
*******
" Hy sayang! selamat pagi.... " Sapa Adrian mencium pipi Sisil.
" Pagi!! " Balas nya dengan wajah datar tanpa senyum sedikit pun.
" Kenapa sih kok cemberut gitu muka nya?. " Tanya Adrian mendekati Sisil.
" Mas tidak sadar ya? jadi laki-laki harus peka dong!. " Balas nya ketus membuang muka kearah lain.
" Ya sudah, aku minta maaf soal kemarin! Aku sama sekali tidak bermaksud untuk mengabaikan kamu sayang, aku hanya sedang capek saja karena banyak kerjaan di kantor! Maafin aku ya?. " Adrian mencoba membujuk kekasih nya.
" Maaf!!! besok ngulang lagi, terus minta maaf lagi! capek aku mas . " Cetus Sisil merasa dipermainkan oleh Adrian.
" Namanya juga manusia sayang, pasti banyak salah nya. "
" Ngeles saja terus!! Kalau sudah bosan bilang saja. "
" Jangan ngomong gitu dong sayang, mana mungkin aku bosan sama wanita secantik dan semanis kamu sayang! kamu akan selalu menjadi yang spesial dihati aku, percaya deh. " Adrian terus mengeluarkan rayuan gombalnya agar Sisil luluh, terbukti ada sedikit senyuman di bibir Sisil karena kata-kata nya tadi.
" Jangan gombal deh mas! aku tidak akan terpengaruh lagi. " Sisil masih mencoba sok jual mahal.
" Gini aja deh, aku akan ajak kamu jalan-jalan hari ini sepuas nya anggap saja sebagai permintaan maaf aku ke kamu. Gimana?. " Tawar Adrian.
Seketika Sisil berbalik menatap Adrian.
" Tapi kamu janji ya, jangan pernah mengabaikan aku lagi seperti kemarin. "
"Oke, sayang! Aku janji, "
Sisil yang tadi nya cemberut kini seketika jadi ceria kembali dan langsung bergelayut manja di lengan nya Adrian.
" Makasih ya mas! Aku sangat mencintaimu kamu, jadi tolong jangan pernah abaikan aku lagi, aku sungguh tidak bisa..... " Ucap nya memeluk Adrian dan mencium pipinya.
" Iya sayang, maafin aku juga ya? karena sudah bersikap kasar sama kamu akhir-akhir ini. "
Sisil mengangguk kan kepalanya dan kembali memeluk Adrian.
" Ayah!!! "
Sontak kedua nya segera melepas pelukan dan menoleh kearah suara.
" Iya sayang, sini sama ayah.. " Titah Adrian pada kedua anaknya.
__ADS_1
Azzam dan Azzima pun berlari kearah ayah nya.
" Ayah, Azzam kangen sama bunda!! Kenapa bunda tidak pulang-pulang?. " Tanya Azzam dengan mata yang sudah berkaca-kaca menatap ayah nya.
" Iya ayah, kapan bunda pulang kesini lagi? Azzima kangeeeen bangat sama bunda. " Azzima menundukkan kepalanya, terlihat ada air bening yang menetes di pipinya.
" Sayang, sabar ya? bunda pulang kok, tapi, bunda lagi ada banyak kerjaan, jadi tidak bisa pulang sekarang, " Bohong Adrian tidak tega mengatakan yang sebenarnya pada kedua anaknya.
" Tapi kenapa lama sekali ayah? dulu tidak pernah bunda ninggalin kita, apa bunda sudah tidak sayang sama kita lagi. " Tanya Azzam begitu polos meminta jawaban dari ayah nya.
"Mas, mau sampai kapan sih kamu sembunyikan semua ini, hah?Mereka juga berhak tau yang sebenarnya! . " Bisik Sisil ditelinga nya Adrian.
" Mereka masih terlalu kecil Sisil, aku tidak mau mereka sedih kalau tau bunda nya sudah tidak tinggal disini lagi. Kasihan mereka. "
" Tapi mas!!!! "
" Sayang, sekarang main sama sus Lita dulu ya? Ayah mau keluar sebentar sama Tante Sisil. " Ucapnya pada anak-anak .
" Iya, ayah. " Lalu kedua nya diajak Lita letakan belakang untuk bermain.
