Dikhianati Adikku Sendiri

Dikhianati Adikku Sendiri
Bertemu mantan istri....


__ADS_3

*******


" Hy sayang! selamat pagi.... " Sapa Adrian mencium pipi Sisil.


" Pagi!! " Balas nya dengan wajah datar tanpa senyum sedikit pun.


" Kenapa sih kok cemberut gitu muka nya?. " Tanya Adrian mendekati Sisil.


" Mas tidak sadar ya? jadi laki-laki harus peka dong!. " Balas nya ketus membuang muka kearah lain.


" Ya sudah, aku minta maaf soal kemarin! Aku sama sekali tidak bermaksud untuk mengabaikan kamu sayang, aku hanya sedang capek saja karena banyak kerjaan di kantor! Maafin aku ya?. " Adrian mencoba membujuk kekasih nya.


" Maaf!!! besok ngulang lagi, terus minta maaf lagi! capek aku mas . " Cetus Sisil merasa dipermainkan oleh Adrian.


" Namanya juga manusia sayang, pasti banyak salah nya. "


" Ngeles saja terus!! Kalau sudah bosan bilang saja. "


" Jangan ngomong gitu dong sayang, mana mungkin aku bosan sama wanita secantik dan semanis kamu sayang! kamu akan selalu menjadi yang spesial dihati aku, percaya deh. " Adrian terus mengeluarkan rayuan gombalnya agar Sisil luluh, terbukti ada sedikit senyuman di bibir Sisil karena kata-kata nya tadi.


" Jangan gombal deh mas! aku tidak akan terpengaruh lagi. " Sisil masih mencoba sok jual mahal.


" Gini aja deh, aku akan ajak kamu jalan-jalan hari ini sepuas nya anggap saja sebagai permintaan maaf aku ke kamu. Gimana?. " Tawar Adrian.


Seketika Sisil berbalik menatap Adrian.


" Tapi kamu janji ya, jangan pernah mengabaikan aku lagi seperti kemarin. "


"Oke, sayang! Aku janji, "


Sisil yang tadi nya cemberut kini seketika jadi ceria kembali dan langsung bergelayut manja di lengan nya Adrian.


" Makasih ya mas! Aku sangat mencintaimu kamu, jadi tolong jangan pernah abaikan aku lagi, aku sungguh tidak bisa..... " Ucap nya memeluk Adrian dan mencium pipinya.


" Iya sayang, maafin aku juga ya? karena sudah bersikap kasar sama kamu akhir-akhir ini. "


Sisil mengangguk kan kepalanya dan kembali memeluk Adrian.


" Ayah!!! "


Sontak kedua nya segera melepas pelukan dan menoleh kearah suara.


" Iya sayang, sini sama ayah.. " Titah Adrian pada kedua anaknya.

__ADS_1


Azzam dan Azzima pun berlari kearah ayah nya.


" Ayah, Azzam kangen sama bunda!! Kenapa bunda tidak pulang-pulang?. " Tanya Azzam dengan mata yang sudah berkaca-kaca menatap ayah nya.


" Iya ayah, kapan bunda pulang kesini lagi? Azzima kangeeeen bangat sama bunda. " Azzima menundukkan kepalanya, terlihat ada air bening yang menetes di pipinya.


" Sayang, sabar ya? bunda pulang kok, tapi, bunda lagi ada banyak kerjaan, jadi tidak bisa pulang sekarang, " Bohong Adrian tidak tega mengatakan yang sebenarnya pada kedua anaknya.


" Tapi kenapa lama sekali ayah? dulu tidak pernah bunda ninggalin kita, apa bunda sudah tidak sayang sama kita lagi. " Tanya Azzam begitu polos meminta jawaban dari ayah nya.


"Mas, mau sampai kapan sih kamu sembunyikan semua ini, hah?Mereka juga berhak tau yang sebenarnya! . " Bisik Sisil ditelinga nya Adrian.


" Mereka masih terlalu kecil Sisil, aku tidak mau mereka sedih kalau tau bunda nya sudah tidak tinggal disini lagi. Kasihan mereka. "


" Tapi mas!!!! "


" Sayang, sekarang main sama sus Lita dulu ya? Ayah mau keluar sebentar sama Tante Sisil. " Ucapnya pada anak-anak .


" Iya, ayah. " Lalu kedua nya diajak Lita letakan belakang untuk bermain.


