
"Rey, kamu telah membunuh hidupku, menghancurkan hatiku, menghancurkan hidupku. Kalian berdua telah membuat aku kehilangan bayiku! Kalian berdua pembunuh bayiku! Aku keguguran gara gara kalian!'' wanita itu menjerit dengan begitu kencang. Dia memegang perutnya dan meremas baju yang kini dia pakai, dia begitu tersakiti ketika mengingat bahwa dirinya tidak lagi mengandung seorang bayi.
Rey begitu terkejut mendengar ucapan dari sang istri. Dia tidak menyangka bahwa Alea telah mengalami keguguran, membayangkan hal itu pasti sangat tersakiti dan menderita selama dirinya tidak ada. Rey kini benar benar menyesal telah mematikan ponselnya dan meninggalkan Alea dalam putus asa.
"Sayang, apa yang kamu katakan? Benarkah kamu telah keguguran?'' Rey berkata dengan tubuh yang bergetar, dia tidak menyangka bahwa dia akan kehilangan buah hatinya dan melihat kondisi Alea yang terpuruk, Reu sekarang mengerti bahwa Alea begitu menderita pada saat dirinya pergi.
Rey begitu menyesal karena dirinya pergi terlalu lama, meninggalkan Alea sendirian dalam kesedihannya.
__ADS_1
"Bagaimana, apa kamu puas memeluk dan mencium dia, dan kamu meninggalkan aku dalam keterpurukan seperti ini, kamu keterlaluan Mas Rey! Kamu tega menyiksa hatiku seperti ini, aku sedang meregang nyawa untuk menyelamatkan buah hati kita, kamu malah bersenang senang mencumbunya! Kalian berdua keterlaluan, kalian berdua jahat, kalian keji, kamu keterlaluan Mas Rey! Apakah ini yang dinamakan sebuah keadilan?!" wanita itu terus menangis dengan sesenggukan. Tubuh Alea memang lebih kurus daripada sebelumnya. Dia terlihat menderita dan tersiksa. Rey sungguh tidak tega melihat Alea seperti itu, dia begitu menyesal karena tinggal terlalu lama di new york.
Pria itu tidak menyangka bahwa di saat dia begitu bahagia bersama istri mudanya, dia telah meninggalkan duka lara untuk istri tuanya. Rey begitu menyesal karena telah kehilangan buah hati mereka padahal Alea sangat berharap bisa mengandung dan melahirkan bayinya dengan sehat. Tapi kini bahkan bayi itu sudah tidak ada lagi di rahim Alea. Rey tidak bisa berkata apapun selain minta maaf kepada sang istri.
"Maafkan aku sayang. Aku benar benar tidak tahu kalo kamu disini begitu menderita, aku mematikan ponselku karena aku takut kamu akan memarahi Elsa selama aku di sana." Rey berkata pelan dan penuh dengan sejuta sesal, menyesali perbuatannya karena telah menutup dan mematikan ponselnya.
Sehingga di sana dia sama sekali tidak tahu kejadian yang terjadi kepada istri tuanya. Rey begitu iba melihat Alea seperti itu. Alea begitu kurus dsn terlihat sangat menderita padahal cuma 10 hari Rey meninggalkan dia. Rey benar benar sesak menggerogoti tubuhnya, dia tidak ingin merasakan sesuatu itu kembali karena itu sungguh sangat menyiksanya.
__ADS_1
Sebuah sesak telah merasuki semua tubuhnya, pria itu menyesal karena telah berangkat ke new york dan meninggalkan Alea dalam keterpurukan. Rasa sayang Rey kepada Alea kini kembali memuncak ketika melihat Alea terpuruk seperti ini, benar benar sangat menyedihkan. Rey sungguh tidak tega membiarkan Alea seperti itu sendirian, tetapi apa dayanya semua ini adalah kesalahannya. Andai saja dirinya tahu bahwa Alea keguguran, mungkin saja Rey segera pulang ke indonesia dan menemani Alea dalam kesendiriannya.
Rey tidak bisa berkata apapun ketika Alea mengatakan semua kepedihan dalam hatinya. Alea terus menangis dan menangis. Tanpa dia sadari, ucapannya sudah menusuk ke dasar hati Rey dan Rey benar benar sungguh iba kepada sang istri.
"Apakah kamu bahagia memiliki dua orang istri sekaligus? Kamu menciumnya, kamu membelainya. Di sana kalian pasti sangat bahagia, kalian tidak melihat betapa menderitanya aku sendirian. Aku sangat ingin bayi ini, aku harus menunggu satu tahun lamanya untuk program kehamilan. Tapi kini semuanya hilang, jika kamu bisa tetap disini di sampingku, mungkin aku tidak sesakit ini. Kamu telah menyakiti hatiku sampai sesakit ini. Jika saja kamu tidak memiliki istri dua, lebih memperhatikan aku. Sekarang cintamu sudah terbagi, kamu sudah tidak mempedulikan aku, untuk apa aku hidup di dunia ini kalo untuk menderita seperti ini? Tuhan telah mengambil kamu, satu satunya suamiku, dan bayiku yang bahkan belum lahir dan Tuhan malah memberikan kamu kepada wanita lain, untuk apa aku hidup?! Tidak ada gunanya aku hidup, dengan semua penderitaan ini sebaiknya aku mati saja!''
Alea terus melirih dalam tangisannya. Alea benar benar merasa tersakiti. Hatinya begitu sakit, dia benar benar merasakan bahwa dirinya telah terabaikan, dia menyadari dengan jelas bahwa Rey kini sudah tidak seperti dulu. Rey yang dulu sudah hilang, kini berubah menjadi sosok Rey baru. Rey yang membagi perasaannya kepada dua istri. Rey yang suka berbohong karena mencintainya dan mencintai dia.
__ADS_1
Rey yang begitu egois karena mengatakan cinta pada istri pertamanya, dan juga menyatakan cinta kepada istri keduanya. Disini para istri sangat menderita, kepedihan yanga mereka rasakan benar benar sangat membuat dia tercekik. Alea bahkan kehilangan berat badannya dalam seminggu. Berat badannya turun drastis karena dia tidak bisa makan dan tidur dengan tenang. Merasa tersakiti dengan poligami sang suami. Alea dari awal sudah menentang pernikahan itu tetapi Rey masih saja tidak mau mendengarkan ucapan Alea.
"Jangan begitu, sayang. Jangan mengungkit kematian, jangan lakukan itu sayang. Maafkan aku, maafkan aku. Aku telah meninggalkan kamu yang harusnya aku berada di sisi kamu saat kamu terpuruk seperti ini. Tolong maafkan suamimu ini. Janganlah, jangan ungkap kematian. Aku sayang sama kamu, aku sangat menyayangi kamu. Kamu berharga untukku dan aku tidak akan pernah membuat kamu menderita lagi setelah ini." Rey memeluk Alea dengan penuh kasih sayang, air mata menetes tanpa bisa di bendung. Ia pun merasa tersakiti ketika mendengar semua jerit tangis Alea. Alea begitu menderita karena kehilangan buah hati tersayang. Begitu pula dengan Rey. Ia juga merasakan sesal dan seribu luka yang dia rasakan karena kehilangan buah hatinya.