Dikta..!

Dikta..!
Jepang


__ADS_3

Malam ini Dikta masih berada di apartemen Maya sejak menjemput kekasihnya dari kampus.


" Mau makan apa cantik.... ? "


" Apa aja .... "


" Baik, aku delivery order aja ya.. kita makan malam di rumah habis itu siap-siap packing baju "


" Apa sebaiknya nggak usah aja ya kak, ini berlebihan.... "


" Nggak ada penolakan sayang... nggak ada juga yang merasa dirugikan disini... "


" Tapi aku merasa kamu rugi banyak pacaran sama aku... "


" Nggak lah... ngaco kamu ngomongnya... "


Malam ini Dikta bakalan nginep lagi di apartemen Maya, tentu saja dia juga bakal tidur satu ranjang lagi sama kekasihnya.


05.00


Terlihat Dikta menelfon seseorang untuk menyiapkan segala sesuatunya hari ini dengan tepat waktu, sementara Maya masih tertidur pulas di ranjang.


" Sayang... hey, bangun... "


Membelai lembut di pipi.


" Hm.... "


" Kamu nggak mau kan terlambat hari ini... "


" Kemana...? "


" Kamu lupa mau liburan.. "


" Jam berapa sekarang...? "


" Masih jam 5 pagi, berangkat jam 9 "


" Owh... masih lama kak Dikta... "


" Bagung.... "


Berusaha membangunkan Maya sambil menenggelamkan kepalanya di leher putih milik kekasihnya.


" Ka.. geli... haahahaha "


" Makanya bangun... "


" Kak ini masih pagi... Nanti aja ya jam 6 , 1 jam lagi deh ka "


" I want you.... "


" Hah. ? maksudnya....? "


Dikta langsung membungkam mulut kekasihnya tanpa basa-basi, jemarinya menyusuri tubuh Maya dari mulai kening sampai ke perut dan semakin membuatnya hanyut dan tanpa sadar mendes*h.


" Sayang.. kamu mancing...? "


tanya Dikta.


" Nggak.. mana ada, tadi nggak sengaja Dikta ih.... "


" Kamu cantik banget kalo bangun tidur kayak gini... "


" Kamu berlebihan "


tersipu.


" Serius.. kenapa ya dulu aku bisa suka sama kamu... kamu benar-benar polos banget, bawaannya nggak mau jauh kalau sudah kayak gini "


" Kamu belajar gombal dari siapa sih...? "


" Q lumayan berbakat, biar kamu tahu... hehehe "


" Kenapa nyaman banget ya tidur kayak gini "

__ADS_1


tidur di pelukan Dikta.


" Kalo kamu mau aku biasa menginap disini setiap hari... "


" Nggak perlu.... apa kata orang nanti "


" Kita menikah...? "


" Menikah...? "


" Ya, maukah kamu jadi bidadari untukku seutuhnya...? "


" Kamu serius...? "


Maya menatap Dikta secara intens.


" Tentu saja.... "


" Aku mau banget.... tapi nggak sekarang-sekarang, aku harus lulus kuliah dulu... dan kamu juga nggak pernah ngajak aku ketemu orang tua kamu... "


" Nanti kita atur waktunya... aku serius, kamu wanita yang ingin segera aku nikahi.. ntahlah, rasanya aku takut kamu ninggalin aku... "


" Nggak lah.. kamu ngaco.. mana mungkin aku ninggalin kamu, yang ada mungkin kamu yang ninggalin aku... "


Ada ketakutan di hati Dikta, bagaimana kalau Maya tahu kebenaran sepenuhnya soal dirinya, dia hannya menceritakan separuh tentang kehidupannya, bukan 100% .


09.21


" Kak.. jadi berangkat jam berapa...? "


" Sebentar, aku terima telfon dulu sayang.. ada hal urgent yang harus aku selesaikan "


Maya mengambil ponselnya dan duduk di atas ranjang.


WA


CA....


" Eh.. jadi liburan hari ini...? mau liburan kemana sih, kamu nggak ngajak aku May...? "


Maya


Sebenarnya kak Dikta juga yang ngajak, aku sih tinggal ngikut aja. "


CA....


" Owh.... terus nanti berapa hari, duit kak Dikta banyal banget berarti ya May... buktinya ngajak kamu plesiran lho.. ih aku iri, nanyi jangan lupa kamu belikan aku apa gitu hehehehehe.... 😜. "


Maya


" Gampang... tapi kalo ingat ya hahahah 😜 "


Dikta terlihat masih sibuk dengan ponselnya, sementara Maya hannya bisa diam dan melihat kekasihnya.


