DIREKTUR DINGIN PEMIKAT HATI

DIREKTUR DINGIN PEMIKAT HATI
BAB 8


__ADS_3

***Happy reading


🍀🍀🍀***


" Katanya jam 7 sudah sampai di depan rumah, lah ini kok baru sampe jam 8?" Ucap Angel begitu sampai di depan gedung apartemen dan menemui David.


" Iya maaf,aku tidak tahu kalau kamu tinggal di apartemen, tadi aku ke rumah orang tua mu, dan mereka bilang kamu tinggal di sini." David menjelaskan alasan dia terlambat.


" Ya sudah, ayo berangkat" Angel langsung masuk kedalam mobil tanpa rasa bersalah padahal karena dia tidak memberi tahu kan alamatnya David jadi terlambat. Prinsip nya kalau tidak ada yang bertanya tidak perlu menjelaskan.


Mereka pun langsung berangkat ke tempat tujuan.


Sesampainya disana.


" Kamu mau pesan apa?" Tanya David setelah duduk di sebuah restoran.


" Terserah apa aja". Jawab Angel acuh sambil memainkan ponsel nya.


" Oke..."


" Mas saya pesan ini, ini, dan ini, minumannya orange jus dua". Ucap David kepada pelayan.


" Baik mas"


Setelah pelayan pergi, Angel merasa penasaran kenapa David mau menerima perjodohan konyol ini,Dia pun bertanya " Eh, Lo kok bisa-bisanya sih Nerima perjodohan ini?".


" Ya ngak papa, Aku mau membahagiakan kedua orang tua kita saja" Jawab David berbohong, padahal alasan sebenarnya karena dia mencintai nya.


" Dih, segitu berbakti nya Lo sama ortu Lo?" Ucap Angel sinis.


David hanya tersenyum menanggapi ucapan Angel.


Setelah perbincangan itu mereka saling diam tanpa peduli satu sama lain, lebih tepatnya Angel lah yang tidak peduli, selebihnya David terus memperhatikan gerak gerik Angel..." Cantik.." Gumam David ketika melihat Angel.


Makanan mereka pun datang.


🍀🍀🍀


" Sakit Lo?" Seorang gadis yang sedang mengemudikan kendaraan nya menuju ke sebuah ke club' menanyai teman di samping nya yang sedari diam, dia adalah Stella.


" Apaan sih, kagak!" Ketus Angel.


Ya!


Setelah makan bersama dengan David dan mengantarkan Angel pulang. Angel telah janjian dengan Stella untuk pergi ke club'.


………………………………………………………


Angel:


" Woy, ke club' yok?"


Stella:


" Ya udah, ayok!"


Angel:


" jemput gua kaya biasanya!"


Stella:


" Oke".


………………………………………………………

__ADS_1


Percakapan mereka pun berakhir.


" Lah Elo ngelamun aja, awas Lo ke sambet mbak Kunti yang lagi nongkrong depan gang" Tukas Stella.


" Lah emang ada?" tanya Angel dengan tatapan polos nya.


" Ngak ada lah, bego. Hahahaha" Stella tertawa terbahak-bahak akan kepolosan temannya itu.


Memang temannya sangat lah pintar tapi ketika dia sedang oleng maka otaknya tidak dapat berfungsi dengan benar.


" Dasar ya Lo!" Angel memukul tangan Stella dengan greget.


" Ya udah cerita sini ada apa?" Tanya Stella lagi yang masih tertawa.


" Udah ah kapan-kapan gue cerita, gue lagi males!" Angel menyandarkan kepala nya ke kaca mobil.


" Ya udah terserah Lo aja".


🍀🍀🍀


Di satu sisi Alex yang dipaksa kedua orangtuanya untuk mengajak Lala makan malam berakhir di sebuah restoran terkenal.


Dia yang melihat gadis itu melakukan segala cara untuk mendekati nya membuat dia merasa jengah.


Alex sebenarnya sudah merasa muak dan tidak ingin tinggal berlama-lama dengan sang gadis yang memiliki kepribadian yang centil ini, Tapi lagi-lagi sang gadis mengancam akan mengadukan kepada kedua orangtuanya. Sehingga Alex tidak punya pilihan dan tetap tinggal.


" Sayang, makan ini ..aaaaa..." Lala menyodorkan makanan ke depan mulut Alex.


Karena merasa tak senang Alex langsung menepisnya.


" Apa yang kamu lakukan?" tanya Lala sedikit dengan nada marah.


" Berhenti lah bermain-main, cepat habiskan makan mu dan lekas pulang!" Alex menatap datar gadis di depan nya dan melanjutkan makannya.


" Huuuufftt" Lala menarik nafas "Awas aja Lo Alex, gue bakal jadiin Lo milik gue!". gumam Lala dalam hati dan melanjutkan acara makannya.


