Dokter Elsa

Dokter Elsa
Bab 23


__ADS_3

"Sayang, jangan berkata seperti itu lagi. Aku sudah memantapkan hatiku untuk mencintaimu. Aku tidak seperti itu, untuk sekarang aku tidak mungkin menceraikan Alea, karena dia telah mengandung bayi kami.". Rey memeluk Elsa dengan penuh kelembutan. Dia ingin menenangkan sang kekasih hati sebelum dia kembali ke Indonesia.


"Kalo kamu sudah memiliki bayi lain dari istri yang lain, untuk apa kamu meminta bayi kepadaku? Kamu hanya akan membuat aku tambah tersakiti dengan melahirkan anakmu.''


"Karena aku akan sangat bahagia jika bisa memiliki anak bersamamu, seseorang mahluk kecil memanggilku dengan sebutan papi dan memanggilmu dengan sebutan mami. Seseorang yang sangat mirip dengan kita berdua. Apa kamu tidak menginginkan hal itu? Hidup kita akan terasa tenang dan bahagia dengan kehadiran seorang anak di samping kita." tutur Rey sambil memeluk Elsa dengan begitu posesif. Tidak lupa pria itu selalu mengelus lembut rambut sang kekasih, lalu mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang.


"Cukuplah, Rey. Pergilah, pergi jauh dari sini, jangan kembali lagi. Aku ingin kita bercerai, jika kamu terus seperti ini dan tidak bisa memberikan keputusan maka ceraikan aku!''


"Aku tidak akan pernah menceraikan kamu sampai kapan pun!''


"Kamu egois, Rey. Kamu menginginkan dua istri, kamu tidak berpikir bahwa hati Alea dan hatiku sakit!'' akhirnya dinding pertahanan Elsa pun roboh, Elsa menangis dengan seketika. Tangisannya begitu meledak dan sangat kencang dan begitu meliri, Rey sungguh tidak tega melihat Elsa begitu terpuruk seperti itu. Pria itu lalu memeluk sang kekasih tetapi lagi lagi Elsa mendorong tubuh Rey agar menjauh darinya.

__ADS_1


"Sayang, maafkan aku. Aku akan segera memberi keputusan." Rey kembali dan mendekati dan memeluk tubuh mungil itu, yang kini sedang menangis. Elsa hanya bisa diam dan meneteskan air matanya. Pelukan Rey pada tubuhnya membuat hatinya semakin sakit dan bergetar.


Ini tidak boleh terjadi, ini tidak bisa dibiarkan. Elsa merasakan jatuh cinta kepada pria itu dan itu rasanya sangat menyakitkan. Elsa benar benar mencintai Rey dan ingin memiliki Rey sendirian tetapi itu hanya akan menjadi mimpinya saja. Tidak akan mungkin Rey meninggalkan Alea demi dirinya karena Elsa tahu bahwa Rey masih mencintai Alea. Cinta Rey terbagi dua antara Elsa dan Alea. Sungguh pria yang serakah dan rakus, Elsa benar benar tersakiti oleh keadaan ini.


"Sejak awal aku tidak mau menjadi istrimu, sejak awal aku tidak mau menikah denganmu, apalagi menjadi istri keduamu! Aku tidak mau merebutmu dari dia tetapi kamu begitu egois melakukan ini kepadaku. Kamu menikahiku dan menjadikanku istri keduamu dan sekarang kamu merayuku sehingga aku jatuh cinta kepadamu?! Setelah aku jatuh cinta, aku baru menyadari bahwa rasanya jatuh cinta sesakit ini. Aku benci keadaan ini, aku tidak mau merasakan jatuh cinta lagi. Aku benci kamu, Rey! Karena cintaku ini membuat aku jadi egois, dan ingin memiliki sendirian dan seutuhnya. Aku benci kamu, ketika menyadari bahwa kamu sampai di Indonesia nanti, ada wanita yang memelukmu di sana. Aku benci itu semua! Aku benci! Aku benci dan aku benci kamu! Tolong ceraikan aku, aku mohon!'' tangis Elsa begitu nyaring, air matanya tidak bisa terbendung lagi.


