
~Happy reading~
🍀🍀
Kedua pasangan itu berbincang-bincang sembari menunggu anak Heri dan Sisil datang, Angel yang ada di ruangan itu hanya bisa diam tanpa memperhatikan apa yang mereka bicarakan.
Tak lama kemudian terdengar suara sepatu berjalan mendekati mereka.
" Maaf aku telat" Ucap nya tersenyum kepada kedua orang tua nya dan juga orang tua Angel.
Angel yang mendengar suara pun langsung mendongakkan kepala untuk melihat ke sumber suara.
" Elo..." tunjuk Angel kepada lelaki itu sangking terkejutnya.
Lelaki yang di tunjuk oleh Angel hanya tersenyum mendengar perkataan Angel.
" Kamu kenal sama dia nak?" tanya ibu Dina penasaran.
" Eh.. Iya bu" jawab Angel dengan jujur.
" Jadi ini anak Tante Angel yang akan jadi calon suami kamu, namanya David" Sisil tersenyum dan memperkenalkan sang anak kepada Angel.
Angel yang tadi sudah terkejut sekarang serasa disambar petir ternyata lelaki yang akan di jodohkan dengan nya adalah David, lelaki yang dia temui dua hari berturut-turut dan teman masa sekolah Angel dulu.
David yang baru sampai langsung duduk di sebelah sang ibu.
" Wah putra kamu ganteng banget ya sil?" puji Mama Dina.
David yang mendengar itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih.." Terimakasih Tante".
Setelah di kejutkan dengan lelaki yang akan menjadi calon suaminya itu dan sudah melewatkan sesi pengenalan satu sama lain, walaupun sebenarnya tidak perlu karena mereka sudah saling kenal, Herman langsung membicarakan inti dari kenapa mereka di kumpulkan.
" Jadi bagaimana? kapan mereka berdua akan menikah?" tanya Heri kepada semua orang khususnya kepada Calon besan.
" Kalo kami sih terserah tapi mungkin lebih cepat lebih baik" timpal Dina.
" Apa tidak sebaiknya mereka bertunangan saja dulu, agar mereka bisa jauh lebih dekat. Nah setelah itu baru kita membicarakan sesi selanjutnya" Ucap Sisil.
" Ya, walaupun mereka sudah kenal,tapi mereka sudah lama tidak bertemu biarkan mereka saling mengenal lebih lagi". Jawab Herman.
Angel dan David hanya diam mendengarkan dan menyimak pembicaraan kedua orang tua mereka, lebih tepatnya David yang mendengarkan karena dia merasa bahagia akan di jodohkan dengan wanita pujaan nya sejak zaman SMA, sedangkan diamnya Angel itu tengah melamun seperti tidak percaya bahwa perjodohan konyol ini akan terjadi hanya karena perjanjian antara ibu nya dan ibu Sisil pada masa remaja mereka.
" Bagaimana nak apakah kalian setuju?" tanya ibu David kepada kedua anak yang akan di jodohkan.
__ADS_1
" Iya Bu David setuju" ucap David tersenyum ke arah sang ibu.
David sudah lama mengagumi sosok Angel saat pertama kali mereka bertemu di SMA dulu. David yang culun dan lugu juga tidak pandai bergaul membuat dia susah untuk mendapatkan teman. berbeda dengan Angel yang notabene nya supel kepada siapapun juga pandai bergaul membuat dia lebih cepat akrab dengan teman-teman nya.
David yang tidak pernah memiliki teman karena penampilan nya tersenyum bahagia ketika Angel mau menjadi temannya, semenjak itu dia menaruh hati kepada Angel.
Angel yang ingin membantah, lagi dan lagi teringat perkataan ayah ketika dia baru tiba di rumah.
flashback on
" Yah, Angel tidak mau di jodohkan" rengek Angel kepada sang ayah, siapa tahu ayah nya akan berubah pikiran.
" Tidak bisa Angel, ayah dan ibu sudah mengatur hal ini sejak lama terutama ibu mu".
