
"Bisa diam gak... kamu mau saya cium"
"Haaa... gak mauuuu...... "
"Haha kamu mau pun saya gak bakalan mau relain bibir saya yang mahal ini buat kamu"
"Apa lagi Naila.... wekkkk"
...........................
"Alhamdulillah"
"Kenapa kamu? saya yang selesai makan kamu yang bersyukur dasar bocah gilaa
" Setidaknya naila udah bisa tidur sekarang mas.... "
"Badan saya sakit semua...kamu bisa mijit kan... sekarang pijit saya dulu
" Gak naila gak bisa mijit mas... "
"Lalu untuk apa saya menikahi kamu kalau melakukan hal sepele seperti itu saja kamu tidak bisa... lebih baik kita... "
"Naila becanda mas" Potong Naila....mana yang pegel biar naila pijitin Naila jago loh mijit
"Di kamar aja... masa mijit di meja makan"
"hehe iya mass"
Gibran dan Naila pun menuju ke dalam kamar
"Mas gibran mau apa kok buka baju" Ucap naila menutup wajahnya
"Dasar Otak mesum.... kamu kan mau mijit saya bodohhh"
"Yaaa kannn"
"Udah diam kerjain aja"
"ii.. iya mas.... "
"Naila pun memijat punggung Gibran dengan telaten" Hingga akhirnya tertidur
"Mas... udah yahh Naila capek... naila ngantuk"
Namun tidak ada jawaban dari Gibran
"Mas. Gibrannn....Yahhh dia udah tidur ternyata...Dasar ga ada akhlak emang monster yang satu ini... "
ting
ting
ting
"Siapa malam malam gini ngirim pesan ke mas Gibran... apa mungkin dari kantor yah"
Nailapun memberanikan Diri mengambil ponsel Gibran dari atas nakas
Syiren
Yah nama itu yang tertera di notif ponsel Gibran
"Syiren...Siapa syiren"Ucap Naila dalam batinnya
" Mungkin karyawan kantor mas Gibran..."Nailapun berniat membuka pesan tersebut namun sayang Ponsel Gibran membutuhkan sandi agar bisa di buka dan naila tidak mengetahui apa sandi ponsel milik Gibran
"Hmmm...bangunin mas Gibran aja kali yah"
"Mas.. ada yang ngirim pesan mas... namanya Syiren
" Namun Gibran tidak menghiraukan panggilan Naila"
"Hmmm yaudah mungkin mas Gibran kelelahan"
__ADS_1
"Nailapun udahh ngantukk.... haaaaa"
🌻🌻🌻🌻🌻