Dikta..!

Dikta..!
CLIENT MISTERIUS


__ADS_3

Ini hari pertama mereka di Jepang dan seharian penuh mereka habiskan dengan jalan-jalan ke berbagai tempat, mengunjungi beberapa restoran dan juga berfoto ria ala Maya.


" Sayang, nanti kita makan malam diluar kamu mau kan...? sekalian aku juga bertemu dengan teman sekaligus rekan bisnis "


" Mau dong... tapi tunggu aku dandan sebentar ya "


" Nggak usah cantik-cantik "


protes Dikta.


" Kok gitu... kamu nggak suka... ? "


" Bukan nggak suka, aku risih sama para jantan di luar kalo ada yang menatap kamu "


" Gombal terus... belajar gombal darimana sih.... sayangku ini "


Maya mencubit pipi Dikta gemas.


" Ayolah... "


Meraih pinggang Maya dan mengapitnya kedalam pelukannya.


" Apa...? "


" Kamu milikku... "


Bisik Dikta.


" Aku tahu.... dan aku juga milikmu "


" Kau natural seperti ini saja sudah membuatku tergugah "


" Tergugah...? "


" I want you..... Maya...! i want you "


Dikta gemas hingga memeluk Maya sangat erat.


" Dikta sakit tahu... kamu memelukku terlalu erat sayang... "


" Oh ya.. hahahah.. I'm sorry, cepatlah dandan dan kita berangkat "


Mencium pipi Maya.


Setelah menunggu lumayan lama akhirnya Maya selesai juga dengan riasan dan lain sebagainya.


Dikta yang melihat Maya langsung bengong, pasalnya Maya terlihat sangat cantik dengan rambutnya yang di sibak ke samping ditambah riasan dan juga gaun yang di pake.


" Hey.. sudah aku bilang kan sayang, biasa saja... "


Protes Dikta sambil tersenyum nakal menghampiri Maya.


" Ini sudah sangat-sangat biasa sayang, kamu mau aku pake daster...? "


" So sexy... you know.. "


Dikta membelai leher Maya dan menciumnya di sana.


" Terlalu wangi juga... "


" Biasanya aku juga wangi sayang... kamu tuh ada-ada aja "


" Serius... perfect... "


Dikta mendekat dan berusaha mencium Maya.


" Ih jangan sekarang.... aku udah dandan rapi lho... "


" Tapi aku ingin... dikit aja "

__ADS_1


" Nggak.... "


" Please... "


" Nggak... nanti aja "


Ucap Maya sambil tersenyum.


" Rasanya berat banget ngajak kamu keluar dengan dandanan dan pakaian seperti ini "


" Apaan sih.. lucu kamu hahahaha "


" Serius... nanti kalo banyak jantan di luar sana yang melihat... aku nggak terima dong milikku di tatap seenaknya... "


" Mulai.... masak iya aku dandan pake baju biasa, hari ini kamu juga kan mau ketemu rekan bisnis kamu juga kan.. jadi aku harus berpakaian dan dandan yang sempurna dong sayang, biar nggak malu-maluin kamu juga "


" Siapa juga yang malu ngajak kamu "


" Ya jangan gitu... udah ayo berangkat, aku laper hehehe "


" Kiss me please "


" Nggak... udah deh ayo nanti keburu telat, ntar malah rekan bisnis kamu nunggu "


" Ya udahlah... "


Dikta terlihat pasrah.



Di sebuah restoran yang memang mewah disana Dikta sudah memesan satu meja untuk 3 orang, Dikta, Maya dan juga clientnya.


" Kak... client kamu belum datang...? "


" Kok kak...? "


" Kita kan lagi di luar, nggak enak juga... "


" Nggak aku nanti aja nunggu itu kamu datang, masak iya aku makan duluan... ngaco deh kamu, kalo tiba-tiba dia datang.. ih... nggak lucu... "


Dikta tersenyum melihat bagaimana sikap Maya yang memang seperti biasa, cerewet sekali.


Hampir 15 menit mereka menunggu masih belum juga datang rekan bisnis Dikta.


" Ya ampun lama banget, udah mau setengah jam lho kak.. kamu nggak coba telfon sekretarisnya atau apanya gitu..? "


" Nggak perlu, nanti juga datang... makanya aku nawarin kamu mau makan atau minum dulu... udah tahu aku kalo pasti nunggu lama "


Maya hannya diam dan sedikit kesal.


