Dikhianati Adikku Sendiri

Dikhianati Adikku Sendiri
Part 22


__ADS_3

beberapa Minggu yang lalu Aurora nekat menggunakan uang tabungan nya untuk membuka sebuah rumah makan agar dirinya bisa menghasilkan uang, Sisa uang tabungan nya dia gunakan untuk membeli sebuah rumah yang dekat dengan tempat usaha nya sekarang.


Rumah yang dibeli nya juga tidak terlalu besar namun rumah nya tampak terlihat mewah dari luar, dilengkapi dengan banyak tanaman didepan nya juga membuat rumah itu tampak terlihat asri.


Untuk sementara waktu dia akan menempati rumah itu bersama anak-anak nya, dia berharap anak-anak nya akan betah berada dirumah ini nantinya. Walaupun rumah nya tidak sebesar rumah ayah mereka.


Awal nya dia juga mengajak Arumi untuk ikut serta membangun usaha bersama, namun Arumi menolak nya.


Dia lebih memilih pekerjaan nya yang sudah digelutinya bertahun-tahun, dari pada harus memulai dari nol lagi. Dia tidak ingin menjadi miskin kalau harus keluar dari pekerjaan nya yang sekarang begitulah pikir Arumi.


Tanpa diduga baru beberapa hari rumah makan nya dibuka namun pengunjung sudah semakin ramai, membuat Aurora makin bersemangat melanjutkan usaha nya.


Dia merasa sangat bersyukur karena para pelanggan nya merasa puas atas layanan dan juga rasa makanan nya yang pas di lidah mereka.


*


*


*


Sah!


Sah!


Sah!


Tepat setelah seminggu Adrian dan Aurora resmi bercerai, Adrian pun menepati janji nya untuk menikahi Sisilia.


Akhirnya mereka sudah sah menjadi suami istri, senyum terus mengembang dibibir nya Sisilia. Dia merasa sangat bahagia namun berbeda dengan Adrian yang memasang wajah datar.


Entah kenapa sulit bagi dirinya untuk melupakan mantan istri nya itu, dalam pikiran nya selalu muncul bayangan Aurora.


" Mas! Aku senang banget akhirnya kita sudah sah menjadi suami istri, makasih ya mas sudah mau menepati janji kamu. " Ucap Sisilia bergelayut manja di lengan suaminya.


" Iya, " Jawab Adrian singkat.


*******


Azzam dan Azzima sekarang sudah berpindah kerumah bunda nya Aurora, mereka terlihat sangat bahagia.


"Bunda!!! " Panggil kedua anaknya menghampiri Aurora yang baru saja pulang dari rumah makan nya.


" Hy sayang! kenapa jam segini belum tidur nak?. " Tanya Aurora menatap lekat kedua anak anaknya.


" Maaf, Non Aurora! Meraka tidak mau tidur karena kata nya pengen nungguin bunda nya, saya sudah bujuk namun mereka tetap tidak mau. "Ujar Lita, dia juga ikut Aurora untuk bekerja bersama nya.


" Iya, gak apa-apa Lita. Kamu boleh istirahat sekarang! Terimakasih ya sudah jagain mereka dengan baik. " Ucap Aurora tersenyum lembut kearah Lita.


" Iya Non, sama-sama! Kalau gitu saya permisi dulu. " Ucap nya dan berlalu melangkah kan kaki nya menuju kekamarnya.

__ADS_1


Aurora melihat jam ditangan nya yang sudah menunjukkan pukul 22:30 malam.


" Sayang, ayo kita kekamar . " Ajak Aurora dan langsung disetujui keduanya,


Sesampai nya dikamar Aurora membersihkan tubuh nya terlebih dahulu dan akhirnya lanjut tidur bersama anak-anak nya.


" Bunda! Kenapa ayah tidak ikut tinggal bareng kita disini?. " Tanya Azzam begitu polos menatap manik mata Aurora seolah meminta penjelasan dari dirinya.


" Iya bunda! Azzima kangen sama ayah, kapan ayah kesini bunda?. " Sambung Azzima menyampaikan isi hatinya.


Membuat Aurora kebingungan harus jawab apa.


" Heeum! Sayang, ayah tidak bisa tinggal bersama kita lagi, kalau Azzam dan Azzima nantinya kangen sama ayah, kalian bisa kok menginap disana. " Ucap Aurora berusaha menjelaskan nya.


" Tapi kenapa bunda? . " Tanya Azzam lagi.


" Bunda! cerai itu apa bunda?. " Tanya Azzima penasaran, seketika membuat kening Aurora bertaut karena heran kenapa anak nya bisa mengatakan kalimat itu.


" Sayang, Azzima tau dari mana dan kenapa bisa bertanya seperti itu sama bunda? siapa yang ngajarin kamu nak?. " Tanya Aurora berbalik menatap anak nya lekat.


