Dokter Elsa

Dokter Elsa
Bab 26


__ADS_3

"Daripada bingung, sebaiknya kita mandi yuk!'' ajak Rey sambil menggendong sang istri langsung menuju kamar mandi. Elsa sendiri merasa sangat terkejut ketika sang suami tiba tiba langsung menggendongnya. Pagi itu mereka berdua menghabiskan waktunya di sana. Mereka bercinta di in bathup.


Lagi lagi Rey membuat Elsa mendesah begitu kuat dan begitu pula dengan dirinya. Dian mengerang begitu hebat ketika menikmati suasana romantis tersebut. Rey tidak pernah bosan meneguk madu sang istri tercinta. Karena Rey sendiri tahu bahwa istrinya itu kini sudah menjadi candu untuknya.


Waktu berlalu fan tanpa terasa tiga itu pun tiba. Rey telah menghabiskan waktunya di new york bersama Elsa.


Elsa begitu sedih ketika Rey hendak pulang ke Indonesia. Elsa mengantarkan sang suami ke bandara. Rey mengelus sang istri lalu mengecupnya dengan begitu sangat lembut.


"Tunggu aku pulang ya, Sayang. Bulan depan aku akan kembali kesini." bisik Rey dengan mesra sedangkan Elsa hanya bisa terdiam dengan kekalutannya. Hatinya begitu terasa sakit ketika sang suami akan pergi menuju ke istrinya yang lain. Wanita itu hanya bisa diam dengan seribu kegundahan hatinya.


Matanya sudah berkaca kaca dan hampir saja menangis, namun dia tahan karena dia sudah tahu, dia menangis atau tidak, Rey pasti akan tetap kembali ke Indonesia. Akhirnya Rey pun melangkah jauh meninggalkan dirinya. Elsa menatap sang suami sampai sang suami benar benar tak terlihat lagi.


Air matanya menetes seketika itu. Ia merasakan bahwa hidupnya kini sendirian lagi. Kehadiran Rey dalam sepuluh hari ini telah membuat banyak perubahan dalam hidup Elsa. Dua tahun Elsa membenci Rey, tetapi akhirnya bertekuk lutut di bawah kaki Rey, hanya dalam jangka waktu sepuluh hari saja.


Kini Rey pergi meninggalkan Elsa dalam kepedihan. Elsa benar benar merasa hatinya sakit dan tak berdaya. Dia merutuki nasibnya kenapa bisa mempunya suami dengan dua istri. Hatinya sangat tersakiti oleh keadaan ini. Dia bahkan tidak bisa bernafas dengan lega ketika mengingat Rey pasti akan segera memeluk istrinya yang lain di sana.


"Kamu datang menyimpan banyak racun sampai hatiku sesakit ini." wanita itu menangis dan terus menangis dalam perjalanan pulang ke apartemennya. Bahkan dia tidak berhenti untuk meneteskan air matanya. Supir taksi mungkin sedang memperhatikan dia dari kaca spion, tetapi Elsa sama sekali tidak mempedulikan hal itu karena untuk saat ini dia hanya bisa menangis dengan pilu dan sedih karena bagaimana pun seorang istri pasti akan tersakiti jika mengantarkan sang suami untuk pergi kepada istrinya yang lain.


Jika saat itu tiba, saat liburan tiba, maka Elsa akan berusaha untuk pulang ke Indonesia. Elsa akan mencoba hidup di sana. Apakah dia akan merasa nyaman atau menderita. Karena dia tidak sanggup lagi berjauhan dengan sang suami. Walaupun dia juga menyadari bahwa dia tidak bisa memiliki suaminya dengan sepenuh hati. Karena sang suami harus membagi waktu untuk istrinya yang lain.

__ADS_1


Elsa pun melanjutkan hidupnya di new york dengan menyimpan beberapa kepedihan dan lembaran kenangan bersama sang suami.


********


Rey kini sudah turun dari pesawat dan dia dengan segera memesan taksi untuk kembali ke rumahnya. Sesampainya di rumah, beberapa asisten rumah tangganya menyambutnya dan beberapa dari antara mereka ingin sekali menceritakan beberapa hal yang terjadi di rumah, namun mereka menutup mulutnya karena takut Rey terkejut.


