
“ dari mana saja kalian.. kakak mengkhawatirkan ibu dan andi.” Sapanya sambil memeluk keduanya namun andi merasa kesakitan karena mengenai tangannya yang terluka. “aw... “ andi sedikit teriak. mengetahui tangan adiknya terluka, amel menjadi sedikit cerewet dan banyak tanya kepada andi tapi dia diam saja dengan pertanyaan kakaknya itu, ibu yang mengetahui kejadian sebenarnya menutupi dengan alasan bahwa andi terjatuh ke dalam tebing dan terkena batu tajam. Setelah mendengar penjelasan dari ibu amel akhirnya diam.
__ADS_1
Dan ibu menyuruh amel membawa andi ke kamarnya. setelah sampai kamar amel bercerita bahwa dito temanya mengkhawatirkan dia karena ia menemukan tas andi di pinggir jalan. “mana tas itu kak..” tanya andi “ini..” amel meraih tas yang berada di atas meja lantas andi segera mencari buku yang diberikan kakeknya. “ dimana buku itu yah..” gumam andi sambil mengeluarkan semua bukunya dari dalam tas nya. “kamu mencari apa dik..” tegur amel karena melihat adiknya itu sangat gusaar dan panik “buku kak.. buku yang bersampul kuning tapi sudah sangat usang, apakah kakak melihatnya?” tanya andi . tapi kakaknya bingung buku apa yang dimaksudnya karena tidak pernah melihat buku semacam itu.. “tidak.. biar kakak bantu mencarinya” sambil beranjak dari tempat tidur menuju rak buku yang ada di kamar andi dan memeriksa semua buku yang ada di situ.
__ADS_1
akhirnya amel melihat buku yang bersampul kuning namu buka itu yang dimaksud andi. “apakah ini bukunya andi..”amel menyodorkan buku yang bersampul kuning yang ia temukan di rak buku. “bukan kakak... itu buku pelajaran” “ terus.. yang kamu maksud buku apa? Bukankah kamu sudah seminggu tidak masuk sekolah. Kakak kira kamu mau belajar karena takut ketinggalan pelajaran?” kata amel sedikit menasehati “ iya kak.. tapi aku punya urusan yang lebih penting. Aku butuh buku itu segera.. di mana aku simpanya.” Ia seperti orang aneh berbicara sendiri. “kamu bilang urusan penting.. urusan penting apa coba jelaskan kepada kakak..?”amel mendesak andi. Karena tida ingin kakaknya tau andi keluar kamar dan mencari ibunya. Amel yang masih di kamar andi sedikit mengumpat “punya adik satu ajah.. Cuma bisanya ngerepotin. Aku kan Cuma mau bantu masalahnya kenapa malah pergi?” dia pun keluar dari kamar andi menuju teras depan.
__ADS_1
namun andi melihat sebuah patung berbentuk burung yang sangat indah di atas meja, andi meraih patung itu tapi setelah itu.. “karek” ada sebuah pintu yang terbuka di sebelah tempat tidur “ada pintu ternyata di sini.” Kata andi sambil menghampiri pintu tersebut dan ia masuk ke ruangan rahasia tersebut dengan menuruni anak tangga yang cukup banyak ke dalam tanah, sampailah ia di sebuah gua yang sangat indah dengan air terjun di sampingnya andi pun terus menyusuri goa itu sampailah ia a di sebuah ruangan yang disampingnya terdapat kolam dengan air yang sangat jernih dan andi melihat ibunya tengah bersila di atas batu di tengah kolam. Karena andi tidak tahu ibunya sedang apa.. andi memanggil ibunya.
__ADS_1
Aminah dalam semedinya terjaga mendengar suara anaknya dan melompat ke tepi dan berkata “ kenapa kamu bisa ada di sini.. bukan kah sudah ku larang masuk ke kamar itu.” Aminah sedikit marah karena perintahnya dilanggar anaknya.
__ADS_1