Terlihat Azzima seperti berpikir sejenak.


" Eum, Tante Sisil yang ngomong bunda! katanya ayah sama bunda sudah bercerai tidak bisa lagi tinggal bersama, dan Tante Sisil juga bilang kalau kami harus memanggil nya ibu. Karena katanya Tante Sisil akan menikah sama ayah. Gitu bunda. "


" Tapi menikah itu apa ya bunda?. " Tanya Azzima lagi.


" Ya Tuhan, kasihan sekali anak-anak ku, mereka masih sangat kecil untuk bisa memahami segala nya, aku harus jawab apa sekarang. Maafin bunda nak . " Batin Aurora.


" Azzam, Azzima, kita tidur saja ya? biar besok bisa bangun pagi, bunda mau ajak kalian ke rumah makan nya bunda. Mau gak sayang?. "


" Horeee! mau bunda.. " Jawab kedua nya kegirangan.


" Ya sudah sekarang bobok nya?. "


"Iya bunda. " Jawab keduanya dan langsung memejamkan kedua matanya.


Aurora memandang lekat wajah polos kedua anak nya, tanpa terasa air bening menetes dikedua pipinya.


Dia mencium anak-anak nya, tangan nya mengelus-ngelus kepala keduanya dengan penuh kasih sayang.


" Maafin bunda Nak! karena keegoisan kami kalian yang menjadi korban nya! Bunda janji mulai sekarang bunda akan bikin kalian jauh lebih bahagia, tidak akan kekurangan suatu apapun, walau pun tanpa sosok seorang ayah di samping kalian. Bunda akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk kalian nak! Bunda janji. " Gumamnya pelan masih menatap lekat kedua anaknya.


Tanpa terasa akhirnya diapun ikut memejamkan mata nya dan tertidur pulas di samping kedua anaknya.


*


*


" Sayang! Kalian sudah siap kah?. " Tanya Aurora sedikit berteriak memanggil kedua anak-anak nya.

__ADS_1


" Siap bunda, " Jawab keduanya dan terlihat keluar dari kamar disusul Lita dibelakang nya.


" Wah, sudah pada cantik dan ganteng rupanya anak-anak bunda, Eum!! Wangi lagi... " Ucap Aurora mencium kedua anaknya dengan gemas.


Azzam dan Azzima tertawa begitu lepas, begitu juga dengan Aurora.


" Heeum, apa kita berangkat sekarang saja ?. " Tanya Aurora mencubit kecil hidung anaknya.


" Ayo, bunda... "


Mereka pun akhirnya nya berangkat dengan mobil yang dikendarai Aurora sendiri.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai dan terlihat sudah banyak pelanggan yang berdatangan.


" Alhamdulillah ya Allah.. " Batin Aurora merasa senang karena usaha nya berjalan lancar dan diminati banyak orang.


" Ayo turun sayang, " Ajak nya membukakan pintu.


" Iya bunda! "


Mereka pun turun dari mobil dan juga ada Lita yang mengawasi Azzima dan Azzam.


" Lita, tolong kamu jagain anak-anak ya? kalau ada perlu apa-apa kamu langsung saja keruangan saya, atau kalau kalian lapar bisa pesan makanan nya Langsung ke belakang ya? . " Imbuh Aurora pada pengasuh anak nya.


" Iya Non. " Jawab Lita.


" Azzam, Azzima. Bunda kedalam dulu ya? Kalian main sama Tante Lita dulu ya? Tapi ingat jangan lari-larian, oke... "


" Iya, bunda. "


" Mbak! Mbak Aurora. " Panggil salah satu karyawan perempuan menghampiri Aurora dengan tergopoh-gopoh.


" Iya, ada apa Sarah?.. " Tanya Aurora bingung melihat Sarah yang terlihat panik.


" Itu mbak, Anu.... Eum! ada pelanggan ingin bertemu dengan mbak Aurora langsung. Dia tidak mau dilayani sama kami mbak. " Jawab Sarah seketika membuat Aurora merasa lega.


" Ya ampun Sarah! kamu bikin jantung saya hampir copot dari tempatnya. Kirain ada hal serius gitu, ternyata ada yang ingin bertemu, ya apa yang harus dikhawatirkan? . " Ucap Aurora menghela nafas nya pelan.


"Hehe!! Maaf mbak. " Ucap Sarah cengengesan.


" Mana orang nya Sarah. " tanya Aurora saat mereka sudah berada diarea meja pelanggan.


"Itu lho mbak, " Tunjuk Sarah pada meja nomor 5.


Aurora segera menghampiri pria yang duduk membelakangi dirinya.


" Permisi! Maaf, apa anda yang ingin bertemu dengan saya?. Tanya Aurora.


Sontak pria itu langsung menoleh dan ..

__ADS_1


" Kamu!!!!!...... "


__ADS_2