" Ayo, sayang . " Ajak Adrian dan langsung di setujui Sisil, mereka pun berangkat jalan-jalan berdua tanpa mengajak anak-anak nya.


Sisil mengajak Adrian pergi ke mall untuk berbelanja kebutuhan nya, Adrian pun setuju-setuju saja.


"Oke sayang . "


Adrian memilih untuk berkeliling sebentar, karena merasa bosan juga harus duduk menunggu.


" Aurora.... " Gumam Adrian yang melihat Aurora sedang berjalan sendirian, tanpa pikir panjang dia bergegas menghampiri mantan istrinya itu.


" Aurora!!! " Panggil Adrian dan memegang pergelangan tangan Aurora karena tidak mendengar panggilan dirinya.


Aurora segera menoleh dan raut wajah nya seketika berubah datar kala mendapati Adrian yang ada dihadapannya.


" Ada apa? bisa lepaskan tangan saya. " Cetus Aurora.


" Ah, iya maaf! aku tidak sengaja. "


" Aurora, maafkan aku! aku tidak bermaksud mengusir kamu malam itu, aku hanya sedang emosi saja. " Ungkap nya merasa bersalah sama Aurora.


" Aku sedang tidak ingin membahas nya lagi, semua sudah berlalu. " Balas Aurora dengan raut wajah kurang bersahabat.


" Aurora, pulang lah! anak-anak selalu bertanya tentang kamu, mereka begitu merindukan mu. " Imbuh nya mengajak Aurora pulang, dia baru sadar kalau dia masih sangat mencintai Aurora.

__ADS_1


Aurora tersenyum sinis menatap manik mata mantan suaminya.


" Itu tidak akan pernah terjadi, " Ucap nya tegas.


" Kamu itu masih istri aku Aurora, kita belum resmi bercerai, jadi aku mohon kembali lah kerumah, kita mulai lagi dari awal. "


" Kita sudah bukan suami istri lagi mas, kamu sudah menalak aku, dan aku tidak akan pernah bisa kembali lagi sama kamu. "


" Tapi kita masih bisa rujuk kembali Aurora, saat itu aku hanya sedang emosi saja! tolong pertimbang kan lagi, kasihan anak-anak. "Ucap nya tanpa menyerah.


" Tidak bisa, aku tidak mau hidup bersama pengkhianat seperti kalian. " Ucap nya tegas membuat wajah Adrian seketika memerah.


" Aurora, aku tidak peduli, kamu akan tetap menjadi istri aku, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mendaftar kan perceraian kita kepengadilan . "


" Oh ya, tapi sayang nya aku sudah melakukan nya , mungkin sebentar lagi surat nya akan sampai kerumah kamu, kamu tunggu saja. " Ucap Aurora penuh kemenangan.


" Tidak mungkin, bagaimana mungkin bisa, sedangkan buku nikah kita ada bersama ku dirumah. " Ucap nya masih tidak percaya.


" Kamu pikir aku bodoh mas? aku tidak sebodoh yang kamu pikirkan, cukup satu kali aku dibodohi selama ini, tidak untuk kali ini. Aku akan memperjuangkan hak aku, termasuk anak-anak. " Ucap Aurora dengan suara lantang, membuat Adrian sedikit tercengang melihat perubahan Aurora yang jauh lebih berani.


" Tidak, itu tidak akan terjadi Aurora. "


" Terserah kamu, " Aurora berlalu pergi meninggalkan Adrian yang masih terlihat bingung dengan segudang pertanyaan dibenak nya .


" Argh!!! Sial. "


" Mas.... " Panggil Sisil menepuk pundak Adrian yang berdiri membelakangi nya.


" Sisil..... " Adrian terlihat gugup mendapatkan Sisil yang tiba-tiba saja sudah berada dibelakang nya.


" Se_sejak kapan kamu ada disini? apakah kamu sudah selesai berbelanja ?. " Tanya Adrian, dia takut kalau Sisil melihat dia bersama Aurora.


" Kamu kenapa sih mas? kok aneh gitu? Ada apa sih. " Tanya Sisil merasa curiga.


"Tidak apa-apa, aku hanya merasa bosan saja! Sudah selesai kah belanjanya sayang?. "


" Iya, sudah kok. " Jawab Sisil.


" Eum, ya sudah kalau begitu kita pulang saja ya. ? . " Ajak Adrian.


" Eum, baiklah. "


******

__ADS_1


__ADS_2