
Pangeran hitam yang berhasil mendapat kan darah Andi segera pergi dari gua itu dan Andi yang lemas tak berdaya tergeletak di tanah lembab nya gua. “segera selesaikan itu! Dan pergi” teriak pangeran hitam yang melesat entah kemana. “baik tuan” nenek tiu pun pergi dari gua itu.
Melihat anak dan kakek nya yang yang sudah tidak berdaya Aminah bingung dan panik harus bagaimana?. “minah selamatkan Andi..” perintah kakek dengan suara lemah. “apakah kau masih bisa bertahan kakek.” Tanya Aminah.. “iya..” jawab kakek yang berpura ~ pura kuat.
Dan Aminah mengobati Andi, dengan tenaga dalamnya sekuat tenaga akhirnya Andi pun sadar “uhu.. uhu. . uhu..” dia mengeluarkan racun yang ada dalam tubuh nya namun masih lemah. Ia melihat kakek nya yang ter kapar tak berdaya, langsung menghampiri kakek nya dan Aminah mencoba mengobati kakek tapi.. “Andi pelajari buku yang kakek berikan kepadamu... karena ke depan akan makin sulit” dengan ter bata ~ bata kakek berpesan kepada Andi
“baik kek, aku akan menurut sekarang tapi kakek bisa bertahan kan..” tanya Andi dengan air mata di pipinya namun takdir berkata lain “kamu harus ingat pada malam bulan purnama..” pesan terakhir kakek sebelum ia tewas.
__ADS_1
tubuhnya berubah menjadi butiran debu dan menghilang diterpa angin yang menghembus. Aminah merasa prihatin “ semoga kau tenang di sana kek” tanda duka Aminah. Mereka berdua akhirnya keluar dari gua itu... tapi Andi masih belum mengerti apa yang dimaksud oleh kakek nya itu.
Dalam perjalanan pulang Andi terus memikirkan pesan terakhir kakek nya yang dikatakannya. Sementara itu pangeran hitam dan ajudan nya nenek tiu tengah mencari tempat yang dimaksud oleh kitab hitam nya. Karena hanya di tempat tertentu saja ia bisa membangkitkan raja kegelapan.
Setelah berjalan sangat lama Aminah dan Andi sampai di sebuah kampung yang sangat sepi ia dan ibunya menyusuri jalan setapak menuju kota.
Andi yang menyadari hal itu terjadi segera bertanya pada ibunya “bu.. kita dari tadi hanya berputar di sekitar kampung ini saja.” Mendengar perkataan anaknya ibu aminah terhenti langkahnya dan mengamati sekitar “iya kau benar kita masih di sini.. padahal kita sudah berjalan cukup lama./sekarang bagaimana bu..” tanya andi yang sedari tadi di papah ibunya.
__ADS_1
“keluarkan kalung itu agar kita bisa keluar dari hutan ini..” perintah ibu Aminah kepada Andi, tapi Andi belum mengetahuinya “kalung apa bu..?” tanya Andi dengan suara lemah “kalung yang ibu titipkan pada penjaga batinmu” “aku tidak tau ibu..” “kalau begitu pejamkan matamu dan panggil penjaga batinmu”
Andi pun memejamkan mata dan memanggil jinin. cahaya putih itu muncul di hadapan mereka “apa yang bisa saya bantu tuan.” Tanya jinin kepada Andi “dimana kalung itu kau simpan..” “kalung... baik. Sebentar tuan. Saya akan mengambilnya.” Jinin kembali menjadi cahaya dan masuk ke tubuh Andi.
Dengan sekejap mata kalung itu sudah ada di leher Andi kemudian kalung itu mengeluarkan cahaya biru terang dan Andi bersama ibunya keluar dari hutan larangan dan sampailah mereka berdua di depan rumahnya. sementara itu pangeran hitam masih mencari tempat yang disebutkan dalam kitab hitam bersama nenek tiu. Berhari ~ hari mereka mencari tempat itu akhirnya ditemukan.
Di atas puncak gunung berapi terdapat kastil keramat di sanalah raja kegelapan akan di bangkitkan kembali pada bulan purnama puncak. Amelia yang melihat ibu dan adik nya pulang segera membukakan pintu..
__ADS_1