
Hai, semua kembali lagi bersama saya, oke kita lanjutkan ceritanya, selamat membaca dan semoga kalian suka, happy reading semua.
Di episode ini Author fokus sama Mano dan Victoria dulu.
Hari Pernikahan Mano dan Victoria sebentar lagi.
Saat ke toko baju pengantin ada seorang yang mendekati Mano.
"Permisi tuan Mano, perkenalkan saya Imel" kata Imel.
"Hai, ada apa mendatangi saya?" tanya Mano.
"Boleh jadi teman?" tanya Imel.
"Saya tanya sama tunangan saya" kata Mano.
"Hanya teman" kata Victoria.
Mano: "Dengar tunangan ku, hanya teman".
"Baik, tapi ku pastikan bahwa aku lebih kata Imel".
Mano: "Dia yang terbaik bagi ku".
Imel pun menjadi malu.
Mano: "Cinta ku padanya tidak terbatas dan aku tidak akan membaginya kepada orang lain".
Setelah mendengar itu Imel pun pergi.
"Tuan, saya ada kepentingan lain,izin untuk pergi".
Mano: "Baiklah".
Victoria: "Apa, kamu kenal dia sayang?".
Mano: "Tidak".
Victoria: "Sungguh aneh".
"Tak usah di pikirkan sayang, pilih gaun yang kamu suka saja" kata Mano.
"Baiklah" kata Victoria.
"Setelah ini, kita pilih cincin, kartu undangan, lokasi pernikahan" kata Mano.
"Repot amat" kata Victoria.
Saat pulang
"Cie, yang mau nikah" kata Victor.
"Ish, kakak juga mau nikah" kata Victoria.
Ria: "Jangan ganggu adikmu, Victor".
"Maaf" kata Victor.
"Udah makan dulu" kata Vi.
Setelah makan
Vi: "Kalian tidur, besok kan kalian ada kerja".
Si kembar: "Iya, yah".
Besoknya di tempat Kerja
"Cie, yang mau nikah" kata para karyawan.
__ADS_1
"He,he, terima kasih" kata Victoria.
"Nama calon suami mu, Mano kan?" tanya salah satu karyawan.
"Iya" kata Victoria.
"Kerja, bukan gosip" kata Victor.
"Baik, tuan" kata semua karyawan kecuali Victoria.
"Maaf kak" kata Victoria.
"Lain kali kerja yang benar, bukan gosip" kata victor.
Saat Istirahat Mano menelepon Victoria.
"Victoria, nanti saat pulang kerja saya jemput kamu sekalian makan siang" kata Mano.
"Oke" kata Victoria.
Setelah menelepon Victoria, Mano kembali kerja.
Saat pulang
"Sayang, udah tunggu lama?" tanya Victoria.
"Gak kok, santai saja" kata Mano.
Saat Makan di restoran.
"Buka mulutnya sayang" kata Mano.
Akhirnya Victoria di suapin oleh Mano dan Victoria menyuapi Mano.
"Makanan nya tambah manis, ketika di siapin kamu" kata Mano.
"Kamu bisa saja" kata Victoria.
Saat Victoria dan Mano ke taman di malam hari, Victoria kedinginan, Mano memakaikan Victoria jaket.
"Lain kali pakai baju lengan panjang kalau keluar malam" kata Mano.
Victoria: "Iya, maaf" sambil nunjukin wajah cemburut.
"Aduh, calon istriku cemburut" kata Mano.
"Orang lagi kesal, malah bercanda" kata Victoria.
"Maaf sayang" kata Mano.
"Jangan marah lagi nanti cepat tua, nanti apa kata orang bahwa saya nikah sama nenek-nenek?" tanya Mano.
"Jadi maksudmu aku nenek-nenek, gitu?" tanya Victoria.
Mano: "Kamu, lucu kalau marah".
Victoria: "Apa yang lucu, tadi bilang kalau marah bisa tua jadi nenek-nenek, sekarang bilang lucu, bikin tambah kesal" sambil sedikit berlari.
Mano: "Vic, maaf, jangan marah lagi" sambil mengejar Victoria.
Setelah mengejar Victoria, Mano memeluk Victoria.
Victoria: "Lepaskan".
Mano: "Tidak, nanti kamu kabur sayang, saya tidak mau melepaskan mu, sudah marahnya ya" sambil memohon.
Victor: "Baik saya maafkan, sekarang lepaskan sakit tahu".
"Maaf" kata Mano.
__ADS_1
"Udah, yuk pulang udah malam" kata Victoria.
"Iya" kata Mano.
Saat di rumah Victoria
"Bye sayang, nanti saat tidur jangan lupa mimpikan saya sayang" kata Mano.
Victoria: "Bye, jangan lupa mimpikan saya juga".
Mano: "Pasti sayang".
Setelah itu Mano pulang ke rumahnya.
"Cie, anak mami, habis kencan dan di antar pulang sama calon suami" kata Ria.
"Mama" teriak Victoria dengan wajah penuh kesal.
"Anak, ayah kenapa teriak-teriak?" tanya Vi.
"Ibu ya, ngekek Victoria terus" kata Victoria.
"Udah jangan marah terus, maafkan dan minta maaf sama mama mu" kata Vi.
"Baik, yah, ma saya minta maaf dan sudah maafkan mama" kata Victoria.
"Gitu dong anak ayah" kata Vi
"Iya, ibu juga minta maaf" kata Ria.
"Ayah, apa aku bukan anak mu, apa hanya Victoria, kenapa hanya bilang Victoria anak ayah?" tanya Victor dengan muka kesal.
"Victor, juga anak ayah dan ibu" jawab Vi.
Akhirnya Victor tidak kesal lagi.
"Udah, kalian ke kamar kalian tidur" kata Ria.
"Eh mama, pakai usir kami" kata Victor.
"Iya, kita tidur, besok bakal sibuk" kata Vi.
"Gak ayah, gak ibu sama saja, usir kami" kata Victoria.
"Udah-udsh, masuk ke kamar kalian masing-masing" kata Ria.
"Jangan begadang" kata Vi.
"Iya yah, Bu" kata si kembar.
"Selamat tidur semua, mimpi indah " kata Vi & Ria.
Si kembar: "Selamat malam yah, bu".
Setelah itu semua pergi ke kamar masing-masing untuk tidur.
"Yang, nanti saat kedua anak kita sudah menikah, kita akan kesepian di rumah ini" kata Ria.
"Mereka pasti akan sering-sering datang ke rumah ini" kata Vi menyemangati istrinya.
"Baiklah" kata Ria.
"Jangan pikirkan itu lagi, mendingan kita tidur" kata Vi.
"Baiklah" kata Ria.
Sebelum tidur, Vi mencium kepala istrinya.
"Selamat malam, istri kesayangan ku selamat tidur" kata Vi sambil menatap istrinya yang sudah tertidur.
__ADS_1
Oke, segini dulu ceritanya guys, maaf kalau ada yang salah, terima kasih atas dukungan, like, komen dan sebagainya, itu sangat berarti bagi author dan terima kasih juga telah membaca cerita author.