Dikhianati Adikku Sendiri

Dikhianati Adikku Sendiri
Part 16


__ADS_3

*******


pagi harinya dirumah Adrian seperti biasa mereka sarapan bersama-sama di meja makan, ditemani Sisil dan juga kedua anak-anak nya.


Ada pengasuh Azzam dan Azzima juga yang membantu mereka berdua makan.


Suasana pagi ini terasa hening, tidak ada yang berbicara sepatah kata pun, Adrian juga terlihat tidak begitu bersemangat! kenangan indah nya bersama mantan istri terulang kembali di ingatan nya.


" Ayah! Bunda mana? kenapa tidak ikut makan sama kita?. " Tanya Azzima memecahkan keheningan.


Kedua anak kembar itu memang sudah lancar berbicara.


" Kita tunggu bunda dulu ya ayah? kasihan bunda nanti kalau harus makan sendiri. " Ucap nya polos.


Seketika muka Adrian berubah memerah, Sisil yang menyadari hal itu pun segera mengambil alih untuk membujuk kedua anak kembar itu.


" Sayang, kalian gak usah tungguin bunda. Bunda lagi keluar sebentar, jadi gak bisa makan bareng kita disini. Kalian Makan sekarang ya? atau mau Tante Sisil suapin. ?. " Tanya Sisil lembut.


Azzam dan Azzima menggeleng kan kepala nya, wajah mereka yang tadi nya ceria sekarang terlihat murung.


" Azzam mau bunda, bukan Tante Sisil. " Ucap Azzam pelan dan menunduk kan kepala nya.


" Azzima juga gak mau makan kalau tidak ada bunda. "


Raut wajah Sisil seketika berubah kesal mendengar ucapan kedua anak kembar itu, namun dia mencoba untuk menahan nya didepan Adrian dan berusaha tetap tersenyum.


" Azzam, Azzima, tidak boleh bicara begitu sama Tante Sisil, cepat minta maaf . " Ucap Adrian pelan namun penuh penekanan.


Azzam dan Azzima menatap Sisil sekilas dan meminta maaf.


" Maaf Tante Sisil. " Ucap keduanya.


" Iya, Tante maafin! tapi kalian harus makan dulu ya? nanti Tante Sisil ajak jalan-jalan deh.mau gak?. " Sisil masih tetap berusaha membujuk anak-anak itu.


Mereka hanya mengangguk kan kepala dan telihat tidak bersemangat sama sekali.


Setelah selesai makan, Azzam dan Azzima pun dibawa keatas sama sus Lita untuk diajak bermain sekaligus belajar.


" Mas, aku perhatiin kamu dari tadi terus saja melamun, apa sih yang kamu pikirkan? apa kamu masih mengingat kak Aurora terus menerus, dan menyesali semua yang telah terjadi. " Tanya Sisil menatap mata elang kekasih hati nya.


" Sudah lah Sisil, tidak usah dibahas lagi. Aku tidak mau nanti kita malah bertengkar!"


" Tapi mas, aku capek! kamu mengabaikan aku terus seperti ini, aku juga butuh kamu mas, aku ingin kamu untuk segera menikahi aku. "


" Kita akan menikah setelah urusan aku sama Aurora selesai, kamu harus bersabar dulu. " Imbuh Adrian.


" Tidak, itu akan membutuh kan waktu yang lama, aku mau kita secepat nya menikah mas, aku capek harus sembunyi-sembunyi terus! Kamu ngerti engak sih ?. " Dia terus mendesak Adrian agar segera menikahi dirinya agar dia bisa jadi nyonya dirumah megah itu.


" Oke, oke! aku janji akan segera menikahi kamu. " Ujar Adrian mengalah, dia tidak ingin bertengkar untuk saat ini.


" Oke, aku pegang janji kamu mas. "

__ADS_1


Dulu sebelum ketahuan Aurora tentang perselingkuhan mereka, Adrian begitu bersemangat dan sangat menggebu-gebu ingin memiliki Sisil seutuh nya, namun entah kenapa setelah kejadian Aurora pergi dia seperti tidak sebegitu bersemangat lagi untuk memiliki Sisil. Entah kenapa ?.


*


*


*


" Apa kamu sudah siap Aurora?. " Tanya Arumi, mereka sudah merencanakan sesuatu untuk mengambil ponsel Aurora yang berisi rekaman perselingkuhan mereka.


" Aku Siap, tapi apakah ini tidak akan ketahuan?. " Tanya Aurora terlihat ragu-ragu.


" Aurora, kamu harus berusaha, kamu kembali kerumah itu diam-diam, ambil ponsel mu dan kalau perlu ambil beberapa barang berharga yang ada disitu. Atau enggak ambil dokumen penting seperti sertifikat rumah, atau apa kek. " Ujar Arumi, seketika Aurora melotot menatap sahabat nya.


" Iya, iya! Aku cuma bercanda kok. "


" Yang penting bagi aku Azzam dan Azzima, itu saja. Soal harta aku tidak membutuh kan nya, aku akan cari kerjaan nanti nya agar bisa menghidupi kedua anak ku. " Imbuh Aurora terdengar serius.


" Tidak bisa begitu dong Ra, kamu harus mendapat kan hak kamu dong, gimana cara kamu hidupi anak kamu kalau kamu miskin? Apalagi mereka sudah terbiasa hidup senang bergelimang harta, yang ada anak kamu akan menderita dan akan memilih kembali kepada ayah nya! kamu mau itu terjadi. ?


" Tapi Arumi..... "


" Tidak ada tapi, tapi! Kamu harus berjuang untuk mendapatkan semua hak kamu, Jangan jadi bodoh dong Aurora, mereka itu sudah sangat jahat sama kamu, dan kamu membiarkan begitu saja mereka hidup bahagia dan Sisil bisa menikmati semua nya.?


