DIBAWAH LANGIT SENJA

DIBAWAH LANGIT SENJA
episode 3


__ADS_3

di kantin ..


setibanya dikantin aku langsung memesan bubur ayam kesukaan ku diiukuti oleh septi, lalu mengedarkan pandangan untuk mencari tempat yang nyaman untuk makan sekaligus ngobrol.


" yuk sep, ke pojok sana " ucapku


" tau aja sih tempat yang enak buat mojok " gumam septi yang kujawab dengan senyumanku yang manis ini.


" eh ja, udah nyelesain tugas dari Bu Leni belum? " tanya septi yang sambil terus menelan buburnya


" yaelah, itu mulut penuh ditelen dulu napa sep" yang dijawab cengiran oleh septi


"belum selesai sih, bentar lagi lah, cuma kurang beberapa bab aja sih," jawabku santai


" sumpah pusing banget gue ja, bu Leni kalo ngasih tugas gaitungan, susahnya kayak mahasiswa akhir yang lagi nyusun skripsi." kami saling pandang dan akhirnya kami pun tertawa, karena memang bu leni adalah dosen yang super duper galak dan paling tidak ada belas kasihan terhadap mahasiswanya.

__ADS_1


authors pov


dalam perjalanan ke kelas karena keasikan ngobrol dengan septi, senja pun tidak sengaja menabrak seseorang,


brukkkkkk,, buku yang senja bawa pun jatuh berantakan,


sambil menunduk mengambil bukunya senja mengucapkan maaf, "eh, sorry ya nggak sengaja "


dan saat mengambil buku yang terakhir senja pun kaget saat tangannya bensentuhan dengan tangan lain yang sedang membantunya mengambil buku itu,


" ja, lo nggak papa kan ?" pertanyaan septi sukses membangunkan senja dari keterpanaan terhadap sosok dipdepanku ini.


"eh, iya sep, gue gapapa kok" jawab senja sambil tersenyum kikuk karena takut ketahuan sedang mengagumi sosok didepannya itu


" sorry ya, keasikan ngobrol sampai gue nggak sengaja nabrak lo tadi, lo gapapa kan?" tanya senja pada pria tersebut

__ADS_1


" iya saya gapapa kok, mungkin saya juga tadi kurang hati-hati pas jalan," jawab pria tersebut dengan lembut dan sopan yang kubalas dengan senyuman


" eh, udah dulu ya, aku ada kelas sbentar lagi, sekali lagi sorry," jawab senja "yuk sep.." saat senja hendak melangkah pergi


"eh,tunggu, bisa minta tlong nggak?"tiba-tiba pria tersebut memanggil senja,


"apa? jangan bilang loe mau gue antar kerumah sakit karena tabrakan tadi?" ucap senja yang sukses membuat pria didepannya tersenyum tipis yang menunjukan lesung pipitnya, yang membuat jantung senja sukses berdebar kencang seperti ingin melompat dari tempat singgahnya, 'sangat manis'(batin senja)


"enggak lah, saya cuma mau ke ruang dosen, bisa tunjukin tempatnya?" senjapun tersenyum lega , "aku tunjukin arahnya saja ya, soalnya aku sebentar lagi ada kelas, jadi nggak bisa nganterin kamu" jawab senja yang diangguki oleh pria tersebut "lorong ini lurus, trus nanti belok kiri ruangan nomer 3 dari belokan" jari telunjuk senja ikut bergerak mengikuti setiap kata yang dia keluarkan, pria itu mengikuti arah yang senja tunjukan sambil manggut-manggut.


." terimakasih ya ", ucap pria tersebut yang dijawab anggukan oleh senja


"udah ya, aku pergi dulu, sekali lagi sorry" pamit senja yang lalu bergegas menuju kelasnya bersama septi.


pria tersebut pun masih setia memandang punggung senja yang semakin menjauh, menatapnya dengan tersenyum. "lucu dan cantik" gumam pria tersebut.

__ADS_1


__ADS_2