Tak lama kemudian Maya melihat dari tempat duduknya sosok wanita yang sangat amat sexy memakai pakaian yang menurutnya kurang bahan hingga memperlihatkan belahan dadanya yang terekspos sangat jelas.


" Giliran aku nggak di bolehin dandan sexy dan aneh-aneh, buktinya apa... lihat saja wanita itu, cara berpakaiannya benar-benar nggak banget... aku aja geli lihatnya "


Batin Maya.


" Hai Dikta... sorry sayang aku terlambat lama banget.... "


Ya, ternyata wanita yang di lihat Maya adalah orang yang sudah dia tunggu hampir setengah jam dan menunda rasa laparnya demi client penting dari kekasihnya.


" What....!!! dia nge duain aku..! "


Batin Maya lagi yang sangat-sangat terkejut dengan pemandangan di depannya, apalagi wanita itu main cipika-cipiki dengan kekasihnya.


Dikta yang memang sudah was was langsung melirik ke arah Maya yang sudah tak tergambarkan raut mukanya membuatnya sangat cemas.


" No problem... it's ok... duduklah Beb... "


" Apa...? dia manggilnya beb...? aku disuruh makan malam cuma buat melihat kemesraan mereka berdua...? "

__ADS_1


Maya semakin kesal.


" Ini...? "


Menunjuk ke arah Maya.


" Oh ya, ini Maya... dan Maya kenalin ini Beby... rekan bisnis sekaligus teman aku dulu waktu kuliah... "


Maya terpaksa harus tersenyum kesal walaupun ternyata kenyataannya dia bukan siapa-siapa Dikta melainkan teman masa kuliah yang bernama Beby.


" May.. kenalin.. ini Beby teman sekali client aku... "


Tanpa basa-basi keduanya berjabat tangan dan memperkenalkan diri masing-masing.


" Dia pacar kamu Ta...? "


Tanya Beby.


" Iya... "


Dikta tersenyum sambil menatap Maya.


" Owh... kamu ya, ternyata udah punya aja... kapan nikah... jangan lupa aku di undang "


" Secepatnya lah pokoknya... "


Maya hannya diam sambil mendengar percakapan Dikta dan juga Beby.


Dikta juga langsung memanggil pelayan dan memesan berbagai makanan untuk mereka bertiga, dia juga tidak lupa memesankan Maya es cream kesukaannya.


Hampir 2 jam lamanya mereka masih betah di restoran, banyak sekali obrolan yang terjadi di meja makan itu, Maya juga sesekali bergabung dan ngobrol yang memang ia tahu-tahu saja.


Bagaimana ini pertemuan kali pertama Maya dengan Beby, jadi obrolan mungkin masih sebatas itu-itu saja.


" Beb udah malam, kita harus balik dan untuk pekerjaan nanti kamu bisa langsung saja kirim ke e-mail aku kalau ada sesuatu yang urgent atau apalah, soalnya aku harus balik "


" Iya-iya Ta... santai.... nanti aku e-mail kamu "


" Kamu bawa mobil atau...? "


" Aku bawa mobil kok.... santai aja.. oh iya Maya aku duluan ya, nanti aku Wa oke.. "


" Oke Beb... "


Jawab Maya.


Beby langsung meninggalkan Dikta dan Maya.


" Mau aku belikan es cream lagi...? apa tadi rasanya nggak enak...? "


" Aku mau pulang aja, capek kakiku pake sepatu tinggi "


Maya langsung berjalan melewati Dikta, sementara Dikta terdiam dan memejamkan mata sejenak karena tahu kalau kekasihnya sudah pasti marah.


" May ... sayang... tunggu "


May masih berjalan dengan cepat, padahal kakinya lecet dan berdarah karena memakai sepatu yang sudah tahu kalau ujung-ujungnya juga lecet kakinya.


" May.... "


" Apa...? aku may pulang, capek... aku nggak mau es cream... buka pintunya.. "


" Sayang kamu marah...? "


" Nggak....! "


" Jangan kayak gini, kita lagi liburan masak marahan... "


" Aku udah bilang kan, nggak ada yang marah... "

__ADS_1


Maya langsung masuk ke dalam mobil.


__ADS_2