Dikhianati Adikku Sendiri

Dikhianati Adikku Sendiri
Resmi bercerai.....


__ADS_3

Beberapa hari setelah nya Adrian mendapatkan surat cerai dari Aurora yang dikirim kerumah nya.


" Kurang ajar! bagaimana dia bisa melakukan nya?. " Ucap Adrian menggenggam surat cerai itu dan buru-buru pergi kekamar ingin memastikan apakah buku nikah mereka masih ada.


Dia membuka lemari memeriksa buku nikah nya dan benar saja benda itu sudah tidak ada pada tempat nya.


" Sial, Kapan Aurora mengambil nya?Dan..... Arrrgh!!!!! " Adrian menyugar rambut nya Frustrasi.


Krak!!


Sisil membanting pintu kamar Adrian dengan kasar, raut wajah nya terlihat sedang tidak bersahabat.


" Mas Adrian!!! " Pekik Sisil, dia segara menghampiri Adrian yang terlihat sangat berantakan terduduk diatas sofa didalam kamar nya.


" Ada apa lagi Sisil. " Tanya Adrian menatap lelah Sisil yang terlihat sangat marah.


" Kenapa mas tidak menandatangani surat cerai yang dikirim kak Aurora? dan malah ingin menghancurkan nya, Apa mas Adrian masih cinta sama perempuan itu? Atau jangan-jangan kamu berharap agar bisa balikan lagi sama dia! Jawab aku mas.... " Cecar Sisil meninggikan suaranya.


Membuat Adrian makin sakit kepala.


" Ya, aku mau Aurora kembali kerumah ini, puas kamu, hahh?. " Bentak Adrian tidak bisa mengontrol emosi nya.


" Tega kamu mas!!!" Ucap Sisil menangis terisak karena dibentak Adrian.


" Baik lah, kalau itu mau kamu! Aku akan segera pergi dari sini. Jangan pernah cari aku lagi. " Ucap Sisil menghapus air mata nya hendak pergi, Namun Adrian segera menahan nya.

__ADS_1


" Sayang! Maafin aku, a_aku tidak bermaksud kasar sama kamu! Tolong jangan pergi. " Cegah Adrian merasa bersalah.


" Lepas mas! kalau kamu masih mencintai kak Aurora, jemput dia! Dan tinggalkan aku. Aku capek sama kamu mas, yang terlalu plin plan dalam memilih! Aku capek.... Aku sudah tidak kuat lagi. " Sisil tetap kekeh sama pendirian nya yang ingin segera pergi.


" Sayang! Maafin aku, aku akan melupakan Aurora dan hidup bersama kamu, aku janji setelah ini kita akan segara menikah. "


" Cukup mas!! Berhenti berjanji kalau pada akhirnya kamu ingkar, aku tidak akan percaya lagi sama janji-janji palsu kamu, hampir tiap hari kamu berjanji Sama aku, tapi apa? tidak ada satu pun yang kamu tepati, jadi lebih baik aku pergi saja, agar kamu bisa bebas Kembali sama kak Aurora. "


" Baik, kamu perlu bukti kan? akan aku buktikan sekarang juga! Lihat aku Sisil..... " Adrian merebut kertas yang dipegang Sisil dan merapikan nya lalu mengambil pulpen diatas meja kerja nya dan menandatangani surat cerai itu.


" Kamu lihat kan, Lalu kamu perlu bukti apa lagi? Katakan?. " Tanya Adrian menatap lekat Sisilia yang berdiri mematung ditempatnya.


" Baik lah, untuk kali ini aku maafin kamu! kalau sampai kamu ketahuan masih berhubungan sama kak Aurora, aku tidak akan segan-segan pergi dari rumah ini. " Ancam Sisil dan ia pun keluar dari kamar nya Adrian.


*


*


*


Selang beberapa Minggu kemudian mereka berdua dipanggil kepengadilan untuk mediasi, namun kedua sudah tetap pada pendiriannya untuk segera berpisah, sehingga mediasi gagal! dan dilanjutkan lagi beberapa kali panggilan hingga hakim memutuskan mereka resmi bercerai.


Dan hak asuh anak jatuh ke tangan Aurora karena terbukti Adrian berselingkuh dan berdasarkan penelusuran Aurora juga sudah punya penghasilan, sehingga bisa memenuhi kehidupan kedua anaknya.


Aurora juga mendapat kan harta Gono gini dari Adrian! Beserta nafkah dari Adrian untuk kedua anak nya setiap bulan nya.

__ADS_1


Arumi dan Aurora merasa sangat puas atas keputusan hakim, sedangkan Adrian hanya bisa pasrah menerima semua keputusan hakim.


Sisil juga ikut senang mendengar putusan hakim, karena hak asuh jatuh ke Aurora. Yang artinya dia tidak usah capek-capek ngurusin kedua anak itu, ya walau pun dia merasa sedikit jengkel karena beberapa aset Adrian jatuh ke tangan nya Aurora.


Namun yang terpenting bagi nya saat ini Adrian sudah lepas dari kakak nya dan akan segera menikahi nya.


Toh Adrian juga tidak akan miskin karena harta nya masih banyak, yang didapatkan Aurora hanya lah sedikit, begitulah pikirnya.


*


*


*


" Mas aku senang banget, akhirnya kamu resmi berpisah sama kak Aurora. " Ucap Sisil saat mereka sudah berada didalam mobil.


" Mas!! "


" Heum...... "


" Gimana kalau Minggu depan kita menikah? aku sudah tidak sabar menanti hari bahagia itu. " Ucap Sisil sedikit berkhayal dirinya berada diatas pelaminan bersama Adrian.


" Terserah kamu saja Sisil. " Jawab Adrian terlihat kurang bersemangat menanggapi ucapan Sisil. Pikiran nya tertuju kepada kedua anaknya, rasa nya dia belum sanggup berpisah sama Azzam dan Azzima, walaupun masih bisa bertemu sesekali.


.

__ADS_1


__ADS_2