" Sebenarnya berangkat jam berapa sih, katanya jam 9 tapi udah mau jam 10 masih belum berangkat juga, nanti kalau ketinggalan pesawat gimana coba... "


menghembuskan nafas.


" Oke, nanti kamu atur aja, soalnya aku mau keluar negri ada urusan sangat penting, jadi semua bisa kamu handle nanti tinggal kamu kirim saja kalau ada sesuatu yang penting "


Ucap dikta yang sepertinya membahas masalah pekerjaannya dengan asisten pribadinya.


Dikta beralih mengambil laptop dan menatap Maya sambil tersenyum begitu juga sebaliknya.


" Jadi berangkat jam berapa sih..? "


" Bentar sayang.... "


" Bagaimana kalau ketinggalan pesawat coba... kamu sibuk banget kayaknya... apa kita nggak jadi pergi aja kak, aku juga nggak apa-apa misal kamu sibuk atau ada urusan yang penting "


Dikta yang semula membuka laptop langsung menutupnya kembali dan menghampiri Maya.


" Okay, ayo kita berangkat.... "


" Lho.. kamu nggak jadi dengan laptop kamu tadi... "

__ADS_1


" Jadi... itu bisa di urus nanti.. "


" Tapi kak... aku nggak apa-apa nunggu beneran "


" Ayo berangkat... keburu ketinggalan pesawat nanti... "


Dikta merangkul pinggang aduhai Maya.


Akhirnya mereka berangkat jam 10.15, sebetulnya Dikta juga ada urusan sangat penting yang harus diselesaikan, berhubung sudah janji dengan Maya jadi tetap saja kali ini Maya prioritas nomor satu.


Perjalanan lumayan lama, dan sepanjang perjalanan Maya banyak sekali bertanya dengan Dikta ini dan itu karena memang ini pengalaman dia naik pesawat.


19.00


" Sayang.... kamu nggak mau bangun..? udah sampai... "


Bisik Dikta.


Maya yang memang benar-benar tidur pules banget akhirnya terbangun, namun anehnya dia tidak di dalam pesawat melainkan sudah ada di kamar hotel.


" Lho... kok aku disini...? kak..? "


" Tadi kamu pules banget jadi nggak tega bangunin, terpaksa aku gendong... enak banget ya tidurnya...? "


" Ya ampun kak... kenapa nggak bangunin aku aja, ih pasti berat banget "


" Nggak juga.. kamu kan kecil. hehehe "


" Terus...? "


Sambil melihat sekeliling.


" Kita di hotel, di Jepang... "


" Jepang...???? beneran...? "


" Tentu saja... "


Maya langsung turun dari ranjang dan berlari ke jendela yang sudah terbuka.


" Ya ampun.. mimpi apa aku bisa sampai sini.. "


" Hadiah ulang tahun untuk kekasihku "


Ucap Dikta dengan penuh cinta menatap Maya.


Maya yang mendengarnya langsung berlari dan memeluk kekasihnya. Ia tidak menyangka tuhan akan mempertemukan dirinya dengan Dikta, laki-laki yang sudah 3 tahun bersamanya saat ini.


Laki-laki yang memperlakukan dengan sangat baik, bahkan memberi kehidupan yang sempurna untuknya.


Maya bisa dikatakan benar-benar beruntung juga menjadi kekasih Dikta yang sejujurnya memang dia sosok laki-laki yang setia, mapan dan sangat lembut dalam bersikap dengan wanita, apalagi dengan Maya.


Banyak gadis di luar sana yang tertarik dan berusaha menggoda Diktat, namun takdir memberikan Maya dan menjadikan mereka dekat sampai sekarang ini.


" Makasih sayang.... makasih Dikta "


Ucap Maya dengan sangat gembira.


" Sama-sama.... "


mengecup kening Maya.


" Kamu mau mandi...? "


" Kamu udah mandi ya...? "


" Udah... "


" Pantes wangi banget pacar monsterku... "


" Monster...? "


" Hehehe... kamu gede banget, besar lagi... dan aku kecil hahahaha "


" Terserah kamu saja.. aku suka semuanya yang ada di kamu.. walau pacarku ini mini.. "

__ADS_1


Mereka langsung tertawa saling meledek satu sama lain.


__ADS_2