
Seminggu sudah Rey berada di kota new york bersama Elsa. Selama seminggu pria itu menghabiskan waktu bersama sang kekasih hati dengan sekuat tenaganya. Rey begitu senang bisa menikmati waktu seminggunya bersama sang istri. Tapi kini Rey harus kembali ke Indonesia karena harus mengurus bisnis dan rumah sakit. Rey sudah berkemas dengan koper yang kemarin dia bawa dari jakarta sedangkan Elsa, ia menatap koper itu dengan tatapan sendu.
Entah apa yang Elsa rasakan saat ini dan yang pasti dia benar benar merasa kosong ketika Rey mempersiapkan koper untuk kepulangannya. Rey melihat raut wajah Elsa yang seketika berubah ketika Rey berkemas untuk pulang. Terlihat bahwa Elsa begitu sedih ketika Rey sudah mengatakan bahwa dia harus pulang.
Elsa mengatakan kalo Elsa sangat membenci Rey dan selalu mengatakan kalo ingin bercerai dari Rey. Tapi kali ini hati Elsa berkata bahwa Elsa butuh Rey bersamanya. Apalagi dia sangat yakin kalo kali ini dia akan mengandung bayinya Rey. Karena pada saat seminggu berhubungan dengan Rey, Elsa sedang pada masa subur.
Ketika bayi itu tumbuh, maka Elsa mau tidak mau harus kembali ke Indonesia dan cuti selama satu semester. Sebenarnya Elsa sangat malas untuk kembali ke indonesia karena dia akan bertemu dengan Alea dan yang pastinya akan membuat dirinya sakit hati lagi. Karena itu dia enggan untuk menginjakkan kaki lagi di indonesia.
"Sayang, kakak pulang ya, nanti dua minggu lagi kakak datang lagi kesini." kata Rey sambil mengelus lembut rambut sang istri. Elsa hanya bisa terdiam, dia sama sekali tidak bisa menolak ataupun mengelak.
"Tidak usah datang lagi kesini, kamu hanya datang untuk mengganggu hidupku saja." ucap Elsa dengan datar padahal hatinya begitu sakit ketika Rey mengatakan akan pulang. Elsa kini benar benar jatuh cinta kepada Rey dan sepertinya seminggu bersama Rey membuat Elsa melumer padanya.
"Sayang, jangan seperti itu, kakak pulang cuma sebentar aja, nanti kakak akan kembali lagi kesini." Rey mengecup lembut kening sang istri dan membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang. Dia sebetulnya sangat berat untuk meninggalkan Elsa sendirian karena dia benar benar sedang jatuh cinta kepada istrinya itu. Yang namanya orang sedang jatuh cinta pasti tidak ingin dipisahkan. Ingin selalu berdekatan dan bersama.
Dan itu pula yang kini sedang dirasakan oleh pria itu, pria yang berusia tiga puluh tahun dan terlambat untuk jatuh cinta. Rey telah benar benar bertekuk lutut di bawah kaki sang istri. Untuk saat ini Elsa adalah hidupnya, jiwanya dan cintanya.
__ADS_1
"Kalo kamu datang dan hanya untuk membuatku senang sesaat lalu pergi meninggalkan aku dalam kesedihan, aku mohon sebaiknya jangan datang kembali!'' ucap Elsa tanpa melihat Rey.
"Sayang, kakak ingin selalu menyenangkanmu, membuatmu bahagia. Kakak hanya pulang untuk mengurus rumah sakit dan bisnis kita." ucap Rey kembali memberikan senyuman dan sentuhan lembut kepada sang istri. Elsa merasa dadanya sesak karena Rey harus benar benar pulang meninggalkannya.
"Apa kamu ikhlas jika aku memeluk pria lain disini?'' tutur Elsa sambil menatap mata Rey dengan tajam.
"Apa maksud kamu sayang?! Tentu saja aku akan membunuh pria itu!'' wajah Rey memerah dan rahangnya langsung mengeras seketika. Dia begitu kesal dan geram mendengar ucapan sang istri seperti itu. Dia tidak akan menerima jika hal itu terjadi, maka dia akan membunuh pria itu dengan tangannya sendiri.
