Dikhianati Adikku Sendiri

Dikhianati Adikku Sendiri
Mulai menyesal.


__ADS_3

******


" Ya Tuhan, aku harus kemana sekarang, hiks .... hiks .... "


Dia terus melangkah kan kaki nya menerjang pekat nya malam yang terasa begitu sunyi disertai hujan lebat dan juga petir yang mengegelegar diatas sana.


Dingin nya malam menusuk kulit tubuh nya, namun dia tidak peduli, dia terus melangkah kan kaki nya tanpa tahu kemana arah tujuan! Tubuh nya kian menggigil menahan sejuk nya malam, dia memeluk tubuh nya sendiri dengan bibir gemetaran, air mata nya terus mengalir menahan sesak di dada.


Hanya suara rintik-rintik hujan dan suara jangkrik yang menemani malam nya, disertai Isak tangis nya yang terdengar begitu memilukan.


Entah sudah berapa lama dia berada diluar, dan kini tubuh nya benar-benar terasa sangat lemah wajahnya terlihat pucat pasi.


Tiba-tiba saja kepalanya terasa sangat pusing dan ....


Bruuuk!!


*

__ADS_1


*


*


" Mas.... " Panggil Sisil, namun tidak digubris Adrian, dirinya terlihat melamun netra mata nya menatap kosong kedepan! pikiran nya tertuju pada Aurora, dia begitu mengkhawatirkan wanita itu. Sebenarnya ada rasa sesal dalam hatinya karena mengusir wanita yang selama ini sudah menemani nya hampir 6 tahun lamanya. Ia tidak bisa mengontrol emosi nya sehingga kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut nya.


" Masss.... " Sentak Sisil terlihat kesal karena Adrian tak kunjung merespon nya.


" Hah, Aurora... " Refleks ia menyebutkan nama istri nya, eh diralat ya! mantan istri. hehe...


Seketika membuat wajah Sisil kesal.


" Jangan bohong mas, aku bisa lihat ada raut kekhawatiran Dimata mu, aku tau kamu lagi memikirkan kak Aurora kan? kamu khawatir kan sama dia?. Lalu untuk apa kamu mengusir dan menceraikan nya kalau kamu masih menyimpan hati untuk nya. "


" Sisil benar, aku masih sangat mencintai Aurora aku masih menginginkan nya tetap berada disisi ku, tidak seharusnya aku berkata kasar padanya apalagi mengucapkan kata talak, Arrrgh...... " Batin nya dalam hati menyesali semua yang terjadi.


" Aku tidak mau ya mas, kalau nantinya kamu ingat-ingat dia lagi. Soal anak-anak kamu tenang saja, aku akan menerima dan merawat mereka setulus hati ku! dan aku berjanji akan menyayangi mereka seperti anak aku sendiri. " Ungkap Sisil,

__ADS_1


" Mass...... Kamu dengar tidak sih aku ngomong ?. " Tanya nya terlihat kesal karena Adrian yang terus saja melamun.


"I_iya sayang, aku dengar! Aku kekamar duluan ya. " Pamit Adrian dan mengabaikan ucapan Sisil tadi. Dia mulai beranjak dari duduk nya.


" Mas, aku belum selesai__ "


" Kita bicarakan besok saja ya, aku mau istirahat, kamu juga masuk kekamar kamu istirahat ya sayang. " Ucap Adrian mencium pipi Sisil sekilas.


" Tidak, aku mau tidur sama kamu malam ini, apalagi sekarang kak Aurora sudah tidak ada kan, jadi tidak ada yang menghalangi kita lagi. " Ucap nya tidak tau diri menahan pergelangan tangan Adrian.


" Sisil, jangan ngaco deh kamu! kita belum sah menjadi suami istri, jadi kamu harus bisa bersabar dulu ya? Apa kata orang rumah nanti kalau tau kita tidur sekamar. Mereka bisa berpikir yang macam-macam tentang kamu. "


Sisil terlihat berpikir sejenak.


" Ya sudah lah, " Sisil berdecak kesal dan pergi meninggalkan Adrian yang masih berdiri disana.


" Hff, semoga saja kamu baik-baik saja diluar sana. " Gumam nya pelan.

__ADS_1


Adrian pun akhirnya pergi kekamar untuk mengistirahatkan tubuh nya yang terasa sangat lelah.


__ADS_2