DIREKTUR DINGIN PEMIKAT HATI

DIREKTUR DINGIN PEMIKAT HATI
BAB I


__ADS_3

Seorang wanita dengan pakaian yang sedikit terbuka dan memaki hak tinggi melewati koridor disebuah club' malam. Dengan jalan yang sempoyongan dan kadang tersandung atau terjatuh menandakan bahwa gadis itu sedang mabuk berat.


Saat akan mencapai pintu dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria.


brukk


" Aduh maaf "


Setelah meminta maaf dia langsung keluar dari club' tersebut.


Tanpa dia sedari ternyata lelaki yang dia tabrak tadi masih memperhatikan nya.


Wanita tersebut menuju ke tepi jalan raya untuk mencari taksi. Melambai-lambai kan tangan namun tidak ada taksi yang berhenti.


Karena sangat mabuk berat diapun merasakan mual dan akhirnya muntah di pinggir jalan.


Seorang pria lain menatap wanita dari balik kemudi karena merasa sangat familiar dengan nya. Semakin dekat dengan wanita tersebut dan tertangkap jelas bahwa memang dia benar-benar mengenali nya.


Akhirnya pun dia memilih untuk menepi setelah melihat wanita itu lemas tak berdaya terlihat seperti mabuk berat.


" Hei, kamu tidak apa-apa? ".


seorang pria tersebut langsung menghampiri dan memegang bahu wanita tersebut karena hampir terjatuh.


" Ya ya ya, aku baik-baik saja aku masih bisa berdiri, lepaskan!" Dengan suara yang lirih dan serak wanita itu menjawab dan berusaha melepaskan pegangan dari lelaki tersebut.


Lelaki itu pun langsung melepaskan pegangannya, tapi selang beberapa detik, wanita itu hampir akan terjatuh karena berusaha berjalan. Dengan sigap lelaki disampingnya itu memegangi nya karena takut terjatuh lagi.


" Kamu tidak baik-baik saja, mari saya antar ".


Akhirnya wanita itu pun hanya bisa menurut karena sudah tidak sanggup lagi berjalan dan bila menunggu taksi pun entah kapan akan ada taksi karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul 2 dini hari.


Setelah memasuki mobil...


" Dimana tempat tinggal kamu? ".


lelaki itu bertanya sambil membenarkan sabuk pengaman gadis tersebut. Bukan dia bermaksud lancang tapi dia takut wanita itu akan terjatuh saat duduk. Namun bukannya mendapat jawaban lelaki tersebut hanya mendapatkan suara dengkuran halus dari sang wanita.


Menatap wanita itu sambil tersenyum dan membenarkan rambut yang menutupi mata.


" Kamu masih belum berubah ".


Dan diapun langsung menjalankan mobilnya untuk menuju suatu tempat.


Wanita itu adalah Angelica. wanita yang berusia hampir mencapai kepala tiga, yang terbiasa hidup seorang diri walaupun masih memiliki kedua orang tua. Dia bukan dari keluarga kaya tapi cukup berada, tapi tidak menjadikan angel menjadi wanita yang manja dan dia memutuskan untuk bekerja agar mempunyai penghasilan sendiri untuk kehidupan sehari-hari nya.


Keesokan harinya...


Cahaya remang-remang masuk dari celah-celah jendela yang hordeng nya sedikit terbuka membuat Angel menkerjapkan matanya berkali-kali karena terkena sinar mentari pagi. Melihat sekeliling yang tampak asing,mencoba pelan-pelan untuk duduk bersandar karena kepalanya masih agak pusing.


"Dimana aku?" pertanyaan yang pertama kali dia lontarkan sendiri karena merasa ini bukan lah rumahnya.


Berjalan menuju pintu dengan langkah yang masih gontai untuk memastikan dimana dia sekarang. Saat akan membuka pintu tiba-tiba...


" Kamu sudah bangun, ini aku bawakan sarapan untuk kamu ".


Laki-laki itu tersenyum lalu berjalan dengan membawa sarapan dengan nampan dan meletakkan nya dimeja.


Angel hanya menatap nya tanpa bergeming dan tanpa bergerak sedikit pun dari tempat tersebut.


" Kenapa masih diam disitu, ayo sini sarapan dahulu ". ajak lelaki tersebut.


Karena masih dilanda dengan rasa kebingungan dia pun hanya bisa menuruti yang laki-laki itu katakan.