" Ayo, sayang . " Ajak Adrian dan langsung di setujui Sisil, mereka pun berangkat jalan-jalan berdua tanpa mengajak anak-anak nya.
Sisil mengajak Adrian pergi ke mall untuk berbelanja kebutuhan nya, Adrian pun setuju-setuju saja.
"Oke sayang . "
Adrian memilih untuk berkeliling sebentar, karena merasa bosan juga harus duduk menunggu.
" Aurora.... " Gumam Adrian yang melihat Aurora sedang berjalan sendirian, tanpa pikir panjang dia bergegas menghampiri mantan istrinya itu.
" Aurora!!! " Panggil Adrian dan memegang pergelangan tangan Aurora karena tidak mendengar panggilan dirinya.
Aurora segera menoleh dan raut wajah nya seketika berubah datar kala mendapati Adrian yang ada dihadapannya.
" Ada apa? bisa lepaskan tangan saya. " Cetus Aurora.
" Ah, iya maaf! aku tidak sengaja. "
" Aurora, maafkan aku! aku tidak bermaksud mengusir kamu malam itu, aku hanya sedang emosi saja. " Ungkap nya merasa bersalah sama Aurora.
" Aku sedang tidak ingin membahas nya lagi, semua sudah berlalu. " Balas Aurora dengan raut wajah kurang bersahabat.
" Aurora, pulang lah! anak-anak selalu bertanya tentang kamu, mereka begitu merindukan mu. " Imbuh nya mengajak Aurora pulang, dia baru sadar kalau dia masih sangat mencintai Aurora.
__ADS_1
Aurora tersenyum sinis menatap manik mata mantan suaminya.
" Itu tidak akan pernah terjadi, " Ucap nya tegas.
" Kamu itu masih istri aku Aurora, kita belum resmi bercerai, jadi aku mohon kembali lah kerumah, kita mulai lagi dari awal. "
" Kita sudah bukan suami istri lagi mas, kamu sudah menalak aku, dan aku tidak akan pernah bisa kembali lagi sama kamu. "
" Tapi kita masih bisa rujuk kembali Aurora, saat itu aku hanya sedang emosi saja! tolong pertimbang kan lagi, kasihan anak-anak. "Ucap nya tanpa menyerah.
" Tidak bisa, aku tidak mau hidup bersama pengkhianat seperti kalian. " Ucap nya tegas membuat wajah Adrian seketika memerah.
" Aurora, aku tidak peduli, kamu akan tetap menjadi istri aku, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mendaftar kan perceraian kita kepengadilan . "
" Oh ya, tapi sayang nya aku sudah melakukan nya , mungkin sebentar lagi surat nya akan sampai kerumah kamu, kamu tunggu saja. " Ucap Aurora penuh kemenangan.
" Tidak mungkin, bagaimana mungkin bisa, sedangkan buku nikah kita ada bersama ku dirumah. " Ucap nya masih tidak percaya.
" Kamu pikir aku bodoh mas? aku tidak sebodoh yang kamu pikirkan, cukup satu kali aku dibodohi selama ini, tidak untuk kali ini. Aku akan memperjuangkan hak aku, termasuk anak-anak. " Ucap Aurora dengan suara lantang, membuat Adrian sedikit tercengang melihat perubahan Aurora yang jauh lebih berani.
" Tidak, itu tidak akan terjadi Aurora. "
" Terserah kamu, " Aurora berlalu pergi meninggalkan Adrian yang masih terlihat bingung dengan segudang pertanyaan dibenak nya .
" Argh!!! Sial. "
" Mas.... " Panggil Sisil menepuk pundak Adrian yang berdiri membelakangi nya.
" Sisil..... " Adrian terlihat gugup mendapatkan Sisil yang tiba-tiba saja sudah berada dibelakang nya.
" Se_sejak kapan kamu ada disini? apakah kamu sudah selesai berbelanja ?. " Tanya Adrian, dia takut kalau Sisil melihat dia bersama Aurora.
" Kamu kenapa sih mas? kok aneh gitu? Ada apa sih. " Tanya Sisil merasa curiga.
"Tidak apa-apa, aku hanya merasa bosan saja! Sudah selesai kah belanjanya sayang?. "
" Iya, sudah kok. " Jawab Sisil.
" Eum, ya sudah kalau begitu kita pulang saja ya. ? . " Ajak Adrian.
" Eum, baiklah. "
******
__ADS_1