Dimanakah Orang Tua Ku

Dimanakah Orang Tua Ku
Imel dan Feddy


__ADS_3

Hai guys, kembali lagi sama Author, hari ini Author fokus Imel dan Feddy.


Selamat membaca, semoga kalian suka maaf kalau ada salah.


Karena Imel dan Feddy tinggal di pulau bersama sudah lama maka Feddy berencana untuk pulang ke rumahnya.


"Imel, apa kamu mau pulang sama saya?" tanya Feddy.


"Apa tidak merepotkan?" tanya Imel.


"Tidak sama sekali" kata Feddy.


Feddy tinggal sendiri di rumah nya, dia sudah yatim piatu sejak kecil jadi dengan adanya Imel maka dia tidak akan kesepian.


"Anggap saja rumah ini seperti milikmu" kata Feddy.


"Terima kasih" kata Imel.


Berita kembalinya Imel, membuat heboh media massa, karena selama ini tidak ada yang tahu tentang Imel.


Saat orang-orang bergosip.


"Jangan-jangan dia hantu yang kembali" kata seseorang.


"Kalau benar mengapa mukanya tidak pucat, dan bisa sama laki-laki lain?" tanya yang lain.


"Kalau saya hantu tidak mungkin bisa dilihat siang bolong gini" kata Imel.


"Coba kalian cubit tangan ku, hantu tidak bisa di sentuh" kata Imel lagi.


Mereka pun mencobanya.


"Lalu kamu kemana?" tanya yang lain.


"Saya tinggal di suatu tempat pastinya" kata Imel.


"Tolong, jangan gosip tentang pacar saya" kata Feddy.


"Maaf tuan" kata orang lain.


Mereka pun bubar.


"Sayang, ayo kita pergi" kata Feddy.


"Kemana?" kata Imel.


"Rahasia" kata Feddy.


Di restoran.

__ADS_1


"Pesanlah apa yang kamu mau" kata Feddy.


"Benarkah?" tanya Imel.


"Benar" kata Feddy.


"Nanti saya bayar makanan tuan" kata Imel.


"Tidak usah dan panggil saya tuan, panggil saya sayang saja" kata Feddy.


"Baik tu, eh sayang" kata Imel malu-malu.


"Kamu lucu sayang ketika malu-malu" kata Feddy.


Ada seorang wartawan yang berada di restoran dan menyebarkan berita.


Hot News, Imel kencan dengan seseorang di restoran.


Saat melihat hp, Imel terkejut .


"Sayang, kenapa kita bisa masuk berita?" tanya Imel.


"Sepertinya ada wartawan yang berada di sini juga" kata Feddy.


"Apa boleh beritanya di hapus?" tanya Imel.


"Apa?" tanya Imel malu-malu.


"Hanya kamu milikku dan hanya kamu yang kucinta" kata Feddy.


"Berhentilah meggoda ku" kata Imel.


"Baiklah sayang" kata Feddy.


"Sayang, besok kamu mau tidak kerja di restoran ku?" tanya Feddy.


"Benarkah, terima kasih sayang" kata Imel.


Besoknya Imel kerja sebagai koki di restoran Feddy.


"Sayang masakan kamu enak, banyak pelanggan yang puas dengan masakan mu" kata Feddy.


"Benarkah?" tanya Imel.


"Benarkah?" tanya Imel tidak percaya.


Feddy: "Benar dan sering-seringlah memasak untuk ku saat kita menikah".


Pipi Imel kembali memerah.

__ADS_1


"Me..menikah?" tanya Imel terbata-bata karena gugup.


"Iya, kamu adalah calon istriku sayang" kata Feddy.


"Sejak kapan saya jadi calon istrimu?" tanya Imel.


"Sejak pertama kali bertemu mu" kata Feddy.


"Kamu pandai bergurau" kata Imel.


"Aku tidak bergurau sayang" kata Feddy.


"Saya mau pergi, sayang" kata Imel.


"Kemana?" tanya Feddy.


"Rahasia" kata Imel.


"Kok, rahasia" tanya Feddy.


"Nanti juga tahu" kata


Imel.


Tidak lama Imel membawa masakan.


"Itu masakan siapa?" tanya Feddy.


"Saya lah" kata Imel.


"Emangnya belum makan?" tanya Feddy.


Imel:"Sudah".


"Lalu untuk siapa?" tanya Feddy.


"Untuk kamu" kata Imel.


"Terima kasih sayang" kata Feddy.


"Sama-sama sayang" kata Imel.


"Sini saya suapin" kata Imel.


Feddy: "Wah, pacar saya udah tak malu lagi".


"Feddy" teriak Imel.


Bersambung. Terima kasih telah membaca dan mendukung Author kalian yang terbaik, readers.

__ADS_1


__ADS_2