DIREKTUR DINGIN PEMIKAT HATI

DIREKTUR DINGIN PEMIKAT HATI
BAB 5


__ADS_3

~***Happy reading~


🍀🍀🍀***


" Ahhh akhirnya sampe juga gue di rumah" Segera setelah itu Angel meletakkan tas nya dan bergegas melakukan rutinitas sebelum tidur.


Angel pulang pukul 11 malam, Angel harus bekerja lembur karena mengerjakan dokumen-dokumen yang sangat banyak.


" Dasar bos muka triplek". Teriak Angel di dalam kamar saat mengingat kejadian siang tadi.


Setelah puas memaki Angel memilih untuk tidur.


🍀🍀🍀🍀


Ting Tong


Ting Tong


Suara bel berbunyi membuat Angel yang tengah tertidur pulas harus bangun karena suara bel yang memekikan telinga.


" Aduh siapa sih yang Dateng sepagi ini?" Angel langsung bangun dari tempat tidur nya keluar kamar menuju pintu.


" Ayah...Ibu..." Angel terperanjat kaget karena yang datang adalah orang tuanya.


" Kenapa kamu kaget begitu! Apa kita ngak di bolehin masuk?" Ucap wanita yang disebut ibu oleh Angel.


" Ahh iya Bu, silahkan masuk" Angel langsung membuka pintu lebar karena tadi dia hanya membuka pintu sedikit yang hanya muat untuk menongolkan kepalanya saja dan membiarkan kedua orangtuanya masuk.


" Apa kamu sudah tidak menganggap kami orang tua mu lagi Angel sehingga kamu tidak pernah pulang ke rumah?" tanya ibu Angel setelah duduk di sofa. Dia bernama Dina, ibu dari Angel.


" Bu, bukannya begitu tapi Angel masih sibuk kerja Bu" ucap Angel memberi pengertian.


Sebenarnya bukan nya Angel tidak ada waktu untuk pulang ke rumah, jarak antara apartemen dan rumah kedua orangtuanya hanya berkisar 1 jam tapi Angel tak mau pulang karena pasti akan di paksa menikah oleh kedua orang tuanya.


" Kapan kamu akan menikah Angel?" tanya sang ibu setelah meminum air yang dibawakan oleh Angel tadi.


" Aku belum mau menikah ibu" jawab Angel.


" Kau mau sampai kapan menjadi perawan tua Angel liat usia nya sudah 28 tahun tapi kamu tidak menikah-menikah, kami juga sudah mulai tua Angel kami ingin menggendong cucu!" Wanita dengan darah blasteran beda RT itu pun memarahi Angel.


" Kalo cucu nya dulu mau ngak Bu?" tanya Angel membuat sang ibu langsung melempar bantal yang sedang di pegang nya.


" He-he-he bercanda Bu" Angel nyengir ala Pepsodent dan mengacungkan dua jari nya tanda damai.


Untung lah hari ini hari weekend jadi Angel tak perlu berangkat ke kantor.


" Ayah sama ibu ngapain kemari?" Angel menatap kedua orangtuanya bergantian.


" Apa tidak boleh orang tua mu datang menengok anaknya sendiri?" Ibu Angel menjawab dengan tatapan yang terlihat sinis.

__ADS_1


" Hehehehe bukan begitu Bu tapi ngak biasa-biasa nya aja gitu" Angel menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


" Kami akan menjodohkan dengan anak teman ayah" timpal Herman sang ayah yang sedari mengamati kelakuan antara anak dan ibu itu akhirnya unjuk bicara.


" Aku tidak mau ayah" rengek Angel kepada ayahnya. Angel tahu jika ayah nya sudah membuat keputusan tidak bisa di ganggu gugat.


" Tidak ada penolakan untuk mu, Ayah sudah membiarkan mu melakukan apapun sesuka hati mu selama ini tanpa ayah ikut campur tapi tidak untuk ini, kau harus setuju!!" Angel menatap ayah nya dengan seksama tidak ada ekspresi bercanda saat ayah nya berbicara.


" Mati lah aku..." gumam Angel dalam hati mengasihani diri sendiri.


Setelah berbincang-bincang orang tua Angel pun berpamitan untuk pulang.


" Jangan lupa nanti malam pulang ke rumah, untuk bertemu calon suami mu". ucap ibu Angel lagi untuk mengingatkan sebelum akhirnya meninggal pintu apartemen Angel.


