Dokter Elsa

Dokter Elsa
Bab 29


__ADS_3

"Jangan berkata seperti itu terus, Sayang. Aku masih menyayangimu. Aku tidak akan mungkin membunuhmu." Rey langsung memberikan kecupan lembut pada sang istri dan ******* bibir sang istri dengan penuh kasih sayang, kini Alea hanya bisa terdiam menikmati kecupan dari sang suami.


Setidaknya kecupan itu bisa membuat Alea sedikit tenang. pria itu memeluk sang istri dengan penuh kasih sayang. Benar benar tidak tega melihat tubuh kurus Alea seperti itu, dia ingin membuat adiknya bahagia, dia ingin mengembalikan tawa Alea bagaimanapun caranya. Alea harus kembali seperti sedia kala. Rey tidak mau melihat Alea terpuruk seperti ini terus.


Pria itu kini memberikan nafkah lahir dan batin kepada Alea. Alea kini sudah tak berdaya under the body sang suami. Mereka berdua kini saling menikmati madu masing masing. Rey telah menunaikan tugasnya sebagai seorang suami padahal dia masih lelah karena perjalanan dari new york ke indonesia. Tetapi hanya dengan cara itulah Rey bisa membuat Alea agar lebih tenang.


Ruangan yang tadinya diselimuti dengan tangisan dan kepedihan yang kini sudah berubah diselimuti oleh sebuah ******* dan erangan. Pria itu memeluk sang istri dengan penuh kasih sayang dan istrinya pun menerima dang suami dengan penuh rasa cinta. Mereka terbuai oleh kenikmatan dunia dan kini Rey telah melupakan Elsa yang di sana.


Betapa egoisnya Rey karena menikmati kedua body istrinya tanpa dosa. Rey melakukan hubungan suami istri dengan Elsa sebelum dia balik ke Indonesia dan Rey langsung melakukan hal yang sama dengan Alea pas sampai di rumah. Bukan cuma Rey laki laki yang jahat di dunia ini tetapi Rey hanyalah salah satu contoh laki laki egois yang ingin memiliki dua orang istri dan menikmati body kedua istrinya.


Keegoisan Rey telah benar benar telah membuat dua orang wanita tersakiti. Setelah menunggu hampir setengah jam akhirnya Rey membuat Alea berteriak karena kelelahan dan *******. Rey tersenyum ketika Alea mendesah dengan begitu kuat, akhirnya Rey pun berhasil menanam hasil cinta di rahim sang istri. Rey berharap Alea bisa mengandung kembali dan bisa mengobati luka hatinya.


Note: wanita yang keguguran boleh melakukan hubungan dengan suaminya ketika sudah tidak ada blood lagi, sepuluh hari juga sudah boleh berhubungan.

__ADS_1


Rey memang menang banyak karena memiliki dua istri dan menikmati body istri istrinya dengan leluasa. Dia melupakan bahwa kedua istrinya begitu menderita karena perbuatannya. Setelah kepulangan Rey ke Indonesia, dia lebih fokus kepada Alea dan merawat Alea dengan sangat baik dan penuh perhatian. Dia melupakan Elsa yang merindukannya di sana.


Rey bahkan memberikan kepuasan kepada Alea dalam setiap harinya, baik siang malam ataupun sore. Rey terus menggempur Alea sampai Alea kelelahan. Walaupun kadang pada saat Rey melakukan hubungan suami istri itu, Rey berfantasi bahwa dia sedang melakukan itu bersama dengan Elsa.


Kesibukan Rey di Indonesia karena mengurus rumah sakit dan mengurus Alea sungguh menyita waktunya. Sampai sampai dia tidak bisa menghubungi Elsa sama sekali. Sampai akhirnya satu bulan berlalu, Rey benar benar melupakan Elsa di sana.


**********


Setiap hari Elsa merasakan kerinduan yang mendalam kepada sang suami. Tetapi Rey sama sekali tidak ada menghubunginya. Dia benar benar sibuk oleh Alea dan rumah sakit. Air matanya menetes di pelupuk wajah cantik wanita itu. Dia begitu sedih ketika bahkan sang suami tidak mempedulikannya lagi.