Menikmati makanan tanpa keraguan dengan lahap hingga tandas menandakan bahwa Angel sangat kelaparan. Bagaimana tidak kelaparan karena sejak kemarin pagi Angel belum makan nasi sedikit pun, hanya minum kopi pagi hari dan malam minum bir.


Melihat wanita disampingnya makan dengan lahap lelaki tersebut pun hanya tersenyum dan membatin " kamu masih belum berubah sedikit pun,masih sama seperti 10 tahun yang lalu".

__ADS_1


" Apakah kepala mu masih pusing?" menatap Angel yang sudah menyelesaikan makan nya dan kini sedang minum.


" Iya, hanya sedikit pusing saja tapi tidak apa-apa". membenahi rambut nya yang sedikit berantakan.


" Oh ya,,, kenapa aku ada disini? dan kamu siapa?". pertanyaan yang sedari tadi ingin angel tanyakan akhirnya terlontarkan juga.


" Aku membawa mu ke rumahku karena semalam kamu mabuk berat, dan aku tidak tahu harus mengantar kamu kemana". jawab lelaki itu jujur.


" Ooh...Dan kamu siapa? ". Angel masih penasaran dengan sosok lelaki tersebut.


Lelaki tersebut tersenyum dan berpikir " ternyata kamu tidak mengenali Angel".


" Nanti kamu juga akan tahu". sambil mengusap rambut sang wanita lalu beranjak pergi dengan membawa nampan makanan yang kosong.


Lelaki itu adalah David Erlangga,dia merupakan teman SMA Angelica saat itu.


Lelaki itu diam-diam menyukai Angelica namun karena tidak ingin pertemanan dengan Angelica retak akhirnya dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya.


Setelah memakan sarapan yang dibawakan lelaki yang tidak di kenali tersebut, Angel bersiap-siap untuk pergi dari rumah itu.


Saat sampai diruang tamu,dia melihat pria itu sedang sibuk dengan laptop nya. sepertinya dia sedang mengerjakan sesuatu.


Tak


Tak


Tak


Suara langkah high hils Angel terdengar mendekat kearah sofa dimana David sedang duduk.


" Aku akan pulang". pamit Angel pada David tanpa berbasa-basi.


" Baiklah, mari aku antar". David langsung menutup laptop nya dan berdiri menatap angel.


" Tidak perlu, aku akan pulang sendiri. Terima kasih tumpangannya dan juga sudah di izin kan menginap disini". jawab Angel agak sungkan namun dengan gaya cuek nya.


Tapi bukan Angel namanya kalo dia tidak keras kepala.


" Tidak! terima kasih". Angel pun langsung melenggang pergi meninggalkan David tersebut yang masih berdiri di tempat tadi.


" Kamu masih saja keras kepala". gumam David sambil tersenyum melihat Angel pergi sampai tidak terlihat lagi dari balik pintu.


Setibanya di kantor


" Angel, Lo itu dari mana aja sih kok datang telat banget". tanya teman Angel yang bernama Stella.


" Sorry stell, gue semalam mabuk jadi gua bangun kesiangan". jawab Angel.


" Lo di panggil ke ruangan Dirut tuh". ucap Stella lagi memberikan informasi yang seharusnya dia sampai kan sejak tadi tapi karena temannya ini terlambat akhirnya baru disampaikan.


" Kenapa pria tua itu manggil gue?". tanya Angel yang tidak terlalu penasaran sebenarnya sambil mengambil posisi duduk dan bersikap cuek.


" Lo belum tahu ya, kalo Dirut kita itu udah ganti dan baru Dateng tadi pagi, tapi malah Lo kesiangan". Stella menjawab dengan memutar bola matanya jengah melihat kelakuan temannya itu.


" Cepetan ke sana!!!". perintah Stella langsung menarik tangan Angel agar cepat berdiri.


" Ishhh... iya iya gue ke sana. ribet banget sih Lo". Akhirnya dengan terpaksa Angel pergi keruangan Dirut dengan perasaan jengkelnya.


Sesampainya di depan ruangan yang bertuliskan Direktur utama, Angel mengetuk pintu.


***Tok


Tok


Tok***


" Masuk". terdengar suara dari dalam yang menandakan bahwa Angel telah izinkan masuk keruangan tersebut.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama lagi, akhirnya dia mendorong pintu itu dan masuk.


" Bapak memanggil saya?". tanya Angel dengan sedikit sopan karena dia belum mengenali sang direktur utama yang baru.