🍀🍀🍀


memakai pakaian yang press body menunjukkan lekukan-lekukan tubuhnya yang seksi. Dengan kemeja dan rok di atas lutut yang memiliki warna senada yaitu hitam, memberikan kesan elegan dan cuek.Tanda pengenal menggantung di lehernya menjadi akses keluar-masuk di dalam perusahaan.


Sebelum pergi ke meja nya dia tidak lupa menyapa sang teman yang semalam dia aja mabuk bersama.


" Bagaimana perut Lo,masih pengar ngak?" Tanya Angel ketika sampai di depan meja temannya Stella.


" Gila, gue semalem minum banyak banget, ngak enak banget perut gue" ucap Stella sambil memegang perutnya karena merasa tidak nyaman.


" Nih obat" Angel meletakkan obat yang di isi kedalam botol dengan bertuliskan penghilang pengar.


" Makanya kalo ngak kuat minum banyak itu jangan sok-sokan, Gue yang stres...Lo yang kelihatan gila..." lanjut Angel lagi.


" Sialan Lo" Stella memaki begitu mendengar ucapan dari temannya itu namun tidak selang lama mereka pun langsung tertawa.


" Ya udah gue balik dulu, ntar si muka kutub Utara itu ngamuk lagi sama gue" Angel melangkahkan pergi meninggalkan ruangan kerja Stella.


" Awas Lo kualat, bisa-bisa Lo nanti jatuh cinta lagi sama dia" Stella sedikit berteriak karena Angel mulai menjauh.


Angel menanggapi nya hanya dengan melambaikan tangan tanpa membalikkan badannya.


...****************...


Angel terlalu fokus terhadap kerjakan nya sehingga dia tidak melihat jika seseorang tengah masuk kedalam ruangan direktur.


" Sayang" Lala berlari manja ke arah Alex,sambil membentangkan kedua tangannya.


Alex yang tengah berdiri melihat dirinya akan di sentuh langsung menghindar dan mengakibatkan Lala jatuh tersungkur ke depan.

__ADS_1


Lala mendengus kesal karena sikap Alex itu.


" Hiissst" gumam Lala dengan sinis namun tidak didengar dan dilihat karena posisi nya membelakangi Alex.


Lalabangun dan membersihkan pakaian.


" Siapa yang mengizinkan mu masuk?" Tanya Alex yang masih setia berdiri di dekat meja sambil memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana.


" Aku tidak perlu izin untuk bertemu dengan calon tunangan ku kan?" Ucap Lala sambil mendekatkan dirinya ke arah Alex lagi.


" Ada apa kamu datang kemari?" Tanya Alex lalu berjalan menuju kursi kekuasaan nya, menjauhi Lala.


Lala yang merasa di jauhi langsung kesal akan sikap Alex.


" Ayo nanti makan siang bersama" Ajak Lala sambil tersenyum setelah mendapatkan mood nya kembali.


" Tidak" Alex membuka berkas-berkas yang ada di depannya,dia tampak sibuk.


" Ahhh ayo lah..." rengek Lala.


" Tidak bisa, silahkan pergi keluar" Alex menunjuk pintu keluar kepada Lala.


" Aku tidak mau" Lala mendekapkan tangannya ke depan dada dan langsung duduk di sofa yang tersedia di dalam ruangan.


Alex yang melihat Lala duduk langsung mengambil gagang telepon dan menelpon seseorang.


" Masuk keruangan saya!" Setelah itu Alex langsung menutup panggilan tanpa mendengar jawaban yang di telepon.


***Tak


Tak


Tak***


" Ada apa bapak memanggil saya?" Angel masuk kedalam ruangan direktur tanpa melihat ke kanan dan ke kiri.


" Cepat usir dia" tunjuk Alex kepada Lala yang masih asik memperhatikan.


Angel mengikuti arah telunjuk Alex dan mendapati wanita yang tengah menatap tajam ke arah nya seolah-olah ingin menerkam.


" Kapan wanita ini masuk?" Angel bertanya-tanya dalam hati.


Angel berjalan mendekat ke arah Lala, membuat Lala refleks berdiri.


" silahkan nona, tinggal kan ruangan ini" ucap Angel ramah.


" Tidak mau" bantah Lala.


" Jangan memperkeruh keadaan nona, anda tidak tahu kalau kutub Utara itu sudah marah? maka sebaiknya anda pergi saja terlebih dahulu" pinta Angel sedikit berbisik yang hanya di dengar oleh mereka berdua.


Lala yang mendengar ucapan Angel tertegun dan langsung pergi meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kesal.


Setelah urusan nya selesai Angel memilih kembali ke meja nya,namun baru satu langkah dia berjalan langsung berhentikan dengan suara berat.


" Tunggu...."


🍀🍀🍀


***hei hei hei hei


kira-kira angel suruh nunggu apaan ya?


baca terus karya pertama author walaupun masih berantakan alur cerita dan ngak jelas tapi semoga saja kalian suka.


Jangan lupa like and comments.

__ADS_1


saranghae ❤️***


__ADS_2