Dia begitu tersakiti oleh keadaan yang kini telah menderanya. Luka yang dia rasakan saat ini adalah luka yang sangat amat dalam. Bukan cuma dianggap sebagai pelakor, tetapi dia pun akan sangat dihina oleh masyarakat jika sampai bisa merebut Rey dan memisahkan Rey dari Alea. Walaupun pada kenyataannya bahwa dirinya lah istri sah nya Rey yang memiliki buku nikah dan tercatat oleh Negara.


Sayangnya bahkan seluruh rumah sakit atau seluruh karyawan rumah sakit sudah tahu bahwa Alea adalah istri pertaman Rey dan mereka masih belum mengetahui bahwa kini Rey memiliki dua orang istri yaitu Elsa. Hanya beberapa petinggi rumah sakit saja yang mengetahui bahwa Elsa adalah istri sah nya Rey.


"Kamu tidak mencintaiku. Kamu hanya bernafsu kepadaku, melihat kemolekan bodyku, melihat begitu cantiknya aku, melihat betapa seksinya aku, kamu bernafsu kepadaku!" jerit Elsa dengan tangisan yang semakin meledak. Gadis itu benar benar mengeluarkan semua kemarahannya.

__ADS_1


"Cukup! Jangan berkata seperti itu lagi. Cintaku tulus padamu, kenapa kamu tidak mempercayai aku?''


"Apa yang harus aku percaya dari kamu, Rey?! Yang aku tahu, yang seluruh dunia tahu, bahwa kamu menikahiku kerena berhutang budi dan aku menikahimu karena aku membutuhkan uang, pada akhirnya aku jatuh cinta kepadamu, menyedihkan, pergi.... Aku benci kamu dan tulislah surat perceraian kita!"


"Tidak sayang! Jangan seperti itu, aku tidak mau berpisah dengan kamu. Aku sungguh sangat mencintaimu, mencintai bayi kita yang akan lahir nanti karena aku yakin, aku telah menyimpan benih benih cinta di rahimmu. Sayang, apa kamu tidak bahagia ada seseorang yang hidup di perutmu dan itu mirip kuta berdua. Sudahlah sayang, jangan ungkit kata perceraian, aku sungguh tidak sanggup mendengarnya. Aku tidak jadi pulang kalo begitu , aku akan disini bersamamu dan menemanimu tiga hari lagi."


Rey memeluk Elsa begitu posesif. Lalu menyentuh lembut bagian perut ramping sang istri dan berharap suatu saat nanti bayinya akan tumbuh sehat di rahim sang istri. Elsa masih menangis dengan sesenggukan. Dia benar benar merasa tersiksa karena rasa cintanya, dia ingin memiliki Rey seutuhnya. Tetapi jika itu terjadi, maka dia akan mendapatkan cemoohan dari masyarakat karena dia telah menjadi pelakor. Karena itu Elsa memutuskan untuk bercerai dari Rey secepatnya.


Dia tidak mau lagi mendapat hinaan menjadi seorang wanita yang merebut suami orang. Kata kata itu juga masih jelas terngiang di telinga Elsa. Saat Alea mengatakan bahwa dia seorang pelacur. Sungguh kejadian yang tragis dan malang. Dimana gadis itu bahkan tidak memiliki siapapun untuk tempatnya berlindung selain Rey.


Rey lalu menggendong sang istri untuk duduk di sofa. Rey memeluk lembut dan mengecup seluruh kening sang kekasih dengan penuh kasih sayang dan penuh rasa cinta. Rey merasa menyesal telah melukai hati Elsa. Dia sungguh tidak menyangka bisa jatuh cinta kepada wanita yang kini sedang di peluknya.

__ADS_1


Rey pun merasakan cintanya begitu besar kepada Elsa dan dia benar benar menyadari dan tidak akan pernah bisa hidup tanpa Elsa. Karena itu sampai kapan pun Rey tidak pernah berniat untuk menceraikan wanita yang sedang dia peluk sekarang. Tetapi dia pun tidak sanggup untuk membuat hati Alea tersakiti, dengan menceraikan Alea. Apalagi dia mengetahui Alea sedang mengandung bayinya. Rey tidak akan mungkin menceraikan Alea tanpa alasan. Karena itu Rey masih tetap kukuh untuk memutuskan bahwa dirinya akan tetap berpoligami.


Egoisnya Rey.


__ADS_2