
“apa hakmu kakek peot, dia sudah menjadi milikku sekarang..! dan akan ku serahkan kepada pangeran hitam, pasti dia sangat gembira dengan apa yang aku bawa ini..” nenek Tiu merasa menang.
Tapi tiba ~ tiba cahaya itu lagi menyerang nenek “wuss.. wuss..” namun sinar itu meleset menyerang nenek tiu setelah itu kakek yang beranjak menyerang nenek tiu ‘hiat.. tak.’ Serangan kakek berhasil dihalau oleh nenek tiu. Andi yang dalam dekapan nenek tiu tidak bisa berbuat apa ~ apa, karena goresan pisau nenek tiu yang beracun membuatnya lemas tidak berdaya. Setelah berhasil menghadang serangan kakek , nenek tiu pergi membawa Andi ke suatu tempat yang jauh.. tapi kakek tidak tinggal diam ia sekuat tenaga berusaha mengejar nenek tiu, namun gagal. Nenek tiu berhasil melarikan diri membawa Andi sebagai sandera.
__ADS_1
Di rumah ibu Aminah tiba~tiba merasa cemas, sampai gelas yang ia pegang jatuh dari tangannya ‘praangr’ ia pun kaget dan berpikir “ kenapa gelas ini bisa jatuh dari tangan ku” gumam nya dalam hati, tapi ia langsung terpikir anak lelakinya ‘Andi’ ke cemasannya teramat sangat dan akhirnya ia memutuskan untuk menelpon anaknya itu.. namun tiada jawaban. Berkali ~kali ia menelpon tetap saja tiada jawapan, resa cemas dan gelisah meliputi pikiran ibu aminah. Pikirnya “ kemanakah anak itu.. mengapa tidak bisa di hubungi” namun selepas itu ada suara ketukan pintu ‘tok.. tok.. tok..’ pikiran tentang anaknya sejenak hilang dan ia beranjak ke ruang tamu untuk mengecek siapa yang datang.
Sesampainya ia di ruang tamu, ia melongok dari jendela namun tidak ada siapa ~siapa ia pun heran tapi belum pun ia berbalik pundaknya terasa ada yang memegang. Dengan gerakan reflek nya ibu Aminah langsung menepis dan berbalik sambil berkata “siapa kau..!” di hadapan sudah berdiri sosok hitam dan langsung memberi hormat dan berkata.. “mohon maaf tuan putri , saya membawa berita buruk.”
__ADS_1
Setelah itu jinin pamit dari hadapan ibu Aminah “baik tuan putri hamba akan menyampaikan ini pada pangeran Andi?..”dan dia, jinin menghilang dari hadapan ibu Aminah dan berubah menjadi cahaya putih. Selang beberapa saat kakek Andi datang memberi kabar yang sama. “ Aminah, Andi ditangkap anak buah pangeran hitam” “ aku sudah tau kakek tua.. apa yang bisa kau perbuat untuk menyelamatkan cucuk mu..?” tanya ibu Aminah, lantas kakek bertanya “di mana kitab itu Andi simpan” “kitab apa..? mungkin ia simpan di kamarnya” lanjut ibu Aminah menunjuk ke arah kamar Andi lantas kakek dan ibu Aminah pergi ke kamar Andi untuk mencari buku yang diberikan kakek padanya..(Andi) namun tidak ditemukan.
cahaya putih itu {jinin} terbang mencari Andi untuk menyerahkan kalung yang ibunya berikan, sampailah di sebuah hutan dalam gua Andi di sekap. jinin melihat Andi di belenggu rantai dengan cahaya merah membara.. akhirnya jinin masuk ke gua itu dan masuk ke raga Andi. namun Andi masih belum sadarkan diri.
__ADS_1