Elsa tidak merasakan apapun ketika mendengar bahwa dirinya akan menjadi seorang ibu. Tidak ada rasa bahagia sama sekali yang ada hanya kepedihan dan air mata. Saat ia mengandung, dia sangat ingin bersamanya, membantu memijat lehernya, memijat seluruh tubuhnya yang kesakitan dan memberikan dia makanan makanan yang dia mau. Wanita uang sedang mengidam memang banyak keinginan tetapi keinginannya sungguh tidak ads yang terkabulkan.


Elsa kkni begitu lemas karena dai terus terusan muntah. Bahkan dia harus menyembunyikan kehamilannya dari teman kampusnya. Pihak kampus tidak boleh sampai tahu kalo Elsa sedang mengandung sekarang. Karena kalo saja ketahuan, Elsa bisa saja dikeluarkan dari fakultas kedokteran yang ada di harvard.

__ADS_1


Elsa sudah tidak berdaya, tubuhnya lemah dan kepalanya sangat pusing. Kini dia hanya bisa terbaring lemah tak berdaya di tempat tidurnya. Perutnya sungguh lapar, tetapi dia tidak bisa memakan apapun, maka akan selalu muntah kembali.


Betapa menderitanya Elsa menanggung semua rasa ngidamnya sendirian, tanpa di dampingi oleh suaminya. Sedangkan di sana Rey masih memperhatikan Alea dengan penuh kasih sayang, serta menyibukkan diri dengan pekerjaannya di rumah sakit. Hati Elsa teriris, mengingat Rey sama sekali tidak menghubunginya baik via telepon atau via sms. Rey benar telah melupakan dirinya dan itu membuat hati Elsa begitu tersakiti.


Elsa begitu pucat dan terlihat lebih kurus karena selama ini dia muntah terus menerus. Tubuhnya begitu lemas bahkan untuk mengambil segelas air pun dia tidak mampu. Dia berpikir haruskah dia menghubungi suaminya terlebih dahulu? Memberitahukan bahwa dia sedang menderita dalam proses kehamilannya. Tetapi dia enggan untuk memberitahu sang suami, karena takut pesannya akan di baca oleh wanita penyihir itu.


Iya benar, Elsa merasa bahwa Alea adalah wanita penyihir yang bisa menyihir hatinya menjadi sangat sedih dan terluka. Karena itu kini Elsa hanya bisa bertahan dengan kesendiriannya.


"Ayolah baby, jangan membuat mami menderita seperti ini Nak. Papi tidak ada disini, jangan buat mami terus terusan tersiksa, mami lapar dan ingin makan, kamu juga harus makan. Mami mohon jangan nakal, jangan buat mami mual lagi." Elsa berusaha berkomunikasi dengan jabang bayi yang ada di perutnya. Dia terus terusan mengelus sang buah hati yang kini sudah tumbuh besar di dalam rahimnya.


Kasihan sekali wanita itu, bahkan di saat seperti ini tidak ada orang yang membantunya sama sekali. Tubuh lemas yang benar benar membuatnya tersiksa dan hatinya menderita tersakiti karena sikap cuek Rey selama di Indonesia. Kini Elsa hanya bisa mengisak, mengeluarkan tetasan air matanya dengan perlahan. Dia benar benar merindukan sang suami dan menginginkan suaminya berada di dekatnya.


Setiap wanita hamil pastilah ingin dimanjakan oleh sang suami, begitu pula dengan Elsa, tetapi Elsa sama sekali tidak mendapatkan hal itu.

__ADS_1


Tiba tiba saja suara dering pintu bel pun berbunyi. Elsa bahkan tidak kuat untuk bangun untuk sekedar membuka pintu apartemen. Entah siapa yang datang ke apartemennya, yang pasti Elsa begitu senang. Semoga saja itu adalah temannya. Setidaknya Elsa ada teman yang membantunya dan menemaninya saat dia sakit seperti ini.


__ADS_2