Dikhianati Adikku Sendiri

Dikhianati Adikku Sendiri
part 15


__ADS_3

" Bangun woy ..... "


Byurrr!


Seorang perempuan menyiram air ke tubuh Aurora yang tergeletak dijalan karena tadi malam dia pingsan, tubuh nya kini basah kuyup karena guyuran air dari wanita tadi.


Sontak Aurora membuka kedua matanya, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat ke sekeliling sudah banyak orang yang sedang memperhatikan nya. Buru-buru dia bangkit berdiri, semua orang memandang nya dengan tatapan aneh.


Kakak kusuk terdengar umpatan dari mulut semua orang yang berada disekitar situ.


" Dasar orang gila, gak bisa bedain mana jalan mana kasur . " Cetus salah seorang perempuan berambut pendek memandang aneh muka Aurora yang terlihat sangat berantakan.


" Iya, seperti nya sudah kelewat stres! kasihan juga ya?. "


" Lihat muka nya cantik banget kan?, tapi sayang nya gila! " Celetuk yang lain nya lagi.


" Saya tidak gila, jaga ucapan kalian ya. " Sentak Aurora tidak terima dirinya di anggap gila.


" Kalau tidak gila ngapain tidur ditengah jalan? Kam ada tuh tempat berteduh. " Tunjuk seorang laki-laki berambut keriting berbadan gemuk berkulit hitam.


" Iya, benar! kita bawa kerumah sakit jiwa saja biar tidak menggangu kita disini. Gimana kalau nanti dia mengamuk bisa bahaya kan?. " Celetuk salah satu ibu-ibu memprovokasi yang lain.


" Dengar ya semua, saya bukan orang gila dan saya masih waras! pergi kalian semua. " Teriak nya merasa kesal, dan melotot kearah mereka semua.


" Ih, ngeri kali lah, mending kita pergi saja dari pada diamuk orang gila. "


" Huh, dasar gembel, gila lagi... Cuih. "Ucap seseorang meludah kearah nya.


" Pergi..... " Teriak nya untuk kesekian kali, kuping nya serasa panas mendengar semua ocehan mereka, membuat dia makin frustasi.


Akhirnya semua orang yang tadinya berkumpul, kini satu persatu beranjak pergi, Aurora merasa lega karena mereka tidak menggangu nya lagi, dan menganggap nya gila.


" Heh, mbak! pergi dong, jangan berdiri didepan rumah saya, hus! hus!..... " Usir perempuan yang menyiram nya tadi, seperti nya pemilik rumah besar itu.


Aurora tidak menggubris ucapan perempuan itu dan ia segera pergi meninggalkan nya.


" Apa aku ketempat Arumi saja ya?. " Gumam nya.


Aurora merogoh saku celana nya mengambil uang yang dikasih bibi Mirna tadi malam.


" Alhamdulillah masih ada, untung tidak ter jatuh! Tapi... cukup tidak ya uang nya. " Ucap nya terlihat ragu-ragu memandangi lembaran uang berwarna biru itu.


Angkot! Angkot!


" Mas, mas.... berhenti. " Aurora melambaikan tangan nya memanggil angkot.

__ADS_1


Tiiit!!!


Angkot itu pun berhenti didepan nya, Aurora bergegas segera naik dan terlihat didalam angkot sudah ada beberapa penumpang, mereka seperti ketakutan melihat penampilan Aurora yang sangat berantakan, bahkan baju nya terlihat sangat kotor. Mungkin mereka mengira kalau dia orang gila.


Aurora tidak mempedulikan nya, dia bergegas duduk, Terlihat beberapa orang memandang nya dengan tatapan aneh.


" Mas, anterin saya ke gedung ini ya. " Aurora menunjukkan sebuah kertas berisi kan alamat ke supir angkot itu.


" baik mbak. " Jawab supir tersebut dan langsung melajukan Angkot nya.


Beberapa menit kemudian Aurora sudah sampai didepan apartemen nya Arumi.


" Ini mas, " Ia menyodorkan selembar uang dan langsung diterima oleh pria itu, Aurora pun bergegas ingin segera masuk kedalam.


" Eh mbak, ini masih ada kembalian nya. " Teriak supir itu memanggil Aurora yang sudah berjalan jauh.


" Ambil saja buat mas. " Teriak nya.


*


*


" Mbak mau cari siapa ya?. " Tanya seorang satpam mendekati Aurora, netra nya menelisik dari atas sampai bawah melihat penampilan nya yang sangat berantakan.


" Boleh kah saja masuk pak?. "


" Tapi anda tidak boleh masuk sembarangan kesini. " Ucap satpam tersebut menghalangi jalan nya.


" Tapi pak..... "


Dia menghentikan ucapannya karena netra mata nya menangkap seseorang yang sangat dia kenal sedang berjalan dengan seorang laki-laki.


