
Namun setelah hampir sampai, tiba ~ tiba ada cahaya sihir menuju ke arah mereka “ situs..” naga putih itu menghindari serangan yang datang dengan tiba ~ tiba itu dan mereka mendarat di sebuah balkon kastil.
setelah itu mereka menelusuri anak tangga di dalam kastil yang sepi senyap itu untuk mencari keberadaan raja dan pangeran hitam. Setiap ruangan mereka periksa satu persatu tapi belum menemukan tanda ~ tanda musuhnya berada di sana. Raja kegelapan yang memantau mereka dari bola sihirnya menyaksikan bahwa mereka sudah hampir kehabisan energi karena mencarinya dan berkata kepada anaknya “ pangeran bawalah anak buahmu untuk menghadang mereka.. kita harus sambut tamu yang datang ke istana kita dengan gembira..” ucapnya.
__ADS_1
Pangeran yang menurut langsung mengajak anak buahnya pergi dari sana untuk menghadang andi dan kawan ~ kawanya. “aku sudah lelah apa bisa kita istirahat dulu di sini. Lagi pula kastil ini sangat sepi mana mungkin ada orang.” Kata ahsy sambil ia duduk. Tapi andi dan kakek naga menolak dan berpikir mungkin ini jebakan. “bangunlah cepat kita harus cepat.. kalau kita terlambat mungkin kita tidak bisa mengalahkan raja itu.” Jawab andi dan kakek naga menambahkan “benar, kita harus cepat selagi kekuatan raja itu belum sempurna kita harus mengalahkan nya” “baik, baik aku bangun. Ok kita jalan” jawab ahsy sambil mengumpat.
Dan mereka berjalan kembali tapi di sekelilingnya sudah banyak prajurit tengkorak yang mengepungnya. Melihat mereka sudah dikepung andi hanya menghela napas “heeh..” dan bersiap menyerang. Di mulaya dengan kakek naga menyemburkan api dari mulutnya ke sekililng dan musuk berhasil tumbang namun tidak lama kemudian mereka bangkit kembali. Dan mereka memutuskan untuk berpencar melawan prajurit tengkorak itu.. lama mereka bertarung namun musuh tidak juga berhasil dikalahkan. karena sihir raja kegelapan prajuritnya bisa bangkit kembali. Karena andi melihat ada yang tidak beres dengan semua ini andi memanggil ahsy dan kakek naga untuk lari dan mencari kelemahan.
__ADS_1
Tak beberapa lama terdengar langkah kaki “tak. Tak. Tak. Tak.”karena mendengar langkah kaki mereka berhenti berjalan dan bersiaga. Mata andi melihat di langit ~ langit ada sepasang cahaya merah yang mendekat kepada mereka dan seketika itu ada sebuah tali meluncur ke arah mereka dengan cepatnya “wuss... tapp.” Menempel ke dinding kastil. di tali itu banyak laba ~ laba yang merayap menuju kepada mereka dan dengan pedang ahsy di potonglah tali yang menempel di dinding kastil dan dengan bersamaan terdengar jeritan.
“aaakh..” terjatuh lah sebuah siluman laba ~ laba yang siap meluncurkan jaringnya. Dan andi menyuruh ahsy dan kakek naga berpencar suapaya dapat menyerang bergantian dan cepat
__ADS_1
mengalakan siluman laba ~ laba itu.