" Kamu itu sudah tua Angel, umur mu sudah 28 tahun, mau sampai kapan kamu akan melajang terus?....Ayah dan ibu sudah memberikan kamu waktu untuk mengenalkan pacar mu ke rumah selama ini, tapi apa? jangan kan mengenalkan pacar pun kamu tidak pernah punya". Ucap ayah Herman langsung membuat Angel mati kutu karena perkataan sang ayah.
" Wah...bapak gue lagi ngejek gue atau gimana nih?" tanya Angel dalam hati.
Setelah sadar dari lamunannya Angel langsung berkata " Tapi yah..." belum sempat Angel melanjutkan ucapan nya langsung di sela oleh sang ayah.
" Tidak ada tapi-tapi an Angel, jika kamu ingin ayah membatalkan perjodohan ini, bawa pacar kamu kemari kenalkan kepada ayah maka ayah dan ibu mu akan membatalkan nya." Herman langsung pergi meninggalkan Angel yang masih berdiam diri di tempat.
" Ini bapak gue ngasih gue pilihan atau emang udah ngak ada pilihan, terkesan ngasih pilihan tapi gue ngak misi milih" gumam Angel dalam hati dan langsung bergegas pergi menuju ke kamarnya untuk mempersiapkan diri.
Setelah penentuan tanggal pertunangan, David dan kedua orang tuanya pamit untuk pulang.
" Jeng.. kami pulang dulu ya.." pamit Sisil kepada Dina.
" Iya jeng, sering-sering main kesini nanti".
" Jangan lupa seminggu lagi kalian berdua akan tunangan". Herman berbicara kepada David dan Angel.
" Iya Om" jawab David sedangkan Angel malas menanggapi lalu langsung berlenggang pergi menuju ke kamar nya.
Orang tua Angel yang melihat Angel seperti itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Iya udah kami pamit" mereka pun pergi dari kediaman Angel.
🍀🍀🍀
Setelah berpamitan kepada kedua orang tua nya Angel pun kembali pulang ke apartemen nya dengan alasan besok dia harus masuk kerja.
Disisi lain Alex dan keluarga nya tengah berkumpul di sebuah restoran hotel bintang lima tengah berbincang-bincang tentang perjodohan Alex dan Lala.
__ADS_1
" Jadi pertunangan mereka akan kita adakan 2 Minggu lagi?" Tanya Leo papa Alex memastikan.
" Iya Leo" Jawab sang sahabat ayah dari Lala.
Seperti mendapatkan lotre Lala sangat senang akan dijodohkan oleh pria yang di idam-idamkan banyak kalangan wanita. Siapa yang tak kenal dengan Alexander Abraham anak dari Leo Abraham pemilik perusahaan AH group yang sangat besar di Indonesia. Walaupun Alex baru pulang dari Paris tapi namanya sering berseliweran di media sosial.
Berbeda dengan Alex hanya memasang muka datar dan dingin tidak menanggapi ucapan kedua orangtuanya. Ingin rasanya Alex membatalkan perjodohan ini tapi jika papa nya sudah mengatakan harus maka tidak bisa di ganggu gugat lagi, dia hanya bisa pasrah menerima keadaan.
" Jika sudah selesai, saya pamit pergi dulu" Alex berdiri ingin meninggalkan tempat.
" Kamu mau kemana Alex?" tanya Puti sang mama.
" Aku ada urusan" setelah mengatakan itu Alex langsung berlenggang pergi.
Lala yang melihat itu merasa tak senang lalu menekuk wajahnya.
🍀🍀🍀
" Wih Lex,dari mana aja Lo baru keliatan?" Frendi yang sudah lama duduk di kursi yang biasa dirinya dan Alex tempati bertanya.
" Biasa ada urusan" setelah itu Alex langsung duduk dan menyambar alkohol yang sudah di sediakan di atas meja.
Alex memiliki perubahan drastis akan sikapnya jika kepada kedua orangtuanya dan juga sahabat nya. Tak segan-segan dia kadang bisa tertawa terpingkal-pingkal jika sahabat nya melakukan hal konyol. Dia hanya akan bersikap dingin dan datar jika berurusan dengan wanita.
.
.
.
.
.
.
.
***Selamat membaca....
Semoga sukaa
saranghae ❤️***
__ADS_1