Angel masuk kedalam kamar nya..." wahhh gila,,mimpi apa gue semalam? tiba-tiba dapet musibah beginian?" Angel bermonolog sendirian.


🍀🍀🍀


" APAA..???? Alex tidak mau pa!" bantah Alex atas ucapan papa nya.


" Tidak ada bantahan lagi Alex kamu harus menerima perjodohan ini!" Papa Leo langsung melenggang pergi.


flashback on


Pagi hari setelah sarapan Leo selaku papa Alex memanggilnya untuk duduk di ruang keluarga.


Ia hanya mengenakan kaos polos warna hitam dan celana panjang dikarenakan hari ini adalah weekend.


" Duduk lah" perintah Leo.


" Kamu sudah punya pacar?" Tanya Leo setelah Alex duduk.


" Belum pa" jawab Alex dengan santai sembari memainkan ponsel nya tanpa menaruh curiga kepada papa nya itu.


" Bagus lah, nanti malam ikut papa pergi ke rumah calon istri mu". ucapan Leo seketika membuat ponsel yang di pegang nya jatuh kelantai namun tidak sampai pecah karena sangking kaget nya.


" Apa papa bilang?" tanya Alex untuk meyakinkan bahwa yang di dengar nya itu salah.


" Papa akan menjodohkan mu dengan anak teman papa" jawab Leo santai.


" APAA..???? Alex tidak mau pa!" bantah Alex atas ucapan papa nya.


" Tidak ada bantahan lagi Alex kamu harus menerima perjodohan ini!" Papa Leo langsung melenggang pergi.


flashback off


Kedua orang itu dibuat frustasi oleh ucapan orang tua nya tadi. bedanya kalau Angel uring-uringan di kamar tidak jelas, Alex memilih pergi untuk minum-minuman.


Kedua orang itu sama-sama tidak mau di jodoh kan. Alex yang notabene nya trauma akan kisah masa lalu dan Angel tidak mau menjalani hubungan yang menurut nya hanya membuat kepalanya pusing dan juga membuang-buang waktu.

__ADS_1


🍀🍀🍀


Pada jam yang telah di tentukan Angel telah berada di kediaman kedua orang tua nya dan tengah menunggu orang yang katanya akan dijodohkan dengannya.


***Ting Tong


Ting Tong***


Suara bel berbunyi dan tak menunggu lama asisten rumah tangga membukakan pintu dan menyuruh mereka masuk.


" Hai jeng.." sapa Mama Dina dengan calon besan nya itu yang bernama Sisil. mereka sudah berteman sejak duduk di bangku SMP dan memiliki sebuah janji apalagi telah menikah dan memiliki anak yang berbeda jenis kelamin maka akan mereka jodohkan. Dan akhirnya terjadi lah perjodohan konyol ini.


" Hai juga jeng.. apa kabar? udah lama ngak ketemu?" mereka berdua cipika cipiki.


" Hai Heri apa kabar?" Herman menjabat tangan temannya itu yang sudah lama tidak berjumpa.


" Halo Om,,Tante" Angel yang sedari diam akhirnya ikut menyapa dan menyalami dua orang yang di gadang-gadang akan menjadi mertua nya.


" Halo" jawab mereka berdua.


" Wah jeng anak kamu cantik banget ya?" tanya Sisil.


" Silahkan duduk" Leo mempersilahkan Heri dan Sisil untuk duduk.


" Bi bawakan minuman dan makanan" teriak Leo kepada asisten rumah tangga.


" Lah Sil anak kamu mana?" tanya Dina karena tidak melihat Anak mereka.


" Oh, dia tadi sedang meeting dan dalam perjalanan menuju kemari, biasa lah Jakarta macet" ucap Sisil sambil tertawa.


Kedua pasangan itu berbincang-bincang sembari menunggu anak Heri dan Sisil datang, Angel yang ada di ruangan itu hanya bisa diam tanpa memperhatikan apa yang mereka bicarakan.


Tak lama kemudian terdengar suara sepatu berjalan mendekati mereka.


" Maaf aku telat" Ucap nya tersenyum kepada kedua orang tua nya dan juga orang tua Angel.


Angel yang mendengar suara pun langsung mendongakkan kepala untuk melihat ke sumber suara.


" Elo..."


🍀🍀🍀


***Hayo kira-kira siapa ya laki-laki itu??


jangan lupa bantu like and comments


Gomawoyo🙏


saranghae ❤️***

__ADS_1


__ADS_2