" Arumi.... " Panggil nya, namun sepertinya Arumi tidak mendengar panggilan nya.


" Arumi! Tunggu..... " Aurora bergegas berlari kearah sahabat nya yang asyik berjalan bahkan bergandengan dengan seorang laki-laki tua.


Puk!


Aurora menepuk punggung sahabat nya, seketika Arumi segera menoleh dan terlihat sedikit kaget mendapat kan sahabat nya yang terlihat sangat berantakan.


" Aurora? kok kamu bisa ada disini? Dan...." Arumi memandang sahabat nya dari atas sampai bawah.


" Ada apa sama kamu Ra? kenapa pakaian mu terlihat berantakan ? Apa yang terjadi?. " Tanya nya bertubi-tubi merasa khawatir pada sahabat nya.


" Siapa dia sayang?. " Tanya lelaki yang sedari tadi berdiri di samping Arumi.

__ADS_1


Kening Aurora bertaut, mendengar laki-laki tua itu memanggil Arumi dengan sebutan sayang.


" Kenalin ini Aurora sahabat aku, "


" Oh ya ya, salam kenal Aurora. " Sapa laki-laki itu. Aurora hanya tersenyum sekilas dan menarik tangan nya Arumi dan berbisik ditelinga nya.


" Siapa dia Arumi? kenapa panggil kamu dengan sebutan sayang,? jangan bilang kamu menjadi simpanan Om Om. " Celetuk Aurora mengintrogasi Arumi.


" Iya, Ra. Emang itu kenyataan nya . " Balas nya tersenyum, membuat Aurora kaget sekaligus tidak menyangka.


" Sudah lah, tidak usah dipikir kan! Lebih baik sekarang kamu cerita sama aku apa yang sebenarnya terjadi sama kamu? kenapa kamu jadi seperti ini. " Tanya Arumi penasaran.


" A_aku...... "


" Sebentar ya. " Arumi malah memotong ucapan nya Aurora, dan menghampiri laki-laki tadi dan dia terlihat berbicara sama pria tua itu, setelah nya laki-laki itu berlalu pergi. Sebelum pergi dia sempat mencium Arumi sekilas.


Arumi terlihat sangat santai, dan kembali menghampiri Aurora.


" Ra, kita keatas saja ya. Tidak enak juga kan kita ngobrol disini. " Ajak Arumi dan langsung disetujui Aurora.


Mereka pun melangkah kan kaki nya menuju apartemen nya Arumi.


Sesaat setelah nya mereka pun sampai keatas! Arumi mengajak sahabat nya duduk diatas sofa.


" Sekarang kamu cerita sama aku, apa yang terjadi?. " Tanya nya lagi menatap manik mata indah nya Aurora yang tiba-tiba terlihat sedih dan berkaca-kaca.


Arumi segera memeluk sahabat nya, dan setelah Aurora sedikit tenang, dia pun menceritakan segalanya tanpa ada yang ditutup-tutupi.


" Brengsek banget si Adrian. Dan aku tidak menyangka kalau Sisil tega nge hancurin rumah tangga kamu Ra! Jahat bangat dia. Kelihatan luar nya saja baik ternyata dalam nya busuk. Padahal kamu udah baik bangat Lo sama dia, tapi dengan tega nya dia berbuat seperti itu sama kamu. Ada sakit jiwa si Sisil itu ku rasa, masak sama laki kakak nya sendiri dia doyan. " Umpat Arumi merasa sangat kesal mendengar setiap ucapan dari Aurora.


" Kamu tenang saja, aku akan bantu kamu merebut apa yang seharusnya menjadi milik kamu! Aku janji. "


" Tapi aku sudah tidak punya apa-apa rum! bahkan aku tidak punya uang sepeser pun. " Ungkap nya menatap sendu sahabat nya.


" Kamu tenang saja, kita akan urus segala nya termasuk hak asuh anak-anak kamu, kamu punya bukti perselingkuhan mereka kan?. " Tanya Arumi menatap Aurora serius.


" Ada, tapi... "


" Tapi apa?. "


" Tapi ponsel ku diambil sama mas Adrian Rum. A_aku tidak diperbolehkan membawa apapun yang ada dirumah itu. " Ucap nya terlihat putus asa, karena kehilangan bukti penting.


" Ya ampun Ra, kamu kenapa bisa gegabah begitu sih? Ah, yasudah lah. Lebih baik kamu bersihkan diri kamu dulu, dan makan, nanti akan kita pikirkan lagi masalah ini. Oke?. "


Aurora mengangguk dan pergi membersihkan dirinya terlebih dahulu, setelah itu mengisi perut nya yang dari tadi sudah sangat kelaparan.

__ADS_1


__ADS_2