"Huh.... Kenapa begitu sadis?'' Elsa tersenyum dengan sinis, dia kembali membuang wajahnya.
"Karena aku mencintaimu. Aku tidak mau ada pria lain yang mendekatimu, apalagi menyentuhmu!" Rey meninggikan suaranya, dia benar benar tidak terima jika hal itu sampai terjadi.
"Jangan katakan itu, jangan buat aku mati dengan kata katamu. Aku sungguh tidak bisa hidup tanpa kamu, Sayang." Rey memeluk Elsa dengan posesif, sementara Elsa hanya bisa menghela nafas berat. Dia sungguh tidak bisa berpikir jernih saat ini.
"Jangan dekati aku lagi Rey, jangan peluk aku seperti ini lagi! Sudah cukup semua sampai disini, jangan sampai aku masuk penjara karena membunuh istri pertamamu." ucap Elsa dengan sangat pelan namun Rey mendengar semua perkataan sang istri.
__ADS_1
"Membunuh Alea?'' Rey merasa bingung dengan apa yang diucapkan oleh Elsa. Rey membalikkan tubuh Elsa dan kini menjadi berhadapan dengannya.
Mata mereka bertatapan, mata Elsa sudah berkaca kaca dan Rey pun sama. Rey tersenyum dengan manis lalu mengecup bibir sang istri dengan lembut dan penuh kasih sayang. Kecupan yang tanpa nafsu sedikit pun. Sebuah kecupan yang membuat hati Elsa begitu hangat ketika merasakannya.
"Aku berjanji tidak akan menyentuhnya lagi." bisik Rey dengan mesra.
"Hahaha.... Kamu laki laki Rey, aku tidak percaya kepadamu!'' Elsa berkata kasar dan mendorong tubuh Rey untuk menjauhinya.
"Aku berjanji, aku sudah berjanji untuk tidak melakukan hal itu. Aku sangat mencintaimu, tidak mungkin aku memeluk wanita lain selain kamu."
"Dia istrimu Rey, aku tidak percaya kamu akan mendiamkannya, karena itu jangan pernah datang kesini lagi. Jangan ganggu hidupku dan jangan merayuku, jangan membuat aku jatuh cinta kepadamu, karena kalo tidak, aku akan membunuhmu bersamanya. Aku tidak ikhlas jika sampai ada seseorang yang menyentuh lelakiku!" ucap Elsa dengan nada yang lantang. Dia sudah tidak bisa memendam perasaannya lagi. Dia harus mengatakan itu kepada Rey, karena dia tidak mau menanggung beban kekesalannya sendirian.
"Sayang dengarkan aku, dengarkan aku baik baik, walaupun dia adalah istri pertamaku, dan kami memang akan segera memiliki seorang bayi, tetapi setelah pernikahan kita, aku hanya bisa membayangkan dirimu dalam pelukku. Saat aku menyentuhnya, aku menganggapnya bahwa aku sedang menyentuhmu, aku merindukanmu. Kamu telah membekas di hatiku, menyimpan semua kenangan malam pertama kita yang indah dan aku tidak bisa berpaling dari semenjak saat itu. Jika memang kamu tidak suka aku menyentuh Alea, maka aku berjanji tidak akan melakukan itu lagi." tutur Rey dengan mata yang berkaca kaca. Rey bersungguh sungguh saat mengatakan itu semua karena Rey memang sekarang sudah tidak sanggup lagi hidup tanpa Elsa.
Elsa hanya terdiam menatap Rey dengan kebimbangannya. Ingin sekali Elsa mempercayai ucapan sang suami, tetapi hatinya tidak bisa mempercayai Rey begitu saja.
__ADS_1
"Bagaimana perasaanmu memiliki dua orang istri? Setelah bosan bersama Alea kamu datang merayuku dan membuat aku tersentuh. Setelah bosan bersamaku, kamu kembali bersama Alea. Hebat sekali kamu, Rey!" ucap Elsa dengan mata yang berkaca kaca. Dia menahan tangisannya karena tidak mau terlihat rapuh di depan Rey.
"Apa yang harus aku lakukan jika aku ingin memilikimu seutuhnya?''