
nenek tiu pun merasa senang ,karena sudah berhasil membawa anak itu ke hadapan pangeran hitam.
Di tempat lain dito yang di tanya terus oleh pak guru, karena Andi sudah lama tidak masuk sekolah akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah Andi. Namun di tengah jalan ia menemukan tas sekolah andi yang terserak di pinggir jalan ia memberhentikan motornya untuk memastikan “kenapa buku ini berantakan di sini..? apakah yang terjadi pada teman ku..”gumam nya dalam hati.
Setelah membereskan buku ~buku Andi yang berserakan di tepi jalan dito melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Andi. “ting.. tong.. ting.. tong..” bel pagar rumah di pencet dito berulang. namun tidak juga ada yang keluar rumah untuk membuka pintu gerbang. Setelah itu dito mencoba menghubungi nya lewat telepon genggam nya namun masih tidak aktif juga. selang beberapa saat Amelia pun tiba dengan taxi, turun tepat di hadapan dito.
__ADS_1
“sudah lama kamu berdiri disitu to..?” tanya Amelia sambil tersenyum. “baru.. baru saja kak.. kakak dari mana? Dan sebenarnya Andi kemana kak..”dito bertanya kembali “..oh Andi, dia sedang jalan ~ jalan bersama ibu ke luar kota.” Kata Amelia menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya. “apakah kamu mau masuk dulu..” tawar kak Amelia sambil membuka pintu pagar. “baiklah .. aku juga haus” dito menjawab sambil mengikuti dari belakang.
untuk masuk ke rumah dan dia duduk di teras sambil meletakkan tas yang dibawanya. “tunggu di sini ya.. kakak bawakan air dulu, mau minum apa..” sambil membuka pintu Amelia bertanya “terserah kakak deh.. yang penting minuman yang sehat.” Jawabnya dengan sedikit bergurau “..oh oke..” ia , Amelia masuk ke rumah. Setelah menunggu agak lama Amelia keluar membawa minuman.
“maaf ya.. lama, tadi kakak ganti baju dulu” “tidak apa ~ apa kak. Aku kesini menyampaikan bahwa pak guru mengkhawatirkan Andi karena sudah seminggu tidak masuk sekolah dan ini aku temukan di pinggir jalan sewaktu aku mau kemari kak..” dito menyerahkan tas yang ditemukannya di pinggir jalan namun ia menaruh curiga pada Amelia.
__ADS_1
namun semua itu hanya karangan Amelia saja, agar dito tidak semakin curiga padanya.. ia dan dito sudah sangat lama mengobrol tidak terasa hari sudah mulai sore akhirnya dito pamit pulang karena sudah beranjak senja. Di sebuah tempat di dalam gua kakek melihat pangeran hitam sedang memegang tangan Andi untuk diambil darahnya namun “seest..” secepat kilat kakek menerjang pangeran hitam untuk mencegah pangeran hitam mengambil darah Andi. “..oh ada penyusup rupanya.” Umpat pangeran hitam dengan marah.
Nenek tiu yang melihat kejadian itu tidak tinggal diam dia menyerang kakek yang berada di hadapan pangeran hitam. Dan mereka bertiga berada jurus dan sihir, namun kakek terkena pukulan dari nenek tiu yang diarahkan kepadanya dan menghantam dinding gua “begg..” kakek terluka cukup parah, Andi yang melihat itu tidak tega. Ingin rasanya menolong tapi ia masih terikat walaupun berusaha memberontak dengan sekuat tenaganya namun tali yang mengikatnya tak juga putus.
Setelah itu ibu Aminah pun datang dengan menghalau serangan ke dua kepada kakek dari nenek tiu. “tak.. beg.” Nenek tiu mundur beberapa langkah. Kembali nenek tiu menyerang dan berkelahi dengan Aminah “hiatt.” Tak terduga ibu Aminah menghindari serangan nenek tiu.
__ADS_1
Perkelahian pun berlangsung cukup lama, di samping kakek yang terluka parah melihat pangeran hitam menyayat tangan Andi dan menetes kan darah itu ke sebuah cawan kecil tertutup “aaark..” Andi pun berteriak keras. Namun kakek tidak bisa berbuat apa ~ apa . “wuss..” nenek tiu melompat menghindari serangan Aminah.