"Mana ibu, Bi?'' tanya Rey kepada salah satu dari mereka.


"Ibu sedang tidur di kamar, Tuan."


"Baiklah. Tolong siapkan makan malam, Bi. Aku akan segera ke kamar dan mengajak Alea turun." bibi pun mengangguk dan Rey langsung naik ke lantai dua menelusuri tangga untuk menuju ke kamarnya Alea.


Wajah Alea yang pucat dan terlihat lebih kurus dari biasanya. Mata Alea pun begitu bengkak, sepertinya Alea menangis setiap hari. Rey tidak bisa membangunkan Alea karena kasihan mungkin saja dia kelelahan. Rey kembali meninggalkan kamarnya dan bertanya kepada salah satu bibi yang ada di sana.


"Apa yang terjadi pada ibu?'' tanya Rey kepada bibi.


"Setiap hari ibu menangis, Tuan. Ibu menangis dan tidak mau makan, Ibu begitu menderita menunggu kepulangan Tuan."


"Apa setiap hari Alea menunggu kepulanganku dan dia terus menangis setiap hari?''

__ADS_1


"Iya, Tuan. Bahkan Ibu menangis sepanjang hari. Siang dan malam dia selalu memanggil nama anda, Tuan." tutur bibi tersebut lalu Rey pun merasakan sebuah penyesalan kenapa dia harus mematikan ponselnya selama dia berada di new york.


Pria itu sungguh tidak tega melihat istrinya terpuruk seperti itu. Dengan segera Rey kemabli ke kamarnya. Rey mengelus lembut kening sang istri dengan penuh kasih sayang. Rey menyesal telah membuat Alea menangis terus menerus. Harusnya Rey memberi beberapa kabar kepada Alea dan bukan mematikan ponselnya.


Itu adalah kesalahan terbesarnya fan mungkin karen itu Alea cemburu dan merasa sangat tersakiti. Rey memang mengetahui sifat Alea, dia pasti akan begitu marah dan tertekan. Rey tahu Alea akan marah, makanya dia memutuskan untuk mematikan ponselnya. Tapi tidak disangka bahwa Alea terpuruk seperti ini.


Saat Rey sedang mengelus lembut kening sang istri, lalu Alea tiba tiba membuka matanya perlahan.


"Mas Rey," ucapan Alea begitu lemah, wanita itu terlihat kurus dari biasanya. 10 hari tanpa Rey bahkan Alea sudah kekurangan banyak berat badannya. Berat badan Alea mungkin turun sekitar tiga sampai empat kilo selama 10 hari kepergian sang suami. Sepertinya Alea sungguh terpuruk dan tersakiti.


"Sayang, kenapa kamu seperti ini? Kata bibi kamu tidak mau makan, setidaknya makanlah jangan menyiksa diri sendiri. Kasihan dengan bayi kita, dia butuh makan, Sayang." Rey terus mengelus lembut kening sang istri lalu memberikan sebuah kecupan mesra untuk sang istri.


"Bagaimana, apakah kamu senang berada bersama istri mudamu, mendekapnya terus menerus, mencumbunya terus menerus dan melupakan aku disini, menderita sendiri. Kamu lakukan itu di sana, tertawa di atas luka hatiku, kamu kejam Mas, kamu tega!'' Alea menangis dengan penuh kepedihan, suaranya begitu lirih membuat hati Rey merasa tercabik. Rey memang menikmati sepuluh harinya bersama Elsa.


Bahkan saking nikmatnya, Rey bahkan melupakan Alea yang kini sedang menunggunya di rumah.


"Sayang, Rey cuma sepuluh hari bersamanya. Sedangkan aku disini bisa bersamamu setiap hari. Berubahlah menjadi lebih dewasa karena kami sendiri tahu, bahwa aku memiliki dua orang istri."


Alea meneteskan air mata ketika mendengar ucapan sang suami.

__ADS_1


__ADS_2