" Tapi bagaimana caranya?. "


" Kamu tenang saja, aku punya kenalan seorang pengacara yang hebat! aku akan mengurus semua nya. Jadi kamu tidak perlu khawatir . "


' Soal itu kamu tidak usah khawatir, aku akan urus semuanya, kamu hanya harus fokus mengumpulkan semua bukti-bukti nya, jadi sekarang kamu siap-siap saja dulu! aku akan antar kan kamu kerumah mantan suami kamu. " Imbuh Arumi.


" Oke, aku sudah siap kok! kita berangkat sekarang saja. "


" Oke, ayo. " Ajak Arumi dan bergegas mengambil kunci mobil nya dan mengajak Aurora keluar dari apartemen.


Kedua wanita cantik itu pun buru-buru turun dan segera menyalakan kontak mobil dan segera berlalu pergi membelah padat nya jalan raya yang mereka tempuh saat ini.


Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai dan Arumi memarkirkan mobil nya agak jauh agar mereka tidak ketahuan.


" Ra, biasanya jam berapa Adrian berangkat kerja?. "


" Seharusnya sih jam segini sudah berangkat. Tapi..... "


" Ssst! Itu dia. " Tunjuk Aurora pada sebuah mobil yang baru keluar dari gerbang.


" Dasar wanita murahan. " Umpat Arumi ketika melihat Sisil juga berada dalam mobil nya Adrian.


" Arumi, biarkan saja mereka! Tujuan kita kesini bukan untuk melihat kemesraan mereka, kita punya tujuan yang jauh lebih penting sekarang. "


" Tapi aku kesal Ra, kelakuan mereka sudah seperti B******* . "


" Arumi..... " Aurora melototi sahabat nya karena berkata kasar.

__ADS_1


" Heeum, iya deh! Kamu memang sangat baik Ra, pantesan saja bisa dimanfaatkan. " Cetus Arumi.


" Sudah ah, Aku masuk saja ya? , dan kamu kasih aba-aba ya kalau nanti nya ada yang datang? . " Ucap Aurora mewanti-wanti agar tidak ketahuan.


" Oke! Sekarang pegang ponsel ini, kalau ada apa-apa didalam, atau kamu butuh bantuan segera hubungi aku ya?. " Arumi menyodorkan sebuah ponsel ke tangan Aurora.


" Oke, siap. " Lalu Aurora bergegas turun dari mobil dan mengendap-ngendap masuk lewat tembok halaman belakang, karena didepan ada satpam yang berjaga dan juga ada cctv, dia tidak mau kalau sampai ketahuan sebelum misi nya selesai.


Dia memanjat tembok yang lumayan panjang, untung tembok nya ada ukiran seperti lobang-lobang kecil bisa untuk di pijak, jadi Aurora bisa dengan mudah naik keatas,


Dan...


Bruuuk!!


Aurora melompat dan menimbulkan suara cukup keras, tapi untung nya tidak ada yang mendengar.


Dia terus mengendap-ngendap masuk kedalam rumah melewati pintu dapur .


" Non Aurora.... " Pekik bibi Mirna, yang kaget melihat Aurora yang mengendap-endap seperti maling.


" Shtt !!! " Aurora memberi isyarat agar bibi Mirna tidak berteriak.


" Bi, tolong rahasiakan kedatangan saya ya, jangan sampai Adrian tau, atau siapapun dirumah ini. Tolong ya Bi . " Mohon nya sedikit berbisik.


" I_iya non. "


" Aku sekarang mau keatas, anak-anak aku kemana bi? apa mereka ada diatas?. " Tiba-tiba dia merindukan anak-anak nya.


" Tidak non, Azzam dan Azzima ada dihalaman belakang seperti nya mereka sedang bermain ditemani Lita juga. " Jawab nya .


" Eumm, baik lah, tolong awasi jangan sampai ada yang naik keatas untuk sementara waktu bi ya? Bibi mau kan membantu saya?. " Tanya Aurora menatap bibi Mirna serius.


" Iya non! Non Aurora tenang saja, bibi akan berjaga-jaga disini . " Ucap nya tersenyum.


Tidak ingin membuang waktu Aurora segera berlari kecil menaiki tangga dan tujuan utamanya adalah kekamar nya sendiri.


Kriiit!


Aurora sempat terdiam sejenak Ketika kaki nya perlahan melangkah masuk kedalam, Kamar yang dulu nya menjadi tempat ternyaman bagi nya, dan juga banyak kenangan indah.


Aurora memejamkan mata nya sesaat dan ...


"Ah, Sadar Aurora, sadar! ini sudah bukan milik mu lagi, Huff... " Aurora menghela nafas panjang dan mulai fokus pada tujuan nya.


Dan dia memeriksa seluruh kamar itu dengan sangat hati-hati, namun tidak juga menemukan ponsel nya.


Dia membuka lemari pakaian nya dan mengambil semua perhiasan yang dia punya dan juga mengambil surat-surat penting yang sudah atas namanya. Termasuk BPKB mobil yang pernah Adrian hadiah kan untuk nya waktu itu! Netra mata nya menangkap sebuah tas yang tergeletak diatas nakas, ya itu tas yang terakhir kali dipakai nya, segera dia menyambar tas tersebut dan mengambil semua isinya lalu meletakkan nya kembali seperti semula agar Adrian tidak curiga nantinya.


Dan dia terus mencari ponsel yang menjadi tujuan utama nya saat ini.


Dia terus berusaha mencari kesetiap sudut dan....

__ADS_1


__ADS_2