Lelaki yang duduk menghadap ke jendela kaca yang menampilkan pemandangan gedung-gedung yang menjulang tinggi itu, langsung berbalik menghadap Angel.


" Ya..." Jawab lelaki itu dengan wajah datar dan sikap bossy nya.


Lelaki itu adalah Alexander Abraham, merupakan anak tunggal dari pasangan Leo Abraham dan putri lestari. Yang juga sekarang menjabat sebagai Dirut menggantikan ayahnya karena paksaan dari sang ayah dengan alasan sudah sering sakit-sakitan. Padahal sang ayah hanya ingin anak semata wayang nya itu pergi meninggalkan dunia bebasnya dan menempuh hidup yang benar.


" Ada apa ya pak?". Angel menanyakan hal itu sambil melihat penampilan bos baru nya itu dari atas sampai bawah walaupun bos nya dalam keadaan duduk.


Karena merasa di perhatikan, Alex berdiri lalu berjalan menuju ke arah sofa yang ada di ruangan tersebut.


Angel masih senantiasa berdiri dan membalikkan posisi menghadap bosnya yang sudah duduk di sofa.


" Kamu sekarang adalah sekretaris saya ". jawab Alex santai sambil menyilang kan kaki nya dan mengambil sebatang rokok.


" APA....!!!?" Angel sedikit berteriak karena sangking terkejutnya tentang apa yang bos baru nya itu katakan.


" Bukannya bapak sudah memiliki sekretaris ya?". lanjut angel dengan suara yang sudah agak di kecilkan namun masih sedikit keras.


" Ya! tapi sudah saya pecat". jawabnya dengan santai sambil menghisap rokok dengan perlahan.


" Tapi pak, sekretaris bukanlah keahlian saya". sangkal Angel karena dia tidak mau menjadi bahan suruh-suruhan bos nya yang terlihat sangat sombong itu.


" Saya tidak peduli, mulai hari ini kamu sudah menjadi sekretaris saya!". lalu Alex berdiri setelah mematikan rokoknya dan berjalan menuju tempat singgasana nya kembali.


" Tapi pak..." Belum sempat Angel menjawab Alex sudah menyela.


" Kamu tidak punya pilihan, jika kamu tidak suka silahkan tinggal kan perusahaan ini.


Mau tidak mau akhirnya Angel menerima perintah tersebut dengan perasaan dongkol.


sesaat setelah akan membuka pintu, Angel mendengar suara lagi.


" Dan jangan lupa segera kemasi barang mu dan langsung pindah kemari." perintah Alex lagi.


Tetapi Angel tidak menghiraukan nya dan langsung pergi dari ruangan tersebut.


" isshh sial banget sih gue." Angel merutuki dirinya sendiri karena kemalangan yang ia peroleh hari ini.


" Lo kenapa ngel kok mukanya di tekuk begitu." tanya Stella yang melihat wajah tak sedap temannya setelah keluar dari ruangan Dirut.


" Sebel banget gue sama Dirut baru itu, masa iya gue di suruh jadi sekretaris dia." Angel langsung duduk frustasi sambil mengacak-acak rambut nya.


" Udah-udah." Stella menarik tangan teman nya itu dari rambutnya yang sudah acak-acakan tak beraturan.


" Lo bukannya seneng malah depresi begini, kan Dirut kita itu ganteng,masih muda, plus masih jomblo lagi." Angel melihat Stella yang memuji Dirut baru itu dengan mata yang berbinar-binar.


" Sinting kali Lo ya, kaya gitu kok di bilang ganteng. Iya sih emang keliatan nya masih muda tapi angkuh nya minta ampun." jawab Angel sedikit merapikan rambutnya yang acak-acakan dan membersihkan barang-barang nya.


" Dan...Lo dari mana tahu kalo direktur sombong itu masih jomblo?". Angel menghentikan aktivitas lalu langsung melihat ke arah temannya dengan tatapan menyelidik.


" Hehehehe...gua tahu dari teman-teman kantor tadi yang lagi gosipin pak Alex". jawab Stella dengan cengiran khas kuda.


" Ohhh jadi namanya Alex..."


" Udah- udah, sini aku bantuin biar cepet selesai."


Akhirnya mereka pun membereskan barang-barang Angel bersama.


🍀🍀🍀


Ini adalah karya pertama author😊 mohon dukungan nya...


Dan jangan lupa like and comments...

__ADS_1


Saranghae❤️


__ADS_2