
*******
" Sayang, " Panggil Adrian menyapa istrinya yang tengah bersantai diruang tamu bersama anak-anak nya.
Adrian mencium pipi Aurora sekilas, membuat Aurora merasa jijik sama Adrian! Bukan lagi cinta yang ada dalam hati nya melainkan dendam amarah yang berapi-api.
" Azzam, Azzima. Sini nak! lihat ayah bawa apa. " Adrian mendekati anak nya dan menyerahkan beberapa mainan pada kedua anaknya.
Azzam dan Azzima terlihat senang dan langsung mengambil mainan yang ada ditangan ayah nya.
" Makacih Ayah " Ucap keduanya dan mencium pipi Adrian
Adrian pun membalas mencium kedua anaknya.
" Pandai bangat kamu memanipulasi keadaan mas, didepan aku kamu bak malaikat tak bersayap yang terlihat sangat menyayangi keluarga mu, Ternyata itu semua hanya tipu belaka untuk menutupi semua kebusukan mu selama ini. Jahat kamu mas . " Batin nya dalam hati.
" Sayang, Mas mau kekamar dulu ya, mau mandi biar segar. " Ucap nya lalu berlalu pergi kekamar nya, tidak lama setelah itu muncul lah Sisil yang baru saja pulang dan langsung menyapa sang kakak seperti biasa.
Namun Aurora hanya membalas seadanya saja, agar Sisil tidak merasa curiga padanya.
*
*
*
__ADS_1
Setelah anak-anak nya tertidur, Aurora kembali kekamar, hari ini sangat melelahkan baginya! Semua bagai mimpi buruk bagi Aurora, dia tidak menyangka akan mengalami masalah serumit ini dalam hidupnya.
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kakinya menapaki tangga, Aurora terus saja melamun pikiran nya benar-benar kacau, sebenarnya dirinya malas harus satu kamar dengan Adrian, Namun apa boleh buat, dia harus kuat dan berpura-pura bersandiwara dihadapan semua nya, tanpa sadar langkah kaki nya sudah sampai didepan kamar, Namun saat hendak membuka handle pintu samar-samar dia seperti mendengar suara suami nya lagi berbicara.
" Iya sayang, baru beberapa jam tidak melihat kamu rasanya sudah bikin kangen aja. "
" Sabar ya, nanti mas kesana seperti biasa.
hahahaha, oke sayang. "
Aurora sudah tidak sanggup lagi, dia segera menghapus air mata nya agar Adrian tidak curiga, akhirnya Aurora memutuskan untuk masuk dan pura-pura tidak tau.
Kriiiet!!!
Mendengar pintu dibuka sontak Adrian langsung menyembunyikan ponsel nya, dan pura-pura membuka laptop nya.
" Eh, sayang! Anak-anak sudah tidur?. " Tanya Adrian begitu lembut.
" Sudah, " jawab Aurora singkat dan langsung merebahkan tubuh nya diatas kasur.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 01: 15 malam, Adrian beranjak dari tidurnya dengan sangat hati-hati agar Aurora tidak terbangun.
Dia berjalan sangat pelan dan mendekati Aurora untuk memastikan kalau dia benar-benar sudah terlelap dari tidurnya.
" Aman. " Ucap nya terlihat senang dan segera bergegas keluar untuk menemui Sisil dikamar nya.
Setelah Adrian menutup pintu kamar kembali Aurora langsung membuka kan mata nya, karena memang sedari tadi dia tidak tidur sama sekali, dia langsung bangun dan ingin mengikuti suami nya.
" Kemana pergi nya dia. " Gumam Aurora.
" Apa jangan-jangan...... , Ya Tuhan..... Betapa bodoh nya aku selama ini . " Gumam nya menetes kan air mata dia merasakan sesak didada rasanya seperti ada sebuah batu besar yang sedang menghimpit dadanya. Jantung nya kini berdegup lebih kencang, namun dia tetap harus kuat agar bisa mengetahui semua nya.
Aurora terus saja menguatkan dirinya sendiri dan segara melanjutkan langkah kakinya hingga sampai kekamar Sisil.
Aurora berada didepan kamar nya Sisil dan dia bisa mendengar suara ******* didalam kamar adik nya itu, walaupun samar-samar.
" Ya Tuhan ..... Bahkan mereka sudah sampai sejauh ini bermain dibelakang aku, dan aku .... hiks !!!! " Mata nya sudah terlihat berkaca-kaca dan hampir saja dia terjatuh andai tidak berpegangan pada sebuah meja. Dia merasakan sakit yang teramat dalam dihati nya bagai ditusuk-tusuk ribuan jarum! orang yang sangat disayanginya dengan sepenuh hati dengan tega nya mengkhianati dirinya.
Dengan sekuat tenaga dia berusaha untuk tetap tegar dan membuka sedikit pintu yang ternyata memang tidak terkunci.
Aurora bisa melihat dengan jelas kedua insan itu tengah bergelut diatas kasur tanpa sehelai benangpun ditubuh mereka, ******* demi ******* keluar dari mulut mereka berdua yang membuat hati Aurora semakin sakit melihat nya,
Mereka tampak sangat bergairah dan sangat menikmati nya tanpa rasa bersalah sedikit pun.
Aurora sudah tidak kuat menyaksikan semua nya lagi hatinya hancur berkeping-keping melihat suami yang sangat dia cintai dan kagumi selama ini bermandikan keringat bersama wanita lain diatas ranjang, yang lebih parahnya lagi bersama adik kandung nya sendiri.
__ADS_1
Aurora merekam aksi panas mereka dan menyimpan ponsel nya agar aman.
Dan......