
"Syan..."Panggil Gibran...
"Iya Tuan..."
"Hari ini saya ada pertemuan di hotel grand Nusa Tolong handle... Karana hari ini saya ada pertemuan dengan pak Nugroho"
"Baik tuan..."
"Oh iya kamu bawa aja mobil saya...saya naik taxi saja"
"Anda yakin tuan... seperti nya kalau saya mengantar tuan dulu tidak akan terlambat untuk pertemuan di Hotel Grand Nusa"
"Tidak perlu"Ucap Gibran meninggalkan Syan
🌻🌻🌻🌻
Kediaman Nugroho
"Siang pah"
"Siang....Ayo Silahkan duduk Gibran"Ucap Nugroho
"Mama Melin mana pah"Tanya Gibran
"Biasa lagi reunian dengan teman teman sosialita nya"
Gibran pun tersenyum
"Gibran"Panggil Nugrohopun menatap serius kearah Gibran
"Iya pah"
"Bagaimana keadaan Naila?apa dia menyusahkan kamu?"
"Hehe gak kok pah..."
"Syukur lah jujur saja Papa khawatir kalau Naila tidak bisa menyelesaikan diri dengan kehidupan nya yang sekarang...Papa minta sama kamu Gibran tolong jaga baik baik Naila.."
"Iya pah itu sudah menjadi kewajiban Gibran sebagai suaminya"
"Apa kamu menyukai Naila apa kamu mencintai nya"Tanya Nugroho tiba tiba
Tentu saja hal ini menjadi tamparan panas bagi Gibran
"Enak nya jawab apa yah di bilang gak cinta gak mungkin Di bilang Cinta ya kalii"Ucap gibran dalam batin nya
"Gibran"Panggil Nugroho
"ii..iya pah"
"Haha tidak masalah papa juga mengerti kalau kamu belum mencintai Naila tapi papa yakin perlahan kamu akan mulai mencintai nya begitu juga dengan Naila...dan yahh jangan pernah sakiti Naila..."
"Iya pah...oh iya pah Gibran mau nanya semalam Naila..."
"Gibrann"Panggil Mama melin memotong kalimat Gibran
__ADS_1
"Datang kesini kok gak bilang-bilang"Sambung mama melin
"Hehe Iya mah ini juga mendadak"
"Kamu datang kesini sendiri Gib"
"Iya mah...Gibran dari kantor langsung kesini"
"Ooo...Gimana kabar kamu dan Naila"
"Baik mah.."
"Silahkan diminum tehnya gibran"Suruh Mama melin
Gibran pun tersenyum dan meminum teh tersebut
"Trus kapan mama bisa punya cucu"Ucap mama melin
"Uhuk uhuk uhuk"
"Eh pelan pelan dong gibran"Ucap Mama melin tersenyum
"Maaf mah..."
"Papa juga ingin sekali menimang cucu sebelum papa tiada"
"Ihh papa bica apa sih"ucap mama melin
"Hehe"
"Paaa bulan madu...saya...Naila...bocah ingusan ituuu..."Ucap gibran dalam hatinya
"hehe gak perlu pah Gibran bisa mengurus semuanya...lagian urusan kantor juga masih banyak pah"
"Urusan kantor kan bisa kamu serahkan dulu kepada sekretaris kamu itu"Ucap pak Nugroho
"Skak Mat"Ucap mama melin dalam hatinya
"hehe iya pah nanti Gibran pikirin lagi"
dert dert dert(Suara ponsel Gibran berbunyi)
"Maaf pah Gibran angkat dulu"
"Iya silahkan"
Gibranpun menjauh dan Segera mengangkat panggilan tersebut
"Hallo...Baik saya segera kesana"
"Pah...mahh..maaf sepertinya Gibran harus balik lagi ke kantor"
"Oh iya tidak masalah..."Ucap pak Nugroho
"Hati Hati Gibran...sampaikan salam mama sama Naila yah...dan yah kapan kapan main lagi kesini aja Naila dan jangan lupa dengan kabar bahagia nya"Senyum Melin
__ADS_1
"Hehe iya mah...Gibran pamit ya mah pah"
Gibranpun pergi meninggalkan kediaman Nugroho
🌻🌻🌻🌻
Hotel Grand Nusa
Breakk....
"OMG...Lo punya mata gak sihhhh"Ucap Marsya
"Maaf"Ucap Syan singkat
"berkas berkas guee..."Ucap marsya melihat berkasnya yang berceceran di lantai
"Lo tuh yahh....(tunjuk Marsya ke arah syan) beresin gak berkas berkas gue
"Maaf saya buru buru"ucap syan melanjutkan langkah kakinya
"Heii berhenti gak..."teriak Marsya
Namun syan tidak menghiraukannya dan melanjutkan langkahnya
"Dasar B*****k...ga ada otak tu orang..malah gue mau presentasi lagii bisa habis gue di buat papah kalau sampai telat"
"Siang...pak Gunawan"
"Siang"
"Maaf saya asisten Tuan Gibran..saya yang akan mewakili tuan Gibran di rapat ini karna beliau ada urusan mendadak"
"Owhh...tidak masalah"
"Apa kita bisa mulai sekarang"Ucap Syan
"Maaf pak...Bisa tunggu sebentar... karyawan saya yang akan mempresentasikan lagi menuju kesini"
"Ok tidak masalah"
"Marsya....dimana anak itu...."Ucap Gunawan dalam batin nya
Tak lama Marysa pun muncul
"Siang semua...Maaf saya terlambat soalnya tadi pas di jalan saya..."Kata kata marysa terputus karena dia melihat sosok yang tidak asing baginya
"Kamu....."Teriak Marsya menunjuk ke arah syan
"Marsya...jaga sikap kamu"Ucap Gunawan
"Bisa kita mulai ucap syan"
"Bisa pak..."Ucap Gunawan
"awas aja Lo ntar habis Lo di tangan gue"Ucap Marsya dalam batinnya
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